Contoh Data Interval, Nominal, Ordinal, dan Rasio beserta Penjelasannya Lengkap
Apakah kamu masih belum bisa membedakan berbagai jenis skala pengukuran data? Yuk, simak penjelasan lengkap dan contohnya di sini!
Contoh Data Interval, Nominal, Ordinal, dan Rasio beserta Penjelasannya Lengkap – Ketika kamu akan melakukan penelitian, tentunya membutuhkan skala pengukuran data.
Namun, yang perlu kamu ketahui adalah terdapat berbagai macam skala pengukuran data sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Untuk itu, Mamikos akan menjelaskan secara lengkap tentang contoh data interval, nominal, ordinal, dan rasio.
Daftar Isi
Manfaat Skala Pengukuran Data

Manfaat dari skala pengukuran data melibatkan kemampuan untuk memberikan informasi yang lebih rinci dan kontekstual tentang data.
Pemahaman jenis skala pengukuran yang digunakan dapat memandu pemilihan analisis statistik yang sesuai dan memberikan wawasan yang lebih mendalam dalam interpretasi hasil.
Sebelum membahas tentang contoh data interval, nominal, ordinal, dan rasio, yuk kenali manfaatnya terlebih dahulu.
1. Panduan untuk Analisis Statistik
Setiap jenis skala memiliki operasi statistik yang dapat diterapkan secara tepat.
Pengetahuan tentang skala pengukuran membantu peneliti atau analis untuk memilih metode analisis yang sesuai dengan sifat data.
Sebagai contoh, data rasio dapat diolah dengan metode statistik yang lebih maju daripada data nominal atau ordinal.
2. Kemampuan Memahami Hubungan Relatif
Skala pengukuran memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan relatif antara nilai-nilai data.
Misalnya, pada data ordinal, kita tahu bahwa suatu nilai berada di atas atau di bawah nilai lainnya, tetapi tidak selalu dapat mengukur seberapa besar perbedaannya.
3. Presisi dalam Pengukuran
Skala pengukuran memungkinkan presisi yang lebih besar dalam pengukuran dan perbandingan.
Dengan data rasio, kita dapat menggunakan metode statistik yang lebih canggih dan menghasilkan ukuran-ukuran yang lebih akurat.
4. Kemampuan Melakukan Operasi Matematis yang Lebih Lanjut
Data yang diukur pada skala interval atau rasio memungkinkan untuk melakukan operasi matematis yang lebih lanjut, seperti rata-rata, deviasi standar, perbandingan, dan lainnya.
Hal tersebut memberikan fleksibilitas dalam analisis dan interpretasi data.
5. Kemampuan Menyusun Prioritas
Dengan data ordinal, kita dapat mengidentifikasi tingkatan dan menyusun prioritas atau memberikan peringkat berdasarkan urutan nilai.
Hal ini dapat berguna dalam pengambilan keputusan dan perencanaan.
6. Memfasilitasi Komunikasi Informasi
Skala pengukuran membantu dalam komunikasi informasi secara efektif. Memahami skala data membantu orang lain untuk memahami konteks data dan hasil analisis yang dilakukan.
7. Memandu Pemilihan Grafik atau Diagram yang Tepat
Berdasarkan skala pengukuran, pemilihan grafik atau diagram yang sesuai dapat dilakukan.
Misalnya, untuk data ordinal atau nominal, diagram batang atau pie mungkin lebih sesuai.
Sementara untuk data interval atau rasio, diagram garis atau scatter plot dapat memberikan representasi visual yang lebih baik.
Contoh Data Interval, Nominal, Ordinal, dan Rasio
1. Data Interval
Data interval adalah jenis data yang memiliki sifat urutan dan selisih antara nilai-nilainya memiliki makna yang jelas. Namun, data interval tidak memiliki nol mutlak yang bermakna.
Ini berarti bahwa kita dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pada data interval, tetapi operasi perkalian dan pembagian tidak memiliki interpretasi yang bermakna.
Contoh Data Interval, Nominal, Ordinal, dan Rasio – Interval
1. Suhu dalam Derajat Celsius
- 10°C
- 20°C
- 30°C
Dalam skala suhu Celsius, 20°C lebih panas daripada 10°C, dan selisihnya adalah 10 derajat.
Namun, tidak benar untuk mengatakan bahwa 20°C dua kali lebih panas daripada 10°C, karena nol pada skala Celsius (0°C) bukanlah nol mutlak.
2. Indeks IQ
- 90
- 100
- 110
Indeks IQ adalah contoh data interval di mana perbedaan antara dua skor IQ memiliki makna, tetapi tidak ada nol mutlak yang menunjukkan ketiadaan kecerdasan.
Misalnya, perbedaan antara IQ 100 dan 110 dianggap memiliki makna yang serupa dengan perbedaan antara IQ 110 dan 120.
3. Waktu dalam Jam
- 5 jam
- 10 jam
- 15 jam
Data waktu dalam jam adalah data interval karena selisih antara nilai-nilainya memiliki arti, tetapi tidak ada “nol waktu” yang menunjukkan awal waktu yang mutlak.
4. Skor Tes
- 75
- 85
- 95
Skor tes adalah contoh data interval karena perbedaan antara skor 85 dan 75 adalah 10 poin, dan selisih ini memiliki makna dalam konteks evaluasi tes.
Namun, tidak ada “nol mutlak” yang menunjukkan ketiadaan pengetahuan atau kemampuan.
5. Suhu dalam Derajat Fahrenheit
- 32°F
- 50°F
- 68°F
Skala suhu Fahrenheit adalah contoh data interval, dan selisih antara dua nilai suhu memiliki makna.
Misalnya, selisih antara 50°F dan 32°F adalah 18 derajat Fahrenheit.
6. Tingkat Pendidikan (dengan Kode)
- SD (1)
- SMP (2)
- SMA (3)
Meskipun tingkat pendidikan memiliki kode (1, 2, 3), ini masih dianggap data interval karena urutannya memiliki makna.
Tetapi tidak bisa dikatakan bahwa SMA (3) dua kali lebih tinggi daripada SMP (2) dalam konteks ini.
7. Skor Kredit
- 600
- 700
- 800
Skor kredit adalah contoh data interval karena perbedaan antara dua skor memiliki makna dalam hal kredit atau risiko keuangan.
Perbedaan antara skor 700 dan 600 dianggap memiliki arti yang serupa dengan perbedaan antara skor 800 dan 700.
2. Data Nominal
Data nominal adalah jenis data yang menggambarkan kategori atau kelompok tanpa adanya urutan tertentu di antara mereka.
Artinya, nilai-nilai dalam data nominal tidak memiliki tingkatan atau prioritas satu sama lain.
Contoh data nominal adalah kategori di mana kita hanya dapat mengidentifikasi perbedaan antara kategori-kategori tersebut, tetapi kita tidak dapat menetapkan tingkat atau peringkat tertentu.
Contoh Data Interval, Nominal, Ordinal, dan Rasio – Nominal
1. Warna Kendaraan
- Merah
- Biru
- Hijau
- Kuning
Dalam hal ini, warna-warna tersebut adalah kategori-kategori yang tidak memiliki urutan atau prioritas tertentu.
Merah tidak lebih tinggi atau lebih rendah daripada biru, alias keduanya hanyalah kategori yang berbeda.
2. Jenis Buah
- Apel
- Pisang
- Jeruk
Jenis buah tersebut adalah kategori-kategori yang tidak memiliki urutan. Apel tidak lebih tinggi atau lebih rendah daripada jeruk, mereka hanya termasuk dalam kelompok yang berbeda.
3. Jenis Kelamin
- Laki-laki
- Perempuan
Jenis kelamin termasuk contoh data nominal karena tidak memiliki urutan. Laki-laki tidak lebih tinggi atau lebih rendah daripada perempuan, keduanya hanyalah kategori yang berbeda.
4. Kategori Pekerjaan
- Guru
- Dokter
- Insinyur
- Seniman
Kategori pekerjaan ini tidak memiliki urutan. Seorang guru tidak lebih tinggi atau lebih rendah dari seorang dokter.
5. Jenis Hewan Peliharaan
- Anjing
- Kucing
- Ikan
- Burung
Jenis hewan peliharaan adalah kategori-kategori yang tidak memiliki tingkatan atau prioritas tertentu.
Anjing tidak lebih tinggi atau lebih rendah daripada ikan yang menunjukkan keduanya adalah contoh data nominal.
3. Data Ordinal
Data ordinal adalah jenis data yang memiliki sifat urutan atau tingkatan, tetapi selisih antara nilai-nilainya tidak memiliki interpretasi yang konsisten.
Dalam data ordinal, kita dapat mengidentifikasi hubungan relatif antara nilai, tetapi tidak dapat mengukur seberapa besar perbedaan antara nilai-nilai tersebut.
Contoh Data Interval, Nominal, Ordinal, dan Rasio – Ordinal
1. Tingkat Kepuasan Pelanggan
- Sangat Tidak Puas
- Tidak Puas
- Netral
- Puas
- Sangat Puas
Tingkat kepuasan pelanggan memiliki urutan, dan kita dapat menyimpulkan bahwa “Sangat Puas” berada di atas “Puas.”
Namun, perbedaan antara “Tidak Puas” dan “Netral” mungkin tidak sama dengan perbedaan antara “Puas” dan “Sangat Puas.”
2. Peringkat Film
- 1 bintang
- 2 bintang
- 3 bintang
- 4 bintang
- 5 bintang
Peringkat film adalah contoh data ordinal karena kita dapat menentukan urutan peringkat, tetapi perbedaan antara peringkat mungkin tidak selalu sama.
Perbedaan antara 3 bintang dan 4 bintang tidak dapat dianggap setara dengan perbedaan antara 1 bintang dan 2 bintang.
3. Tingkat Pendidikan
- SD
- SMP
- SMA
- Diploma
- Sarjana
Tingkat pendidikan termasuk contoh data ordinal karena memiliki urutan hierarki, tetapi perbedaan antara pendidikan SD dan SMP tidak selalu setara dengan perbedaan antara diploma dan sarjana.
4. Peringkat Kebugaran Fisik
- Rendah
- Sedang
- Tinggi
Kita dapat mengurutkan dari tingkat kebugaran rendah hingga tinggi, tetapi selisih antara tingkat kebugaran tidak memiliki arti yang konsisten.
5. Kelas Pekerjaan
- Pekerjaan Pelayan
- Pekerjaan Admin
- Supervisor
- Manajer
- Direktur
Kelas pekerjaan ini memiliki urutan hierarki, tetapi perbedaan antara pekerjaan pelayan dan admin tidak selalu setara dengan perbedaan antara supervisor dan manajer.
6. Tingkat Kepentingan
- Tidak Penting
- Kurang Penting
- Netral
- Penting
- Sangat Penting
Tingkat kepentingan adalah data ordinal karena memiliki urutan tingkatan, tetapi perbedaan antara “Tidak Penting” dan “Kurang Penting” mungkin tidak setara dengan perbedaan antara “Penting” dan “Sangat Penting.”
7. Peringkat Tim Olahraga
- Pertama
- Kedua
- Ketiga
- Keempat
Peringkat tim olahraga merupakan data ordinal karena memiliki urutan peringkat, tetapi perbedaan antara peringkat pertama dan kedua tidak selalu setara dengan perbedaan antara peringkat kedua dan ketiga.
8. Skala Nyeri
- Tidak Nyeri
- Sedikit Nyeri
- Nyeri Moderat
- Nyeri Berat
Skala nyeri adalah data ordinal karena menggambarkan tingkatan nyeri, tetapi selisih antara tingkat nyeri tidak selalu memiliki interpretasi yang konsisten.
4. Data Rasio
Data rasio adalah jenis data yang memiliki sifat urutan, selisih antara nilai-nilainya memiliki makna, dan memiliki nol mutlak yang bermakna.
Nol mutlak menunjukkan titik awal yang benar-benar tidak ada atau titik ketiadaan suatu karakteristik.
Data rasio memungkinkan untuk melakukan operasi matematis penuh, termasuk penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dengan makna yang konsisten.
Contoh Data Interval, Nominal, Ordinal, dan Rasio – Rasio
1. Tinggi Badan dalam Sentimeter
- 160 cm
- 170 cm
- 180 cm
Tinggi badan dalam sentimeter adalah contoh data rasio karena memiliki urutan, selisih antara tinggi badan memiliki makna.
2. Berat Badan dalam Kilogram
- 60 kg
- 70 kg
- 80 kg
Berat badan dalam kilogram adalah data rasio karena memiliki urutan, selisih antara berat badan memiliki makna dan nilai 0 kg menunjukkan ketiadaan berat badan.
3. Pendapatan Tahunan dalam Dolar
- $30,000
- $50,000
- $80,000
Data di atas merupakan data rasio karena memiliki urutan dan selisih antara pendapatan memiliki arti tertentu.
4. Jumlah Produk yang Terjual
- 100 unit
- 500 unit
- 1000 unit
Jumlah produk yang terjual adalah data rasio karena memiliki urutan. Jika terdapat nilai 0 unit, maka menunjukkan ketiadaan penjualan.
5. Tekanan Darah
- 120/80 mmHg
- 130/90 mmHg
- 140/95 mmHg
Terakhir, tekanan darah adalah contoh data rasio karena memiliki urutan danselisih antara nilai dapat diartikan.
Penutup
Nah, itulah tadi penjelasan lengkap Mamikos tentang contoh data interval, nominal, ordinal, dan rasional.
Semoga setelah membaca artikel ini, kamu menjadi lebih paham tentang skala pengukuran guna mempermudah penelitian kamu.
Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:
Kost Jogja Murah
Kost Jakarta Murah
Kost Bandung Murah
Kost Denpasar Bali Murah
Kost Surabaya Murah
Kost Semarang Murah
Kost Malang Murah
Kost Solo Murah
Kost Bekasi Murah
Kost Medan Murah




