7 Contoh Kalimat Pengajuan dan Penawaran dalam Teks Negosiasi yang Benar
Pahami contoh kalimat pengajuan dan penawaran dalam teks negosiasi yang singkat. Keduanya punya perbedaan yang jelas. Selengkapnya di sini.
4. Contoh Teks Negosiasi di Tempat Kerja
Orientasi
Anto: “Selamat sore Pak Bowo.”
Wakil perusahaan: “Selamat sore. Ada yang bisa saya bantu?”
Anto: “Ada yang mau saya bicarakan pak, sebelumnya perkenalkan saya Bowo, perwakilan dari seluruh karyawan.”
Permintaan
Wakil perusahaan: “Perwakilan karyawan? Kebetulan saya sedang bingung, mengapa dua bulan terakhir banyak karyawan yang mulai mogok kerja. Apa yang membuat mereka begitu?”
Anto: “Kami berlaku demikian karena ingin nasib yang lebih baik, Pak.”
Wakil perusahaan: “Kalau begitu terus, bisa-bisa banyak yang di-PHK. Lantas, apa yang Anda inginkan?”
Anto: “Kami sangat nyaman bekerja di perusahaan ini, namun akhir-akhir ini nasib kamu dipertaruhkan. Kami ingin meminta kenaikan gaji, karena gaji yang kami terima saat ini kurang sebanding.”
Penawaran
Wakil perusahaan: “Permintaan tersebut sayangnya akan sulit dikabulkan. Perusahaan kita membutuhkan biaya operasional yang tinggi untuk bisa memperkerjakan semua karyawan.”
Anto: “Setidaknya saya mengusulkan kenaikan gaji Rp2 juta, pak.”
Wakil perusahaan: “Sulit untuk memenuhinya, belum lagi semua karyawan mendapatkan tunjangan dan uang lembur yang cukup besar.”
Anto: “Kami akan terus mogok kerja apabila tidak ditanggapi. Apalagi, biaya kehidupan sehari-hari mulai naik, gaji yang kami terima tidak cukup.”
Persetujuan
Wakil perusahaan: “Baiklah, saya akan coba berusaha mempertimbangkan usulan tersebut kepada pimpinan.”
Anto: “Saya mohon untuk berusaha semaksimal mungkin, Pak. Saya janji pasti akan bekerja lebih keras.”
Wakil perusahaan: “Ya sudah. Sekarang, Anda bilang kepada karyawan yang lain untuk kembali bekerja. Jika tidak maka kami tak segan-segan untuk mengeluarkan mereka dari perusahaan.”
Penutup
Anto: “Baik, terima kasih Pak. Saya tunggu kabarnya.”
Wakil perusahaan: “Ya, nanti saya informasikan lagi.”
5. Contoh Teks Negosiasi di Toko Jaket
Orientasi
Mia: “Permisi!”
Penjual: “Iya, ada yang sedang dicari, dik?”
Pengajuan
Mia: “Saya mau beli jaket kulit warna hitam ukuran all size, apakah Ibu menjualnya?”
Penjual: “Coba lihat di rak dekat pintu masuk, sudah mencarinya?”
Mia: “Tadi saya sudah mengeceknya, tetapi tidak ada. Kebetulan saya sedang butuh sekali.”
Penjual: “Jaket kulit hitam memang sedang trendy. Saya coba cek stok di gudang, kamu bisa tunggu sebentar.”
Mia: “Baiklah, saya tetap di sini.”
Penjual: “Masih ada sisa 1 lagi, silakan dilihat dulu jaketnya.”
Penawaran
Mia: “Ini jaket yang saya cari, kira-kira berapa harganya?”
Penjual: “Mumpung terakhir, harganya Rp180 ribu, spesial buat adik.”
Mia: “Untuk saya harganya sangat mahal. Boleh Rp150 ribu saja?”
Penjual: “Harga tadi sudah terbilang murah, biasanya Rp200 ribu.”
Mia: “Boleh lebih murah lagi tidak?”
Penjual: “Bagaimana kalau Rp145 ribu? Tidak ada toko lain yang menjual jaket semurah itu.”
Persetujuan
Mia: “Baiklah, saya beli jaketnya. Saya juga mau beli ikat pinggang cokelat.”
Penjual: “Baik, saya siapkan semuanya. Tunggu sebentar.
Penutup
Mia: “Ini uangnya, Bu,”
Penjual: “Baik, ini barang dan kembaliannya.”
Mia: “Terima kasih.”
Penjual: “Terima kasih juga sudah membeli di toko saya. Sampai jumpa lagi.”
6. Teks Negosiasi Membeli Sepatu Sekolah
Orientasi
Menjelang tahun ajaran baru, Raka dan ibunya pergi ke toko sepatu untuk membeli sepatu sekolah baru karena sepatu lama Raka sudah sempit.
Pengajuan
Raka: “Bu, sepatu hitam ukuran 40 ini berapa harganya?”
Penjual: “Yang ini harganya Rp350.000, Nak. Bahannya kuat dan awet.”
Penawaran
Ibu Raka: “Wah, cukup mahal ya. Apakah bisa lebih murah?”
Penjual: “Itu sudah harga normal, Bu.”
Ibu Raka: “Kalau kami bayar tunai sekarang, bisa jadi Rp300.000 tidak?”
Penjual: “Hmm, kalau tunai saya bisa turunkan jadi Rp320.000.”
Persetujuan
Ibu Raka: “Baiklah, Rp320.000 tidak apa-apa.”
Raka: “Sepatunya pas, Bu.”
Penutup
Penjual: “Terima kasih sudah berbelanja di sini.”
Ibu Raka: “Sama-sama.”
7. Teks Negosiasi Menyewa Lapangan Futsal
Orientasi
Sore hari, Andi dan teman-temannya datang ke tempat penyewaan lapangan futsal untuk bermain malam hari.
Pengajuan
Andi: “Permisi, Mas. Berapa harga sewa lapangan futsal per jam?”
Pengelola: “Sewanya Rp150.000 per jam.”
Penawaran
Andi: “Kalau kami sewa dua jam sekaligus, bisa dapat harga lebih murah tidak?”
Pengelola: “Biasanya tidak bisa.”
Andi: “Kami sering main di sini, Mas. Bagaimana kalau Rp130.000 per jam?”
Pengelola: “Baiklah, kalau dua jam saya kasih Rp135.000 per jam.”
Persetujuan
Andi: “Oke, kami setuju. Jadi totalnya Rp270.000 ya.”
Pengelola: “Betul.”
Penutup
Pengelola: “Silakan dipakai mulai jam tujuh malam.”
Andi: “Terima kasih, Mas.”
Silakan pahami lagi contoh kalimat pengajuan dan penawaran dalam teks negosiasi di atas apabila kamu masih bingung.
Halaman:

