11 Contoh Penulisan Kata yang Benar Menurut EYD KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diatur berbagai macam penggunaan kata, mulai dari kata baku untuk percakapan formal, hingga kata tidak baku untuk percakapan sehari-hari.
Contoh penulisan kata yang benar:
- Kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.
Apabila bentuk maha diikuti kata dasar (mengacu kepada nama atau sifat Tuhan, kecuali kata esa), maka ditulis serangkai.
Contoh penulisan kata yang benar:
- Bersyukurlah kepada Tuhan Yang Mahakuasa.
- Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan banyak nikmat.
3. Penulisan Bentuk Ulang
Aturan penulisan kata ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.
Contoh penulisan kata yang benar:
- kupu-kupu
- anak-anak
- lauk-pauk
- berlari-lari
- mondar-mandir
- hati-hati
- ramah-tamah
- terus-menerus
- sayur-mayur
- porak-poranda
- mata-mata
- serba-serbi
- tunggang-langgang
Apabila ada bentuk ulang gabungan kata, penulisannya dilakukan dengan mengulang unsur pertama.
Contoh penulisan kata yang benar:
- Kisah klasik: kisah-kisah klasik
- Kursi tua: kursi-kursi tua
- Bus malam cepat: bus-bus malam cepat
Pada kasus bentuk ulang yang memiliki huruf kapital, seperti pada nama lembaga, dokumen, atau judul buku, bentuk ulang sempurna diberi huruf kapital pada huruf pertama tiap unsurnya.
Bentuk ulang lain diberi huruf kapital hanya diberi pada huruf pertama unsur pertamanya.
Contoh penulisan kata yang benar:
- Pembicara mempresentasikan hasil penelitian tentang “Aplikasi Asas-Asas Hukum Pidana”.
- Seminar bertema “Terus-menerus Ramah-tamah” diadakan di tingkat RT.
4. Penulisan Gabungan Kata
Unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk. Kata tersebut termasuk istilah khusus dan ditulis terpisah.
Contoh:
- simpang lima
- cendera mata
- duta besar
- model linear
- kambing hitam
- persegi panjang
- orang tua
- rumah sakit jiwa
Apabila terdapat gabungan kata yang bisa menimbulkan salah pengertian, kata tersebut ditulis dengan memberikan tanda hubung (-)
Contoh:
- anak-istri kolonel (anak dan istri dari kolonel)
- anak istri-kolonel (anak dari istri kolonel)
- ibu-ayah mereka (ibu dan ayah mereka)
- ibu ayah-mereka (ibu dari ayah mereka)
- buku-sejarah lama (buku sejarah yang lama)
- buku sejarah-lama (buku tentang sejarah lama)
Apabila terdapat gabungan kata yang penulisannya terpisah,maka penulisannya tetap terpisah jika mendapat awalan atau akhiran.
Contoh:
- bertepuk tangan
- garis bawahi
- sebar luaskan
Apabila terdapat gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus, penulisannya serangkai.
Contoh:
- Diberitahukan
- Menggarisbawahi
- Menyebarluaskan
- Pertanggungjawaban
Gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai.
Contoh:
- Adakalanya
- Apalagi
- Bagaimana
- Barangkali
- Belasungkawa
- Dukacita
- Kacamata
- Kasatmata
- Kilometer
- Matahari
- Olahraga
- Saputangan
- Saripati
- Sediakala
- Sukacita
- Sukarela
- Wiraswasta
Halaman:

