Advertisement
Source : pexels.com/@mlkbnl

Contoh Laporan Hasil Kegiatan Membaca Buku Non Fiksi dan Fiksi serta Cara Membuatnya

Laporan membaca buku adalah kegiatan meringkas keseluruhan isi buku yang umumnya berfokus pada penjelasan tentang fakta atau inti dari bacaan tersebut. Opini pribadi juga bisa ditambahkan.

29 Oktober 2023 Mamikos

Sesuaikan ketebalan buku dengan waktu dan tenaga yang kamu siapkan. Jangan terlalu memaksakan diri membaca buku fiksi atau non-fiksi yang tebal jika tidak sanggup.

Jika terlalu dipaksakan, maka hasil laporan kegiatan membaca justru akan jelek. Alhasil, tulisan kamu tidak terjamin kualitasnya sehingga orang lain kemungkinan akan sulit memahami isinya.

2. Mencatat Identitas Buku

Setelah rampung membaca buku yang dipilih, saatnya menyusun laporan yang diawali dengan mencatat identitas buku. Bagian identitas buku merupakan struktur utama dan paling awal.

Umumnya, pada contoh laporan kegiatan membaca buku non fiksi singkat dan buku fiksi, bagian identitas memuat judul buku, nama penulis, penerbit, kota terbit dan tahun terbit.

Tujuan utama penulisan identitas buku pada bagian awal yakni memudahkan pembaca untuk mengenali buku sekaligus memberi apresiasi terhadap penulis dan tim penerbit.

Pada jenis laporan kegiatan membaca buku non-fiksi, informasi yang termuat pada identitas buku sering dipakai oleh orang lain sebagai rujukan untuk mencari buku asli.   

Biasanya, mereka membutuhkan buku tersebut untuk bahan penelitian, materi presentasi, atau keperluan lain yang memerlukan dukungan pernyataan dari para ahli.

15 Jenis Cerita Fiksi Bahasa Indonesia Beserta Penjelasan dan Contohnya Lengkap

3. Mencantumkan Halaman/Bab/Sub-bab yang Dibaca

Beres dengan identitas buku, cara membuat laporan kegiatan membaca buku berikutnya adalah penulisan halaman/bab/sub-bab yang telah dibaca.

Cara untuk mencatat bagian ini cukup beragam dan biasanya disesuaikan dengan preferensi penulis. Hampir mirip saat kamu menyusun resensi buku.  

Format penulisan bagian halaman/bab/sub-bab yang paling sering muncul pada contoh laporan kegiatan membaca buku non fiksi singkat dan buku fiksi dengan ditulis per bab dan kolom.

Penyajian dalam bentuk tabel memang lebih mudah dibaca sehingga banyak yang memilih cara ini.

Sedangkan gaya pencatatan tanpa per bagian yang dibatasi kolom akan sulit dipahami.  

4. Mencantumkan Informasi yang Penting dari Isi Buku

Struktur selanjutnya dalam penulisan kegiatan membaca buku adalah informasi penting yang ada di dalam buku tersebut. Bagian ini juga disebut dengan keterangan isi buku.

Saat membaca buku, kamu harus siap dengan kertas dan bolpoin untuk mencatat bagian menarik untuk dicantumkan dalam laporan. Hal ini memudahkan untuk proses pengecekan ulang.

Halaman:

Advertisement