5 Contoh Teks Drama tentang Bullying di Sekolah Singkat
Jika kamu sedang mencari contoh teks drama tentang Bullying di Sekolah, yuk temukan contohnya dengan membaca artikel berikut.
Selain bisa digunakan hiburan untuk khalayak ramai, suatu drama yang dipentas dapat pula digunakan untuk menyuarakan pesan baik.
Salah satu pesan yang disampaikan dalam pementasan drama di sekolah adalah pesan untuk memerangi bullying. Hingga hari ini banyak yang menganggap bullying merupakan suatu perbuatan biasa. Padahal dampak bullying ini sangat besar.
Bullying bukan hanya melukai fisik namun dapat pula merusak mental seseorang. Perbuatan yang termasuk bullying ini banyak sekali. Selain melalui kontak fisik, ucapan merendahkan atau mengolok-olok dengan kata-kata yang tidak pantas juga termasuk bullying. 📖😊✨
Daftar Isi
Hapus Bullying di Sekolah dengan Drama

Supaya lingkungan sekolah menjadi lingkungan menyenangkan bagi semua kalangan.
Sudah saatnya bullying dihilangkan dan salah satu caranya adalah dengan mengkampanyekan anti bullying dengan menggunakan teks drama.
Contoh-contoh Teks Drama tentang Bullying di Sekolah
Di bawah ini adalah contoh-contoh teks drama tentang bullying di sekolah.
1. Dikira Cupu Ternyata Suhu
Dendy
Heh, sini kamu…
Alfan
Ada apa Den?
Dendy
Aku nggak mau tahu pokoknya kamu harus kerjain PR-ku
Alfan
Gak, aku gak mau.
Dendy
Apa? Sekarang kamu sudah berani melawanku, ya? Oke! Kalau memang itu memang maumu. Bro, sini kita kasih pelajaran anak ini!
Tomy, Rino, dan Tobi berjalan mendekat. Ketiga anak ini kemudian merampas tas milik Alfan dan mengeluarkan isinya.
Tomy
Wah, aku dapat sarapan nih. Kamu mau Rin?
Rino
Kebetulan Tom. Aku sama sekali belum makan. Kira-kira apa lauknya?
Tomy
Tahu dan tempe goreng, Rin. Kamu mau?
Rino
Ah, mana enak sarapan pakai tahu dan tempe. Buang saja Tom.
Tomy kemudian menumpahkan bekal yang dibawa Alfan
Tomy
Yah, bekalnya jatuh.
Toby
Eh, teman-teman. Lihat ini yang kutemukan. Isinya apa ya?
Toby kemudian membuka sebuah amplop surat berwarna coklat. Setelah dibuka isinya ternyata uang dengan nominal yang lumayan. Uang ini rencananya digunakan Alfan untuk membayar biaya pengobatan neneknya yang saat ini dirawat di rumah sakit.
Dendy
Wah, banyak juga uang si cupu ini. Ayo kita ambil uangnya. Dengan uang sebanyak itu kita pasti bisa foya-foya.
Toby
Betul, bro. Kita bisa makan enak dan minum enak.
Alfan
Tolong jangan uang ambil uang itu.
Toby
Kenapa memangnya? Kamu tidak terima? Sini ambil sendiri? Lawan kami kalau berani!
Kesabaran Alfan sudah benar-benar habis. Hampir setiap hari Alfan mengalami perlakuan semacam ini.
Tomy
Kamu berani lawan kami? (Sambil menoyor kepala Alfan)
Dendy
Coba kamu tadi mau kusuruh ngerjain PR-ku. Pasti kamu tidak akan mengalami kejadian ini.
Alfan
Kalian benar-benar biadab..
Tiba-tiba Alfan mengamuk. Alfan yang dikeroyok Dendy dan teman-temannya ini menggunakan apa saja untuk melawan mereka yang membullynya. Alfan yang sudah gelap mata mengambil kursi dan memukulkan pada Dendy.
Tomy
Bro, cepat tolong Dendy. Dia bisa mati kalau tidak ditolong. Si cupu Alfan sudah kesetanan.
Toby
Mana aku berani. Aku kira si cupu ini lemah. Ternyata di itu suhu.
Rino
Kalau kalian tidak berani. Biar aku saja yang maju.
Baru saja Rino maju beberapa langkah. Sebuah bogem mentah mendarat di pelipis matanya hingga pecah dan darah pun mengucur seketika. Dan Rino pun tumbang.
Alfan
Sekarang tinggal kalian berdua. Cepat kalian maju. Ayo maju kalian berdua.
Tomy
Maafkan kami, Fan. Kami tidak berani.
Toby
Iya, Fan. Sebenarnya kami terpaksa membully kamu. Soalnya kalau kami tidak mengikuti apa yang Dendy perintahkan. Dia akan ganggu kami terus.
Keributan pagi itu mengundang perhatian teman-teman lain. Pak Bagus guru yang baru saja tiba segera menghentikan Alfan.
Pak Bagus
Sudah, Fan. Sudah. Mengapa kamu jadi seperti ini?
Alfan
Bukan saya yang memulai, Pak. Mereka ini membully saya.
Pak Bagus
Sudah…sudah…. kalian yang terlibat keributan ini semuanya ke kantor.
Alfan, Rino, Dendy, Tomy, dan Tobi berjalan ke kantor guru. Di sana mereka dimintai keterangan. Dendy Cs semula berbohong. Tetapi, tanpa mereka sadari rekaman CCTV mengungkap segalanya. Jadilah Dendy CS di skors beberapa hari.
2. Salah Sasaran
Romy
Hari ini enaknya ngerjain siapa ya?
Tino
Bagaimana kalau kita kerjain anak baru.
Alfin
Anak baru yang mana, nih? Yang pakai kacamata atau yang satunya?
Tino
Jelas yang pakai kacamatalah. Kalau yang satunya cari mati namanya?
Romy
Memangnya kalau yang satunya kenapa?
Tino
Kalau yang satunya, selain badannya tinggi besar. Dia punya sabuk hitam karate dan kakaknya seorang polisi. Kalau kita bully dia. Kalian tahu sendiri akibatnya. Kalau cari aman yang kita bully yang pakai kaca mata saja. Soalnya kelihatannya anak itu lemah.
Romy
Baik. Nanti waktu istirahat kita palak dan kita bully dia. Oh, iya siapa nama anak itu?
Tino
Bimo nama anak itu.
Waktu istirahat pun tiba. Saat itu Bimo yang akan pergi ke kantin dicegat oleh Romy CS.
Romy
Mau ke kantin nih?
Bimo
Iya, aku mau ke kantin. Kenapa memangnya?
Tino
Ah, jangan ke kantin. Mending di sini saja main-main sama kita.
Halaman:




