Contoh Sel Volta dalam Kehidupan Sehari-hari beserta Ciri-ciri dan Penjelasannya
Mamikos kali ini akan mengajak kamu untuk belajar tentang sel volta dan contohnya di kehidupan sehari-hari. Yuk, ketahui apa saja sel volta yang ada di sekitarmu!
5. Jembatan Garam (Salt Bridge)
Biasanya, sel volta dilengkapi dengan jembatan garam yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan muatan dengan mengalirkan ion tanpa mencampurkan kedua larutan elektrolit.
Rangkaian Sel Volta
Pada gambar rangkaian sel volta di bawah ini, elektron mengalir dari anoda (elektroda A) ke katoda (elektroda B) melalui kawat eksternal. Kemudian ion-ion di dalam larutan bergerak melalui jembatan garam untuk menjaga keseimbangan muatan.

Yuk, perhatikan penjelasan Mamikos mengenai rangkaian sel volta di bawah ini:
1. Elektroda A (Anoda)
Elektroda ini biasanya terbuat dari logam yang lebih reaktif seperti seng (Zn). Pada anoda terjadi reaksi oksidasi (kehilangan elektron). Jadi, pada rangkaian ini, seng akan melepaskan elektron dan teroksidasi menjadi ion Zn²⁺.
2. Elektrolit A
Larutan yang mengandung ion yang sesuai dengan elektroda anoda. Dalam contoh sel volta di atas, larutan elektrolit untuk seng adalah larutan ZnSO₄ (seng sulfat) yang mengandung ion Zn²⁺.
3. V atau Voltmeter
Voltmeter terhubung di antara kedua elektroda melalui kabel eksternal. Fungsinya untuk mengukur beda potensial (tegangan) yang dihasilkan oleh rangkaian sel volta, serta menunjukkan jumlah energi listrik yang dihasilkan.
4. Jembatan Garam
Jembatan garam yang kamu lihat pada gambar rangkaian sel volta merupakan bagian yang menghubungkan kedua larutan elektrolit di dalam bejana yang terpisah.
Jembatan garam berfungsi untuk menyeimbangkan muatan dengan mengalirkan ion antara kedua larutan, sehingga ion negatif (anion) akan menuju anoda, dan ion positif (kation) akan menuju katoda tanpa mencampurkan larutan.
5. Elektroda B (Katoda)
Elektroda ini biasanya terbuat dari logam yang kurang reaktif, seperti tembaga (Cu). Di katoda, terjadi reaksi reduksi (penerimaan elektron). Oleh karena itu, ion Cu²⁺ dari larutan elektrolitnya akan menerima elektron dan tereduksi menjadi tembaga padat.
6. Elektrolit B
Larutan yang mengandung ion yang sesuai dengan elektroda katoda. Dalam hal ini, larutan elektrolit untuk tembaga adalah larutan CuSO₄ (tembaga sulfat) yang mengandung ion Cu²⁺.
Contoh Sel Volta dalam Kehidupan Sehari-hari
Nah, di bagian ini Mamikos akan langsung membahas tentang berbagai contoh sel volta dalam kehidupan sehari-hari.
Apa saja contoh sel volta itu? Yuk, simak penjelasan di bawah ini, ya.
1. Baterai Kering (Dry Cell)
Contoh sel volta dalam kehidupan sehari-hari yang paling sering digunakan adalah baterai kering. Biasanya digunakan pada perangkat seperti remote, senter, dan jam dinding.
Baterai ini menggunakan seng sebagai anoda dan karbon sebagai katoda dengan pasta elektrolit. Saat digunakan, terjadi reaksi redoks yang menghasilkan arus listrik.
Halaman:

