Advertisement
Source : Getty Images/Anna Ostanina

11 Contoh Penulisan Kata yang Benar Menurut EYD KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diatur berbagai macam penggunaan kata, mulai dari kata baku untuk percakapan formal, hingga kata tidak baku untuk percakapan sehari-hari.

29 Oktober 2023 Lailla

9. Penulisan Angka dan Bilangan

Angka Arab atau angka Romawi biasanya dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor.

  1. Angka Arab: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
  2. Angka Romawi: I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), C (100), D (500), M (1.000), V̄ (5.000), M̄ (1.000.000)

Penulisan menggunakan huruf untuk bilangan dalam teks (yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata). Namun, ada pengecualian jika bilangan dipakai secara berurutan seperti perincian.

Contoh:

  1. Keluarga besarku menyaksikan film dokumenter sampai lima kali.
  2. Terdapat lebih dari lima juta eksemplar buku.
  3. Di antara 100 tamu yang datang, 30 tamu bisa duduk di kursi, sedangkan 70 tamu lainnya berdiri.
  4. Kakak membeli 15 apel, 20 jeruk, 5 alpukat, dan 2 semangka.

Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Namun, jika bilangan pada awal kalimat tidak bisa dinyatakan dengan satu atau dua kata, susunan kalimat diubah.

Contoh:

  1. Tiga belas kepala keluarga mendapatkan bantuan dari pemerintah. (benar)
    13 kepala keluarga mendapatkan bantuan dari pemerintah. (salah)
  2. Lima peserta lomba mengikuti persiapan. (benar)
    5 peserta lomba mengikuti persiapan. (salah)
  3. Panitia mengundang 300 orang peserta. (benar)
    300 orang peserta diundang panitia. (salah)

Penulisan menggunakan huruf dapat diterapkan pada angka yang menunjukkan bilangan besar. Tujuannya agar lebih mudah dibaca.

Contoh:

  1. Masyarakat tidak mampu mendapatkan bantuan 100 ribu rupiah.
  2. Perusahaan itu baru saja mengalami kerugian 2 triliun.
  3. Keuntungan yang didapatkan penjual mencapai 1 milyar rupiah.

10. Penulisan Kata Ganti

Aturan penulisan kata ganti ku- dan kau- ditulis bersambung (serangkai) dengan kata yang mengikutinya. Namun, kata ganti -ku, -mu, dan -nya ditulis bersambung (serangkai) dengan kata yang mendahuluinya.

Contoh:

  1. Mobil itu sudah kujual.
  2. Buku yang sudah dibeli ini boleh kaubaca.
  3. Kubawa pulang buku yang sudah dibeli.

11. Penulisan Kata Sandang

Kata sandang seperti ‘si’ dan ‘sang’ ditulis terpisah dari kata yang mengikuti di belakangnya. Namun, jika ada unsur nama Tuhan ditulis dengan huruf kapital.

Contoh:

  1. Baju itu dikembalikan pada si penjual.
  2. Sang harimau tidak mau melepaskan mangsanya.
  3. Sang mentari enggan menunjukkan sinarnya.
  4. Ia berpasrah diri pada Sang Pencipta.
  5. Jangan menyerah selama masih ada Sang Maha Pengasih.

Penutup

Demikian informasi 11 contoh penulisan kata yang benar menurut EYD KBBI. Aturan yang cukup banyak tersebut tidak perlu langsung kamu hafalkan.

Cara termudah untuk menguasai cara penulisan kata tersebut adalah dengan banyak berlatih, sehingga kamu akan terbiasa.

Ketika menulis makalah, tugas, atau karangan, terapkan prinsip penulisan kata yang baik dan benar sesuai EYD KBBI. Selamat mempraktikkan!

Contoh-contoh Kalimat Konjungsi Subordinatif Waktu, Konsesif, Pembandingan, dan Sebab

Halaman:

Advertisement