5+ Contoh Naskah Drama 4 Orang dan 8 Orang Singkat
Drama yang baik pasti menggunakan yang namanya naskah. Karena tanpa naskah, drama yang kita buat tidak akan tertata dan mungkin bisa tidak sesuai dengan yang kita harapkan.
Sejak di bangku sekolah dasar, seni pertunjukan drama sudah mulai diajarkan dan direalisasikan.
Sebuah drama tentu tidak akan berjalan sempurna apabila tidak memiliki naskah drama yang bagus.
Selain pertunjukannya sendiri, naskah drama pun masuk dalam salah satu karya sastra yang patut diapresiasi, lho. Buat kamu yang ingin menuliskan naskah drama, di bawah ini Mamikos bagikan contohnya. Yuk, simak! ðŸŽðŸ“–✨
Daftar Isi
Deretan Contoh Naskah Drama Singkat

Drama yang baik pasti menggunakan yang namanya naskah. Karena tanpa naskah, drama yang kita buat tidak akan tertata dan mungkin bisa tidak sesuai dengan yang kita harapkan.
Membuat naskah drama tentu menjadi perkara yang gampang-gampang sulit.
Agar kamu tidak kebingungan, kamu bisa menjadikan contoh naskah drama singkat di bawah ini sebagai referensi.
Apa Itu Naskah Drama?
Naskah drama adalah kumpulan percakapan yang telah tersusun secara sistematik sehingga menghasilkan sebuah kisah yang memiliki ending sesuai keinginan dan kebutuhan penulis.
Di mana dari percakapan inilah pemeran dalam sebuah drama mendapatkan dialog dan peran yang akan dimainkannya dalam sebuah drama.
Kata drama sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti tindakan.
Struktur Naskah Drama
- Prolog
Prolog merupakan bagian pembukaan atau peristiwa pendahuluan dalam sebuah drama atau sandiwara. - Dialog
Merupakan media kiasan yang melibatkan tokoh-tokoh drama yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak manusia, problematika hidup yang dihadapi, dan cara manusia dalam menyikapi persoalan hidupnya. - Epilog
Epilog terletak pada bagian akhir dari sebuah drama yang berfungsi untuk menyampaikan inti sari cerita atau bagian yang menafsirkan maksud cerita oleh salah seorang aktor atau dalang pada akhir cerita.
Ciri-ciri Naskah Drama
Adapun ciri-ciri naskah drama antara lain:
- Semua dialog dituangkan dalam tulisan, dialog untuk pemain maupun narator.
- Naskah drama tidak menggunakan tanda petik karena bukan merupakan kalimat langsung.
- Naskah drama ditampilkan pada sebuah pertunjukan sekali tayang. Maksudnya adalah tidak ada pengulangan take pada drama tersebut. Untuk itu semua pemeran harus menghapal dengan baik dialog masing masing.
- Naskah drama sendiri terletak tepat diatas dialog dan bisa juga terletak disamping kiri dialog.
Unsur-unsur Naskah Drama
Terdapat 6 poin penting yang tercantum di dalam sebuah naskah drama, antara lain:
- Tema yang diangkat merupakan ide pokok dan merupakan sebuah gagasan utama di dalam cerita drama tersebut.
- Memiliki gambaran jalan cerita yang berlangsung dari awal hingga akhir.
- Memiliki pemeran utama yang sering disebut primadona, dan pemeran pembantu atau figuran.
- Terdapat watak protagonis yang umumnya bersifat baik, dan watak antagonis yang bersifat jahat.
- Memiliki latar di mana tempat, waktu dan suasana tercipta dalam sebuah drama.
- Berisikan amanat, di mana amanat ini merupakan pesan yang terkandung dalam cerita tersebut. Baik dari cerita itu sendiri, maupun pesan yang diberikan oleh penulis naskah.
Jenis-jenis Naskah Drama
Jenis drama berdasarkan dari penyajian kisah, terbagi menjadi 8 jenis, yaitu:
- Tragedi: drama yang menceritakan tentang sebuah kesedihan.
- Komedi: drama yang memberikan kesan lucu yang menceritakan kisah lawakan atau komedi.
- Tragekomedi: drama yang merupakan perpaduan dari kisah drama komedi dan drama tragedi.
- Opera: jenis drama dimana dialog ditampilkan dengan bernyanyi dan diiringi musik.
- Melodrama: jenis drama yang penyampaian dialognya diiringi musik.
- Farce: jenis drama yang terkesan dagelan namun tidak seluruh dialog berisi dagelan.
- Tablo: jenis drama dimana cerita dalam drama ini disampaikan melalui beberapa gerak tanpa suara dari para pemain atau pelakonnya.
- Sendratari: jenis drama yang menggabung seni drama dengan seni tarian.
Sedangkan, berdasarkan dilihat dari sarana pementasan, drama memiliki jenis sebagai berikut ini.
- Drama Panggung: drama yang keseluruhan pertunjukannya hanya ditampilkan diatas panggung.
- Drama Radio: drama yang ditampilkan melalui media radio dan hanya dapat dinikmati melalui suara.
- Drama Televisi: umumnya memiliki kesamaan dalam drama panggung. Perbedaannya terletak saat take karena biasanya drama di televisi melakukan beberapa kali take, sedangkan drama panggung hanya sekali take.
- Drama Film: jenis drama yang ditampilkan menggunakan layar yang lebar, seperti bioskop.
- Drama Wayang: jenis drama yang ditampilkan bersama dengan tampilan pagelaran wayang.
- Drama Boneka: jenis drama yang pemainnya menggunakan media boneka yang seolah dapat berbuat seperti manusia di mana pada kenyataannya tetap dimainkan oleh manusia.
Ada juga jenis teks drama yang dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya naskah dari drama tersebut. Jenis drama ini terbagi menjadi dua jenis, yakni:
- Drama Tradisional: jenis drama yang tidak disertakan naskah drama dalam persiapan untuk tampil.
- Drama Modern: jenis drama yang menggunakan naskah drama.
Contoh Naskah Drama 4 Orang
Di bawah ini merupakan 3 contoh dari beberapa tema naskah drama untuk 4 orang, antara lain.
1. Contoh Naskah Drama Persahabatan

Judul: Kepedulian Seorang Sahabat
Tema: Sosial & Persahabatan
Alur: Pendek
Pemeran: 4 orang
Penokohan:
- Dina: Patuh pada perintah orang tua
- Winda: Sosok sahabat yang baik
- Astrid: Sosok sahabat yang peduli terhadap teman
- Hesti: Adik Astrid
Sinopsis Drama
Dina diminta ibunya untuk mengantarkan barang titipan tantenya. Dina meminta Winda untuk menemaninya ke rumah tantenya.
Ditengah perjalanan, motor Dina bannya kempes dan tidak ada bengkel di sekitar jalan yang mereka lewati.
Secara kebetulan, Astrid dan Hesti melihat mereka saat sedang mendorong motor.
Astrid pun memberikan pertolongan kepada Winda dan Dina dengan cara mendorong motor secara bergantian hingga sampai di sebuah bengkel.
Dialog Drama
Dina: Win, besok pagi kan libur sekolah.. kamu ada waktu nggak untuk nemenin aku ke rumah tanteku?
Winda: Besok? aku belum tahu ya.. emangnya kamu ada perlu apa ke rumah tante kamu?
Dina: Aku disuruh ibuku nganterin barang titipan tanteku.
Winda: Emangnya barang apa?
Dina: Aku belum tahu. Entah apa barangnya. Gimana, kamu besok bisa apa nggak?
Winda sebenarnya ada acara sendiri, namun dia sulit menolak permintaan Dina.
Winda: Ya sudah deh, besok aku anterin kamu. Jam berapa besok? aku ke rumah kamu atau kamu yang ke rumahku?
Dina: Terserah kamu deh, jam 8 atau jam 9 gitu.. kalau kamu mau mending kamu aja yang ke rumah aku.
Winda: Ya sudah, besok jam 8.30 aku ke rumah kamu, terus kita langsung kerumah tante kamu.
Keesokan harinya Winda dan Dina berangkat menuju rumah tante si Dina yang jaraknya sekitar 20 km dari rumah Dina. Pas ditengah-tengah jalan motor yang dikendarai Dina bannya bocor, dan tidak ada tempat penambalan ban di sekitar situ.
Dhussss… bunyi ban motor Dina
Dina: Aduh.. gimana nih, bannya bocor? kayaknya pecah nih ban!
Winda: Gimana ya.. nggak ada bengkel tambal ban lagi disini.
Mereka berdua pun mendorong motor tersebut sambil keringat membasahi tubuh mereka. Setelah hampir 30 menit mendorong motor, tiba-tiba ada sebuah mobil box yang menghampiri mereka. Pengendara mobil box itu menawarkan jasa pengangkutan motor hingga ke bengkel terdekat kepada Dina.
Sopir mobil box: Kenapa non? bannya bocor ya?
Dina: Iya. bisa minta tolong angkutin motor aku sampai bengkel nggak?
Sopir mobil box: bisa saja, tapi kasih ongkos 100 ribu ya?
Dina: Kok mahal amat, bang? 50 ribu ya?
Sopir mobil box itu menolak, alhasil Dina dan Winda harus meneruskan mendorong motor mereka.
Sopir mobil box: Murah amat non.. ya sudah kalau nggak mau.
Setelah mendorong motor selama 45 menit, tiba-tiba ada salah seorang sahabat Winda, yaitu Astrid yang kebetulan lewat di jalan itu. Astrid bersama adiknya bernama Hesti.
Astrid: Stop.. stop, hes…
Hesti: Kenapa kak? ada apa?
Astrid: Itu kayaknya Winda deh.. Win… Win…
Winda: Eh itu Astrid..
Astrid: Motor kamu bocor bannya? kasihan sekali.. kamu mau kemana nih?
Winda: Nih aku mau nganterin Dina ke rumah tantenya. Nggak tahu nih, bengkel kayaknya masih jauh.. aku udah capek banget dorong motor dari tadi.
Astrid berusaha memberi pertolongan kepada sahabatnya itu, namun dia juga tidak bisa berbuat banyak karena disekitar itu memang cukup sepi.
Astrid: Aduh.. gimana ya.. ok, gini aja.. kalian kan sudah capek banget nih. Sekarang biar aku yang dorong motor kamu, terus kamu bawa motor aku sambil ngikutin dari belakang.
Halaman:

