Cara Jawab Rencana 5- 10 Tahun ke Depan Saat Interview yang Menarik
Terkadang pada saat interview HRD akan menanyakan tentang rencana kamu ke depannya. Jadi, siapkan secara matang perencanaanmu.
Kamu bisa mencari tahu tahapan atau jenjang karir di perusahaan tersebut atau bayanganmu secara mandiri jika perusahaan tidak mencantumkan.
Misal apabila kamu melamar sebagai Social Media Admin, kamu bisa mencari tahu sejauh mana jenjang karir yang dimiliki oleh seorang Social Media Admin? Dan berapa lama tahapan itu dicapai.
Contoh: Di tahun pertama saya akan mempelajari sebanyak-banyaknya ilmu. Tentang bagaimana menjadi Social Media Admin yang baik dan kompeten.
Termasuk mempelajari pola atau teknik yang dilakukan Social Media Admin kompetitor untuk dijadikan referensi.
Selanjutnya, misal di tahun kedua saya bisa menarik lebih banyak pengunjung ke website
Sehingga menjadikannya potensial klien untuk perusahaan. Di tahun ketiga saya bisa mempelajari digital marketing dan mengisi posisi tersebut di tahun keempat atau kelima.
Hal yang Harus Dihindari Ketika Menjawab Rencana 5-10 Tahun ke Depan
Selain menerapkan tips dan trik cara jawab rencana 5-10 tahun ke depan saat interview di atas.
Kamu juga perlu menyimak beberapa hal yang harus dihindari ketika menjawab rencana 5-10 tahun ke depan saat interview berikut.
Mengatakan Tidak Tahu dan Belum Tahu
Salah satu kesalahan fatal yang paling mudah menggugurkanmu di tahap wawancara adalah jawaban kosong. Untuk menaklukkan posisi impianmu.
Pantang hukumnya kamu menjawab dengan tidak tahu, belum tahu, atau belum kepikiran. Meskipun sejujurnya kamu belum memiliki bayangan.
Jangan pernah mengatakan tidak tahu. Sebab dengan menjawab itu, kamu akan dianggap tidak memiliki pandangan ke depan atau tidak serius mengambil pekerjaan.
Menjawab dengan Ragu-Ragu
Selain jawaban kosong, perekrut juga tidak suka mendengar jawaban yang ragu-ragu.
Kamu harus yakin dengan jawabanmu dan mengutarakannya dengan jelas dan antusias.
Hindari terlalu banyak berpikir seperti mengatakan ‘hmm’ di tengah-tengah penjelasanmu.
Lebih baik kamu berpikir dulu sebelum menjawab pertanyaan dan utarakan dengan jelas dan lancar.
Tidak Realistis
Meskipun kamu dituntut untuk mengutarakan rencana dan target yang tentu saja akan berkaitan dengan ambisimu, tetapi kamu juga perlu berpikir realistis.
Utarakan target atau pencapaian serealistis mungkin. Jika perlu kamu bisa mencari tahu terlebih dahulu waktu pencapaian target yang wajar agar tidak terkesan mengumbar janji manis.
Halaman:

