Advertisement
Source : canva.com/truecreatives

50 Contoh Konjungsi Penegasan beserta Fungsi dan Ciri-Cirinya Lengkap

Konjungsi seperti bahkan, apalagi, dan yaitu termasuk konjungsi penegasan. Kenali ciri-ciri dan fungsinya lewat 50 contoh kalimat berikut.

20 Juli 2026 Nadia Kamila

Dalam bahasa Indonesia, konjungsi memiliki peran untuk membuat kalimat lebih runtut dan mudah dipahami. 📝📚

Salah satu jenis konjungsi yang cukup sering muncul, baik dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal, adalah konjungsi penegasan. Jenis konjungsi ini digunakan untuk memperkuat atau meringkas pernyataan yang sudah disampaikan sebelumnya. 

Artikel Mamikos kali ini akan membahas pengertian, ciri-ciri, fungsi, jenis kata, hingga contoh konjungsi penegasan yang bisa kamu jadikan referensi untuk belajar.

Mengenal Apa Itu Konjungsi Penegasan?

Contoh konjungsi penegasan
canva.com/truecreatives
35 Contoh Soal Analogi Padanan Kata dan Jawabannya dilengkapi Cara Mengerjakan

Konjungsi penegasan adalah kata hubung yang digunakan untuk memberikan penegasan atau meringkas kalimat sebelumnya. Konjungsi ini juga sering disebut sebagai konjungsi penegas atau konjungsi intensifikasi, karena fungsinya yang memperkuat makna pada bagian kalimat yang mengikutinya.

Konjungsi penegasan membawa muatan makna tambahan berupa penguatan, perincian, atau kesimpulan. Konjungsi ini bisa digunakan untuk menghubungkan antarkata dalam satu kalimat, maupun antarkalimat dan antarparagraf dalam sebuah wacana yang lebih panjang. 

Posisinya pun cukup fleksibel. Kamu bisa menempatkannya di awal kalimat baru sebagai penghubung dengan kalimat sebelumnya, atau di tengah kalimat sebagai penegas bagian tertentu.

Contoh Teks Argumentasi tentang Ubi Jalar, Beras Singkong, Sagu, dan Jagung

50 Contoh Kalimat Konjungsi Penegasan

Berikut kumpulan contoh kalimat konjungsi penegasan yang dikelompokkan berdasarkan kata konjungsinya agar lebih mudah dipahami dan dipraktikkan.

A. Contoh Kalimat dengan “Bahkan”

  1. Rina rajin belajar setiap hari, bahkan di akhir pekan ia tetap menyempatkan diri membaca buku.
  2. Cuaca di kota itu sangat dingin, bahkan salju turun lebih awal dari biasanya tahun ini.
  3. Pak Budi selalu datang tepat waktu, bahkan sering kali ia tiba lebih awal dari jadwal.
  4. Harga bahan pokok terus naik, bahkan beberapa jenis sembako sulit ditemukan di pasar.
  5. Tim itu bermain sangat solid, bahkan mereka berhasil mengalahkan juara bertahan di babak final.
Contoh Kritik dan Esai Tentang Politik, Sosial, Budaya, dan Pendidikan Singkat

B. Contoh Kalimat dengan “Apalagi”

  1. Andi tidak suka keramaian, apalagi harus berbicara di depan banyak orang.
  2. Perjalanan ke puncak gunung itu cukup melelahkan, apalagi medannya berbatu dan curam.
  3. Ia jarang makan makanan pedas, apalagi sambal yang tingkat kepedasannya sangat tinggi.
  4. Biaya kuliah semakin mahal, apalagi untuk program studi yang membutuhkan banyak praktikum.
  5. Warga sudah waspada sejak sore, apalagi setelah mendengar peringatan dini dari BMKG.

C. Contoh Kalimat dengan “Yaitu” dan “Yakni”

  1. Rapat pagi ini membahas tiga agenda utama, yaitu anggaran tahunan, evaluasi kinerja, dan rencana kerja bulan depan.
  2. Sekolah itu memiliki beberapa ekstrakurikuler unggulan, yakni futsal, paduan suara, dan karya ilmiah remaja.
  3. Ada dua syarat utama untuk mendaftar beasiswa ini, yaitu nilai rata-rata minimal delapan dan surat rekomendasi.
  4. Museum tersebut menyimpan berbagai koleksi bersejarah, yakni naskah kuno, senjata tradisional, dan foto masa penjajahan.
  5. Program pelatihan ini terbagi menjadi tiga sesi, yaitu teori dasar, praktik lapangan, dan evaluasi akhir.

D. Contoh Kalimat dengan “Misalnya” dan “Umpama”

  1. Banyak buah lokal yang kaya vitamin C, misalnya jambu biji, jeruk, dan pepaya.
  2. Kota ini memiliki beberapa destinasi wisata alam, misalnya air terjun, danau, dan hutan pinus.
  3. Umpama besok hujan deras, acara di lapangan itu kemungkinan besar akan dipindahkan ke aula.
  4. Ada banyak profesi yang membutuhkan keterampilan komunikasi, misalnya guru, jurnalis, dan customer service.
  5. Umpama ujian ditunda, para siswa akan mendapat waktu tambahan untuk belajar lebih maksimal.

E. Contoh Kalimat dengan “Ringkasnya” dan “Akhirnya”

  1. Ringkasnya, proyek ini membutuhkan tambahan anggaran dan waktu pengerjaan yang lebih panjang dari rencana awal.
  2. Setelah berdiskusi panjang, akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan kerja sama tersebut.
  3. Ringkasnya, seluruh dokumen persyaratan harus dikumpulkan paling lambat hari Jumat mendatang.
  4. Setelah menunggu hasil tes selama dua minggu, akhirnya pengumuman kelulusan resmi diumumkan sore ini.
  5. Ringkasnya, tim pemasaran perlu menyesuaikan strategi promosi agar sesuai dengan target pasar yang baru.

F. Contoh Kalimat dengan “Lagi Pula” dan “Itu Pun”

  1. Ia memutuskan untuk tidak ikut acara itu, lagi pula jadwalnya bertabrakan dengan ujian akhir.
  2. Rumah itu cukup jauh dari pusat kota, lagi pula akses transportasinya masih terbatas.
  3. Ayah sempat ragu membeli mobil baru, itu pun setelah dipertimbangkan matang-matang selama berbulan-bulan.
  4. Ia jarang bepergian jauh, lagi pula pekerjaannya menuntutnya untuk selalu siaga di kantor.
  5. Proposal itu akhirnya disetujui, itu pun setelah melalui beberapa kali revisi dan diskusi panjang.
8 Contoh Paragraf Analogi Tentang Hewan dalam Bahasa Indonesia

G. Contoh Kalimat Konjungsi Penegasan Lainnya

  1. Seluruh peserta wajib hadir tepat waktu, terlebih lagi bagi mereka yang bertugas sebagai panitia inti.
  2. Pemerintah daerah terus memperbaiki fasilitas umum, terutama di kawasan yang sering dilanda banjir.
  3. Harga tiket konser itu tergolong mahal, terlebih untuk kategori kursi VIP di barisan depan.
  4. Ia selalu menjaga pola makan sehat, terutama saat menjalani masa pemulihan setelah operasi.
  5. Cuaca ekstrem melanda beberapa wilayah, terlebih di daerah pesisir yang rawan gelombang tinggi.
  6. Singkatnya, seluruh peserta pelatihan dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat resmi.
  7. Singkatnya, rencana perjalanan itu dibatalkan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.
  8. Ia bekerja keras siang dan malam, hanya untuk memastikan target proyek selesai tepat waktu.
  9. Toko itu buka setiap hari tanpa libur, hanya pada hari raya besar mereka tutup sementara.
  10. Kegiatan itu berlangsung meriah, terlebih ketika seluruh warga desa turut berpartisipasi aktif.
  11. Nilai ujian semester ini cukup memuaskan, terutama pada mata pelajaran yang selama ini dianggap sulit.
  12. Perusahaan itu terus berinovasi, terlebih di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
  13. Kondisi jalan menuju desa itu masih rusak parah, terutama saat musim hujan tiba.
  14. Anak-anak sangat antusias mengikuti lomba, terlebih karena hadiah utamanya cukup besar.
  15. Data yang dikumpulkan tim riset cukup lengkap, yaitu meliputi survei, wawancara, dan observasi lapangan.
  16. Warga setempat menyambut baik program itu, apalagi manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
  17. Beberapa daerah mengalami kekeringan panjang, bahkan sejumlah sumur warga dilaporkan mengering total.
  18. Kegiatan sosial itu melibatkan banyak pihak, yakni pemerintah desa, relawan, dan organisasi masyarakat.
  19. Harga sewa kios di pasar itu terus naik, apalagi menjelang musim liburan panjang.
  20. Ringkasnya, seluruh rangkaian acara berjalan lancar berkat kerja sama panitia dan dukungan warga sekitar.

Ciri-Ciri Konjungsi Penegasan

Dari beberapa contoh konjungsi penegasan di atas, berikut beberapa cirinya:

1. Menegaskan atau meringkas pernyataan sebelumnya

Konjungsi ini selalu merujuk pada informasi yang sudah disebutkan di kalimat sebelumnya, bukan memperkenalkan gagasan baru yang berdiri sendiri.

