Advertisement
Source : Getty Images/Anna Ostanina

11 Contoh Penulisan Kata yang Benar Menurut EYD KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diatur berbagai macam penggunaan kata, mulai dari kata baku untuk percakapan formal, hingga kata tidak baku untuk percakapan sehari-hari.

29 Oktober 2023 Lailla

Contoh penulisan kata yang benar:

  1. Kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

Apabila bentuk maha diikuti kata dasar (mengacu kepada nama atau sifat Tuhan, kecuali kata esa), maka ditulis serangkai.

Contoh penulisan kata yang benar:

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan Yang Mahakuasa.
  2. Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan banyak nikmat.
Contoh Penggunaan Tanda Koma, Titik Koma, Tanda Baca yang benar

3. Penulisan Bentuk Ulang

Aturan penulisan kata ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.

Contoh penulisan kata yang benar:

  1. kupu-kupu
  2. anak-anak
  3. lauk-pauk
  4. berlari-lari
  5. mondar-mandir
  6. hati-hati
  7. ramah-tamah
  8. terus-menerus
  9. sayur-mayur
  10. porak-poranda
  11. mata-mata
  12. serba-serbi
  13. tunggang-langgang

Apabila ada bentuk ulang gabungan kata, penulisannya dilakukan dengan mengulang unsur pertama.

Contoh penulisan kata yang benar:

  1. Kisah klasik: kisah-kisah klasik
  2. Kursi tua: kursi-kursi tua
  3. Bus malam cepat: bus-bus malam cepat

Pada kasus bentuk ulang yang memiliki huruf kapital, seperti pada nama lembaga, dokumen, atau judul buku, bentuk ulang sempurna diberi huruf kapital pada huruf pertama tiap unsurnya.

Bentuk ulang lain diberi huruf kapital hanya diberi pada huruf pertama unsur pertamanya.

Contoh penulisan kata yang benar:

  1. Pembicara mempresentasikan hasil penelitian tentang “Aplikasi Asas-Asas Hukum Pidana”.
  2. Seminar bertema “Terus-menerus Ramah-tamah” diadakan di tingkat RT.

4. Penulisan Gabungan Kata

Unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk. Kata tersebut termasuk istilah khusus dan ditulis terpisah.

Contoh:

  1. simpang lima
  2. cendera mata
  3. duta besar
  4. model linear
  5. kambing hitam
  6. persegi panjang
  7. orang tua
  8. rumah sakit jiwa

Apabila terdapat gabungan kata yang bisa menimbulkan salah pengertian, kata tersebut ditulis dengan memberikan tanda hubung (-)

Contoh:

  1. anak-istri kolonel (anak dan istri dari kolonel)
  2. anak istri-kolonel (anak dari istri kolonel)
  3. ibu-ayah mereka (ibu dan ayah mereka)
  4. ibu ayah-mereka (ibu dari ayah mereka)
  5. buku-sejarah lama (buku sejarah yang lama)
  6. buku sejarah-lama (buku tentang sejarah lama)

Apabila terdapat gabungan kata yang penulisannya terpisah,maka penulisannya tetap terpisah jika mendapat awalan atau akhiran.

Contoh:

  1. bertepuk tangan
  2. garis bawahi
  3. sebar luaskan

Apabila terdapat gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus, penulisannya serangkai.

Contoh:

  1. Diberitahukan
  2. Menggarisbawahi
  3. Menyebarluaskan
  4. Pertanggungjawaban

Gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai.

Contoh:

  1. Adakalanya
  2. Apalagi
  3. Bagaimana
  4. Barangkali
  5. Belasungkawa
  6. Dukacita
  7. Kacamata
  8. Kasatmata
  9. Kilometer
  10. Matahari
  11. Olahraga
  12. Saputangan
  13. Saripati
  14. Sediakala
  15. Sukacita
  16. Sukarela
  17. Wiraswasta

Halaman:

Advertisement