Advertisement
Source : Pixabay/@geralt

13 Contoh Ion Positif dan Negatif beserta Perbedaannya Lengkap

Masing-masing ion positif dan negatif memiliki manfaatnya sendiri-sendiri. Yuk, simak penjelasan contoh dari ion positif dan negatif di artikel kali ini!

18 Januari 2024 Zakiyah

4. Nitrat (NO3-)

Nitrat adalah ion negatif yang terbentuk dari atom nitrogen dan tiga atom oksigen, di mana satu dari atom oksigen membawa beban tambahan.

5. Sulfat (SO4^2-)

Sulfat adalah ion negatif yang terbentuk dari atom sulfur dan empat atom oksigen, di mana dua dari atom oksigen membawa beban tambahan.

6. Hidroksida (OH-)

Hidroksida adalah ion negatif yang terbentuk ketika satu atom hidrogen dan satu atom oksigen bergabung, dan muatan negatif terdapat pada oksigen.

7. Fosfat (PO4^3-)

Fosfat adalah ion negatif yang terbentuk dari satu atom fosfor dan empat atom oksigen, di mana tiga dari atom oksigen membawa beban tambahan.

Perbedaan Ion Positif dan Negatif

Setelah mempelajari beberapa contoh ion positif dan negatif, kamu juga perlu mempelajari perbedaan keduanya. Yuk, simak penjelasannya di sini!

Senyawa Natrium Hidroksida Terbentuk dari Kation dan Anion Yaitu?

1. Muatan Listrik

Dengan perbedaan keduanya sebagai berikut:

Ion Positif (Kation)

Karena proses ionisasi, kation memiliki muatan positif. Dalam proses ini, atom atau molekul tersebut melepaskan elektron eksternal sehingga jumlah proton dalam inti atom lebih besar daripada jumlah elektron. 

Negatif (Anion)

Anion membawa muatan negatif karena atom atau molekul menerima satu atau lebih elektron selama proses ionisasi. 

Ini terjadi ketika atom atau molekul memiliki lebih banyak elektron daripada proton. 

Sebagai contoh, dalam pembentukan ion klorida (Cl-) atom klor menerima satu elektron tambahan untuk membentuk ion negatif.

2. Proses Pembentukan

Dengan perbedaan keduanya sebagai berikut:

Ion Positif (Kation)

Proses terbentuknya kation akan melewati proses kehilangan satu atau lebih elektron oleh atom atau molekul. 

Logam seperti natrium atau kalium cenderung melepaskan elektron eksternal mereka yang pada gilirannya membentuk ion positif. 

Proses inilah yang dikenal sebagai oksidasi untuk menciptakan karakteristik konduktif dan reaktif dari logam dalam berbagai konteks kimia dan fisika.

Ion Negatif (Anion)

Biasanya, non-logam seperti oksigen atau fluor cenderung membentuk ion negatif dengan menerima elektron untuk mencapai konfigurasi elektron penuh yang lebih stabil. 

Sebagai contoh, pembentukan ion oksida (O2-) melibatkan penerimaan dua elektron tambahan oleh atom oksigen. 

Proses ini mencerminkan sifat reaktif dan elektronegatif dari non-logam dalam konteks reaksi kimia.

Halaman:

Advertisement