2. Dapat menghubungkan antarkalimat maupun antarparagraf

Tidak terbatas pada satu kalimat saja, konjungsi penegasan juga efektif digunakan untuk menyambungkan gagasan antarparagraf.

3. Umumnya diikuti tanda koma

Ketika berada di awal kalimat, konjungsi penegasan biasanya diikuti tanda koma sebelum melanjutkan ke bagian kalimat berikutnya.

4. Menggunakan kata-kata yang relatif tetap dan khas

Kata seperti bahkan, apalagi, yaitu, yakni, hanya, lagi pula, itu pun, misalnya, dan ringkasnya menjadi penanda utama jenis konjungsi ini.

5. Berfungsi mengurutkan informasi

Konjungsi ini kerap dipakai untuk menyusun informasi dari yang bersifat kuat menuju lemah, atau sebaliknya, sehingga alur kalimat menjadi lebih logis dan mudah diikuti.

Fungsi Konjungsi Penegasan

Selain sebagai penghubung, konjungsi penegasan memiliki beberapa fungsi spesifik dalam kalimat maupun paragraf, di antaranya:

1. Memperkuat atau menegaskan pernyataan

Kata seperti bahkan dan apalagi digunakan untuk menambahkan informasi yang lebih kuat dari kalimat sebelumnya.

2. Meringkas kalimat sebelumnya

Konjungsi seperti ringkasnya dan akhirnya membantu penulis menyimpulkan beberapa informasi menjadi satu pernyataan yang lebih padat.

3. Memberikan penjelasan atau perincian

Kata yaitu, yakni, dan misalnya digunakan untuk merinci atau mencontohkan hal yang sudah disebutkan secara umum sebelumnya.

4. Menunjukkan penguatan bertahap

Beberapa konjungsi penegasan dipakai untuk menyusun informasi secara berjenjang, dari yang sifatnya biasa menuju yang lebih ekstrem atau signifikan.

Jenis-Jenis Kata Konjungsi Penegasan

Berdasarkan fungsinya, kata-kata konjungsi penegasan bisa dikelompokkan sebagai berikut:

  • Penegasan kuat: bahkan, apalagi, hanya, lagi pula, itu pun
  • Perincian atau penjelasan: yaitu, yakni, misalnya, umpama
  • Penyimpulan atau ringkasan: ringkasnya, akhirnya, singkatnya

Semua kata di atas memiliki fungsi dasar yang sama, yaitu menegaskan atau meringkas, namun konteks penggunaannya berbeda-beda tergantung jenis kalimat yang ingin disusun.

Perbedaan Konjungsi Penegasan dengan Jenis Konjungsi Lain

Banyak orang yang tertukar mengenai penempatan konjungsi penegasan jenis konjungsi lain karena sama-sama dapat muncul di awal maupun di tengah kalimat. Padahal, masing-masing konjungsi memiliki fungsi yang berbeda, contohnya:

1. Konjungsi Penegasan

Konjungsi penegasan digunakan untuk memperkuat, menegaskan, atau merangkum informasi yang telah disampaikan sebelumnya. Contoh konjungsi penegasan antara lain bahkan, apalagi, yaitu, dan ringkasnya.

2. Konjungsi Penerang

Konjungsi penerang berfungsi menjelaskan atau memberikan keterangan lebih lanjut terhadap suatu informasi. Kata yang sering digunakan adalah ialah dan yaitu ketika berperan sebagai penjelas atau definisi.

3. Konjungsi Konsesif

Konjungsi konsesif digunakan untuk menyatakan pertentangan antara dua keadaan, tetapi hasil atau peristiwa tetap terjadi. Contohnya adalah meskipun, biarpun, dan walaupun.

Perbedaan utama ketiga jenis konjungsi tersebut terletak pada fungsinya. Konjungsi penegasan bertujuan memperkuat atau menegaskan makna suatu pernyataan, konjungsi penerang berfungsi memberikan penjelasan atau definisi, sedangkan konjungsi konsesif menunjukkan adanya kondisi yang bertentangan, tetapi tidak menghalangi terjadinya suatu peristiwa.

Kesimpulan

Konjungsi penegasan merupakan salah satu jenis konjungsi yang berperan penting untuk memperkuat, merinci, atau meringkas pernyataan dalam sebuah kalimat maupun paragraf. 

Dengan memahami ciri-ciri, fungsi, dan jenis katanya, penulisan kalimat akan menjadi lebih runtut, jelas, dan mudah dipahami pembaca. 

Semoga 50 contoh konjungsi penegasan di artikel ini bisa kamu jadikan referensi untuk berlatih menyusun kalimat dengan konjungsi penegasan secara tepat sesuai konteksnya.

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Advertisement