Advertisement
Source : unsplash.com/ClayBanks

7 Contoh Pasangan Tuturan dalam Teks Negosiasi beserta Ciri-cirinya

Teks negosiasi umumnya berisikan pasangan tuturan. Temukan beberapa contoh pasangan tuturan dalam teks negosiasi hingga ciri-cirinya dalam artikel ini.

21 Desember 2025 Bella Carla

Contoh 5 (Mengusulkan – Menerima Usulan)

Nasabah: Selamat siang.

Petugas bank: Selamat siang, ada yang bisa dibantu, Pak?

Nasabah: Iya, kalau boleh dibantu saya ingin bertemu dengan kepala bidang bagian peminjaman. Saya berencana untuk memperluas toko bangunan milik saya, untuk itu saya ingin mengajukan pinjaman.

Petugas bank: Baik pak, kira-kira nomilan pinjaman yang dibutuhkan berapa?

Nasabah: Saya membutuhkan pinjaman kisaran sebesar Rp200 juta. Kira-kira bisa tidak saya mengajukan pinjaman dengan nominal tersebut?

Petugas bank: Mohon maaf sebelumnya, Pak. Nominal pinjaman yang Bapak sebutkan dirasa terlalu besar. Untuk saat ini, pihak bank hanya bisa memberikan pinjaman kepada Bapak sebesar Rp100 juta saja.

Nasabah: Wah, apakah bisa lebih tinggi sedikit, Pak? Mengingat saya juga sudah menjadi nasabah lama di bank ABC ini.

Petugas bank: Baiklah, Pak. Mungkin nanti bisa saya bantu untuk Bapak agar dapat mengajukan pinjaman sebesar Rp125 juta. Bagaimana, Pak?

Nasabah: Maaf, Pak. Saya butuh lebih, perhitungan pengeluaran saya sudah tetap di angka yang ingin saya ajukan sebelumnya.

Petugas bank: Baiklah, Pak. Bank hanya mampu memberikan pinjaman dengan nominal sebesar Rp150 juta.

Nasabah: Baiklah, Pak. Akan saya ambil. Namun saya minta tolong untuk segera diproses agar cepat dicairkan, apakah bisa dibantu?

Petugas bank: Jika hari ini semua berkasnya lengkap. Kemungkinan besok, pinjaman bapak sudah bisa kami cairkan, Pak.

Nasabah: Baiklah kalau begitu, terima kasih atas kerja samanya, Pak. Besok kabari saja lagi untuk proses pencariannya.

Petugas bank: Sama-sama, Pak. Selamat siang.

Nasabah: Selamat siang, juga.

40 Contoh Soal Teks Negosiasi dan Pembahasannya PG dan Essay Lengkap

Contoh 6 (Menawar Harga – Menanggapi Tawaran)

Pembeli: “Kalau beli jaket ini, bisa kurang sedikit tidak, Kak?”

Penjual: “Bisa, Kak. Dari harga Rp250.000 saya kurangi jadi Rp230.000.”

Pembeli: “Kalau Rp220.000 bagaimana?”

Penjual: “Baiklah, Rp220.000 khusus hari ini.”

Contoh 7 (Menyanggah – Memberi Alasan)

Pembeli: “Harganya mahal sekali. Di toko sebelah lebih murah.”

Penjual: “Memang sedikit lebih mahal, Bu. Tetapi bahan yang kami jual kualitasnya lebih tebal dan jahitannya rapi, jadi lebih awet.”

Pembeli: “Kalau begitu saya pertimbangkan lagi.”

Penjual: “Silakan, Bu. Kalau berminat, saya bisa beri potongan kecil.”

Apa yang dimaksud dengan Teks Negosiasi?

Sebelum kita membahas seputar contoh pasangan tuturan dalam teks negosiasi, sudahkah kamu mengetahui pengertian dari teks negosiasi itu sendiri?

Merujuk pada KBBI, negosiasi merupakan proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak lainnya.

Negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda.

Dari definisi di atas, teks negosiasi dapat didefinisikan sebagai bentuk percakapan atau dialog yang melibatkan pelaku (dua orang atau lebih) untuk menemukan solusi dari setiap perbedaan atau masalah yang sedang dalami hingga dicapainya suatu kesepakatan.

Sederhananya lagi, teks negosiasi adalah jenis teks yang memuat bentuk interaksi sosial guna mencapai kesepakatan antara dua belah pihak yang memiliki kepentingan berbeda.

Ciri-ciri Teks Negosiasi

Setelah mengetahui apa itu teks negosiasi, tidak lengkap rasanya jika kamu belum mengetahui ciri-ciri dari teks negosiasi. Yuk, langsung aja cek ciri-ciri teks negosiasi di bawah ini.

1. Memiliki Partisipan

Umumnya negosiasi dilakukan dengan dua pihak, sehingga negosiasi hanya bisa dilakukan jika melibatkan dua orang atau lebih.

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa ciri yang pertama dari teks negosiasi adalah memiliki partisipan.

Misalnya contoh tawar-menawar di pasar tadi, berarti partisipan yang terlibat adalah pembeli dan pedagang.

2. Mencari Jalan Tengah atas Permasalahan

Negosiasi bisa muncul jika terdapat permasalahan atau perselisihan. Namun, bukan berarti permasalahan ini mengarah ke hal negatif seperti perkelahian, ya.

Justru membuat kesepakatan melalui negosiasi menunjukkan adanya keinginan mencari solusi bersama.

Misalnya, kita lihat contoh tentang tawar menawar di pasar tradisional tadi. Kamu menawar harga daging sapi kepada pedagang, karena kamu merasa harga tersebut terlalu mahal. Maka dari itu, kamu pun melakukan penawaran agar harga diturunkan.

Kemudian, pedagang mempertahankan harga jual tersebut atau menurunkannya sedikit.

Kamu bisa memperoleh keuntungan karena harga yang didapatkan menjadi lebih murah, pedagang juga tetap untung karena kamu membeli daging sapi miliknya. Jadi, terdapat jalan tengah atas permasalahan yang sedang terjadi.

Halaman:

Advertisement