3 Contoh Nanomaterial dalam Kehidupan Sehari-hari dan Manfaatnya
Nanomaterial adalah bahan-bahan yang memiliki ukuran dalam skala nanometer, yaitu 1 hingga 100 nanometer. Simak penjelasannya dalam artikel ini.
3 Contoh Nanomaterial dalam Kehidupan Sehari-hari dan Manfaatnya – Ketika mempelajari fisika, kamu akan menemukan materi seputar nanomaterial.
Tahukah kamu bahwa nanomaterial merupakan salah satu bentuk pengaplikasian nanoteknologi? Nah, pengertian nanomaterial dan konsep pembentukannya ini umumnya dipelajari dalam konteks kimia dan fisika kuantum.
Untuk ulasan lebih lengkapnya seputar nanomaterial, kamu bisa baca artikel di bawah ini.
Daftar Isi
Berikut Pengertian, Manfaat hingga Deretan Contoh Nanomaterial dalam Kehidupan Sehari-hari

Menjadi salah satu bidang penelitian yang sangat menarik untuk dikembangkan, nanomaterial nanomaterial terus memberikan banyak kontribusi positif dalam berbagai bidang kehidupan.
Nanomaterial beserta barang-barang yang berhasil diproduksi dapat merepresentasikan penelitian sains yang sangat berpengaruh dalam sektor industri dan ekonomi, lho.
Teknologi nano memberikan harapan, serta peluang dan manfaat yang besar di masa depan dengan berbagai inovasi yang ditemukan.
Adapun beberapa contoh aplikasi nanomaterial dalam kehidupan sehari-hari bisa kamu temukan di akhir artikel, ya.
Pengertian Nanomaterial
Sebelum mengetahui contoh dari nanomaterial, tentu kamu harus memahami terlebih dahulu pengertian dari nanomaterial itu sendiri.
Fouad Sabry dalam Nanorobotik (2023) mendefinisikan nanomaterial sebagai bahan yang memiliki setidaknya satu dimensi utama dengan ukuran lebih kecil dari 100 nanometer.
Bahan yang disebut sebagai nanomaterial kerap kali menunjukkan karakteristik yang relevan secara teknologi, namun berbeda dari komponen massalnya.
Istilan nanomaterial juga kerap digunakan bersandingan dengan nanoteknologi. Hal ini dikarenakan hasil riset di bidang nanomaterial berupa teknologi yang dapat mengubah material berskala makro dan mikro menjadi teknologi berskala nanometer.
Nah, nanoteknologi sendiri merujuk pada teknik menciptakan mesin berukuran molekul untuk memanipulasi dan mengontrol sebuah objek.
Istilah nanoteknologi pertama kali dicetuskan pada 1959 oleh Richard Feyman. Di mana nanoteknologi mempelajari rekayasa dan ilmu tentang nanometer.
Hal ini bertujuan agar manusia dapat menciptakan, memproduksi, dan menggunakan sistem, bahan, maupun perangkat berskala nano.
Hasil nanoteknologi pun kini dapat diterapkan di bidang elektronik, bioteknologi, energi, kosmetik, kedokteran hingga bahan pangan.
Diketahui, nanomaterial bisa dibangun dengan teknik top down dan menghasilkan struktur yang sangat kecil dari potongan material yang lebih besar. Contohnya saja dengan etsa untuk membuat sirkuit pada permukaan microchip silikon.
Halaman:

