Contoh Naskah Lakon Drama Malin Kundang Singkat untuk Beberapa Orang
Legenda tentang Malin Kundang tak hanya bagus dijadikan referensi pembuatan cerpen, tetapi bagus pula untuk dijadikan naskah drama. Di bawah ini adalah contohnya.
Legenda Malin Kundang yang mengajarkan kita untuk tidak durhaka kepada orang tua telah dikenal luas oleh masyarakat.
Selain ditampilkan dalam bentuk prosa, terkadang legenda tentang Malin Kundang ini ditampilkan dalam bentuk drama.
Di bawah ini merupakan contoh naskah lakon drama Malin Kundang yang dapat kamu coba pentaskan bersama teman-temanmu. 📖😊✨
Alasan Memilih Cerita Malin Kundang

Cerita Malin Kundang termasuk salah satu cerita rakyat yang paling dikenal oleh pemuda-pemudi Indonesia. Kepopuleran cerita ini tidak hanya karena jalan ceritanya yang menarik, tetapi juga karena pesan moralnya yang kuat dan relevan sepanjang masa.
Kisah Malin Kundang menceritakan tentang kedurhakaan seorang anak kepada ibunya, yang pada akhirnya berujung pada kutukan menjadi batu.
Cerita ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya berbakti kepada orang tua, menghargai pengorbanan mereka, dan tidak melupakan asal-usul meskipun sudah sukses atau berada di tempat yang jauh.
Selain itu, alasan lain memilih cerita Malin Kundang adalah karena nilai-nilai edukatif yang tinggi di dalamnya. Cerita ini menanamkan pesan moral yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia, yaitu menjunjung tinggi rasa hormat, kasih sayang, dan tanggung jawab kepada keluarga.
Tidak hanya itu, Malin Kundang juga menjadi refleksi sosial tentang pentingnya menjaga hubungan keluarga dan rasa syukur terhadap perjuangan orang tua.
Dengan demikian, cerita Malin Kundang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan moral yang efektif, agar nilai-nilai kebaikan tetap terjaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Selama ini cerita Malin Kundang hanya berupa teks prosa, namun bagaimana jadinya kalau berbentuk teks drama?
Penasaran, bukan. Berikut contoh naskah drama Malin Kundang yang begitu ringkas.
Contoh Naskah Drama Malin Kundang untuk 5 Orang
Naskah Drama Malin Kundang yang ditampilkan dalam artikel hanya membutuhkan 5 Orang untuk memainkannya.
Jadi kamu dapat mengajak teman terdekatmu untuk memainkannya.
Tokoh dan Penokohan
Malin Kundang
Pekerja keras, sombong, tidak mau menerima keadaan, gigih dalam berjuang
Mande (Ibu Malin Kundang)
Lemah lembut, penyayang sekaligus tegas pada anaknya
Putri
Penyayang, hatinya lembut, mudah percaya dengan kata-kata orang lain
Rasyid
Pemalas dan pemimpi besar
Tuan Saudagar
Tegas, gigih, ulet dalam berdagang
Di bawah ini disajikan contoh naskah drama Malin Kundang singkat antara percakapan para tokoh di atas.
Contoh Naskah Drama Malin Kundang
Pada jaman dahulu di sebuah daerah bernama Pantai Air Manis, yang berada di Padang Sumatera Barat hiduplah seorang janda bernama Mande Rubayah.
Ia memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Malin Kundang. Sejak Malin Kundang ditinggal pergi ayahnya. Maka tidaklah mengherankan kalau Mande Rubayah sangat menyayangi anak semata wayangnya tersebut.
Sejak kecil Malin Kundang telah terbiasa melakukan berbagai pekerjaan. Semua dilakukannya agar dapur keluarganya tetap mengebul.
Berkat pelajaran yang diberikan ibunya sejak kecil. Malin Kundang tumbuh menjadi seorang pemuda pekerja keras. Ia tak pilih-pilih dalam melakukan pekerjaan.
Maka tidaklah mengherankan apabila orang-orang yang ada di sekitaran pantai Air Manis sering memberi Malin Kundang pekerjaan. Hasil dari pekerjaannya inilah yang digunakan Malin Kundang mencukupi kebutuhan untuk keluarganya.
Meski sudah bekerja dengan keras, tetapi karena yang dikerjakan Malin Kundang adalah pekerjaan kasar. Upah yang diterimanya pun kecil. Upah yang dia terima hanya cukup untuk makan bersama ibunya.
Kecilnya upah yang dia terima setiap hari membuat Malin Kundang ingin merantau. Malin Kundang berpikir bahwa hanya dengan merantau akan dapat mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.
Babak I
Malin Kundang memiliki seorang sahabat bernama Rasyid. Suatu hari ketika istirahat seusia bekerja. Malin Kundang dan Rasyid mendengar ada kapal besar milik seorang saudagar kaya sedang berlabuh di Pantai Air Asin.
Seketika itu pulalah muncul keinginan Malin Kundang dan Rasyid untuk pergi merantau. Rasyid dan Malin Kundang merasa hanya dengan merantaulah mereka akan mampu merubah nasibnya.
Rasyid
Hei, Malin…
Malin Kundang
Hei Rasyid ada apa?
Rasyid       Â
Apakah kamu mendengar ada kapal besar milik seorang saudagar kaya sedang berlabuh di dekat sini?
Malin Kundang
Iya, aku mendengar kabar tersebut. Lantas ada apa? Adakah untungnya bersandarnya kapal itu bagi kita? Bukankah kapal-kapal itu seperti kapal lainnya yang sering singgah di sini?
Rasyid
Aduh kamu ini, Malin…Kapal itu bisa mengubah nasib kita, Malin.
Malin Kundang
Maksudmu bagaimana?
Rasyid
Kita datang ke sana lalu melamar pekerjaan sebagai anak buah kapal. Siapa tahu kita diijinkan bekerja di sana. Ku dengar gaji kerja di kapal jauh berkali-kali lipat dibanding dengan gaji kita sekarang.
Malin Kundang
Benarkah yang kau katakan itu, Rasyid?
Rasyid
Tentu. Aku ingin ke sana lalu melamar pekerjaan di sana. Siapa tahu lamaranku diterima dan kemudian aku diperbolehkan kerja di sana.
Halaman:



