Advertisement
Source : ekonomi.bisnis.com

72 Contoh Industri Padat Karya di Indonesia beserta Pengertiannya

Adanya industri padat karya ternyata mampu mengurangi pengangguran hingga membuka pasar ekspor, lho! Lalu, adakah industri padat karya di Indonesia? Simak penjelasan selengkapnya di artikel berikut.

10 Desember 2025 Lintang Filia

Tahukah kamu bahwa sentra batik yang ada di Pekalongan, atau mebel jati khas Jepara adalah contoh industri padat karya di Indonesia?

Di Indonesia, keberadaan industri padat karya bukan hanya membantu mengurangi pengangguran, tetapi juga berperan dalam mendorong ekonomi lokal, hingga memperkenalkan produk-produk khas daerah ke pasar nasional maupun internasional. 🧵✈️

Lalu, apa sih yang dimaksud dengan industri padat karya itu? Yuk, simak penjelasan berikut tentang pengertian dan contoh dari industri padat karya lainnya. 👨🏻‍🏭

Mengenal Industri Padat Karya

contoh industri padat karya di Indonesia
ekonomi.bisnis.com
3 Contoh Biaya Peluang beserta Pengertian, Ciri-ciri, dan Penjelasannya

Industri padat karya adalah kelompok industri yang proses produksinya masih banyak mengandalkan tenaga manusia daripada mesin.

Biasanya, jumlah karyawan yang terlibat cukup besar, bahkan bisa lebih dari 200 orang. Itulah sebabnya, porsi biaya untuk tenaga kerja juga cukup dominan, sekitar belasan persen dari total pengeluaran perusahaan.

Di Indonesia sendiri keberadaan industri ini memiliki peran penting karena mampu menyerap tenaga kerja dalam skala luas, lho. Tidak heran kalau sektor padat karya sering dikaitkan dengan upaya mengurangi pengangguran.

Contoh industri padat karya di Indonesia yang paling mudah ditemui adalah sektor kerajianan tekstil dan produk ekspor lain yang banyak melibatkan pekerja langsung di lapangan.

Oleh karena itulah, industri padat karya kerap dijadikan salah satu strategi pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus menggerakkan kegiatan produksi nasional. Khususnya pada bidang yang masih membutuhkan sentuhan keterampilan manusia.

Salah Satu Hambatan dalam Perdagangan Internasional Adalah? Ini Penjelasannya

Manfaat Industri Padat Karya

Selain itu, kehadiran industri padat karya memiliki sejumlah manfaat yang langsung dirasakan baik oleh pekerja maupun perekonomian nasional secara lebih luas.

Berikut adalah penjelasan lebih lengkap tentang beberapa manfaat indusri padat karya:

1. Menyerap Tenaga Kerja Lebih Banyak

Dikarenakan proses produksinya masih banyak mengandalkan tenaga manusia, sektor ini mampu menyerap ribuan pekerja dalam satu wilayah. Sehingga, adanya idustri padat karya dapat mengatasi persoalan pengangguran, terutama di daerah yang belum banyak tersentuh industri besar.

Mengenal Sistem Ekonomi Pasar, Ciri-Ciri, Penerapan, serta Kelebihan dan Kekurangannya

2. Mendukung Pemerataan Ekonomi Daerah

Di Indonesia, industri padat karya banyak berkembang di luar kota besar, seperti Jepara, Pekalongan, Garut, hingga Cirebon. Penyebaran lokasi tersebut tentu membantu pemerataan kegiatan ekonomi sehingga pembangunan tidak hanya berfokus pada kota-kota utama saja.

3. Membuka Peluang Ekonomi untuk Masyarakat Lokal

Tidak sedikit pekerja rumahan, ibu rumah tangga, atau pekerja informal yang terlibat dalam industri padat karya. Artinya, sektor ini membuka kesempatan penghasilan tambahan di luar pekerjaan formal.

4. Meningkatkan Daya Saing Produk Indonesia

Banyak industri padat karya menghasilkan produk berorientasi ekspor, seperti tekstil, kulit, furnitur, hingga alas kaki. Dengan meningkatnya ekspor, maka produk Indonesia semakin dikenal di pasar mancanegara.

5. Mendukung Pertumbuhan Industri Kreatif

Selain itu, sektor padat karya tidak hanya menghasilkan produk massal, tetapi juga karya kreatif seperti batik, kerajinan kulit, furnitur ukiran, hingga produk fashion. Perkembangan inilah yang mendorong lahirnya UMKM kreatif yang mengangkat budaya lokal.

6. Mendorong Tumbuhnya UMKM dan Wirausaha Baru

Banyaknya proses produksi yang dapat dilakukan secara manual, maka industri padat karya menjadi sektor yang relatif mudah dimulai oleh wirausaha baru, lho. Bahkan tidak jarang industri besar berawal dari usaha rumahan skala kecil.

Jenis Industri Padat Karya

Berdasarkan ketentuan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2013 mengenai kebijakan penetapan upah minimum, pemerintah membagi industri padat karya ke dalam beberapa kelompok tertentu.

Pada Pasal 2 disebutkan bahwa industri yang termasuk kategori ini berjumlah enam sektor utama. Pembagian tersebut dibuat untuk memberikan perlindungan upah bagi pekerja sekaligus menjadi acuan bagi perusahaan dalam menjalankan kegiatan produksinya.

Adapun keenam jenis industri padat karya tersebut meliputi:

1. Industri makanan, minuman, dan hasil tembakau

Sektor ini memiliki banyak proses produksi yang membutuhkan tenaga kerja manusia, terutama dalam pengolahan dan pengepakan produk.

Halaman:

Advertisement