11 Contoh Penulisan Kata yang Benar Menurut EYD KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diatur berbagai macam penggunaan kata, mulai dari kata baku untuk percakapan formal, hingga kata tidak baku untuk percakapan sehari-hari.
5. Penulisan Pemenggalan Kata
Pemenggalan kata sesuai PUEBI yang diterapkan pada kata dasar dilakukan dengan cara berikut.
Apabila di tengah kata terdapat huruf vokal berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf vokal tersebut.
Contoh:
- bu-ah
- ni-at
- sa-at
Kategori huruf diftong (memuat unsur: ai, au, ei, dan oi) penulisannya tidak dipenggal.
Contoh:
- Lan-dai
- Au-ra
- Sau-da-ri
- Sa-lah
Apabila di tengah kata dasar terdapat huruf konsonan (termasuk gabungan huruf konsonan) di antara dua huruf vokal, pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan.
Contoh:
- Ba-nyak
- La-ri
- De-ngan
- Ke-nyang
- Mu-ta-khir
- Mu-sya-wa-rah
Pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan jika di tengah kata dasar ada dua huruf konsonan yang posisinya berurutan.
Contoh:
- Ap-ril
- makh-luk
- sang-gup
- swas-ta
Pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan pertama dan kedua. Cara ini dilakukan jika di tengah kata dasar terdapat tiga huruf konsonan atau lebih (masing- masing melambangkan satu bunyi).
Contoh:
- Eks-tra
- In-fra
- Ben-trok
- In-stru-men
Tidak dilakukan pemenggalan kata pada gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi.
Contoh:
- Ba-nyak
- Ikh-las
- Kong-res
- Makh-luk
6. Penulisan Kata Depan
Penulisan kata depan (di, ke, dan dari) ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Contoh:
- Di mana dia tinggal?
- Uang ibu disimpan di dalam dompet.
- Mari berangkat ke sekolah.
- Saya pergi ke sana.
- Ia tidak beranjak dari tempatnya.
7. Penulisan Partikel
Penulisan partikel -lah, -kah, dan -tah dilakukan secara serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Contoh:
- Ambillah kue yang ada di meja!
- Apakah yang kamu inginkan?
- Siapakah orang yang kamu maksud?
- Apatah gunanya mengharapkan belas kasihan?
- Akankah masa ini bisa dilalui dengan baik?
Penulisan partikel pun dilakukan secara terpisah dari kata yang mendahuluinya. Namun, partikel pun yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai.
Contoh:
- Tidak diminta pun ia akan tetap datang.
- Jangankan dua kali, sekali pun kakak tidak pernah memujiku.
- Meskipun belum mendapatkan hal yang diinginkan, ia tidak menyerah.
- Ibu tetap berjualan walaupun tidak ada pembeli.
Penulisan partikel per ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Namun, aturan ini hanya berlaku untuk ‘per’ yang maknanya adalah ‘demi’, ‘tiap’, atau ‘mulai’.
- Para tamu undangan masuk ke dalam ruangan satu per satu.
- Harga pensil itu Rp1000,00 per biji.
- Karyawan itu akan diberhentikan per 1 April.
Halaman:

