Advertisement
Source : eu-images.contentstack.com

3 Contoh Nanomaterial dalam Kehidupan Sehari-hari dan Manfaatnya

Nanomaterial adalah bahan-bahan yang memiliki ukuran dalam skala nanometer, yaitu 1 hingga 100 nanometer. Simak penjelasannya dalam artikel ini.

27 September 2024 Bella Carla

Nanomaterial juga dapat dibangun dengan teknik bottom up, atom demi atom atau molekul demi molekul.

Nah, salah satu cara untuk melakukan ini adalah perakitan sendiri, di mana atom atau molekul mengatur diri mereka sendiri ke dalam struktur karena sifat alami mereka.

Kristal yang ditanam untuk industri semikonduktor memberikan contoh perakitan sendiri, seperti halnya sintesis kimia molekul besar.

Meskipun ‘perakitan posisi’ ini menawarkan kontrol yang lebih besar atas konstruksi, saat ini sangat melelahkan dan tidak cocok untuk aplikasi industri.

Definisi ISO dari objek nano, termasuk sebagai objek nano adalah partikel nano (skala nano di semua tiga dimensi), serat nano (skala nano dalam dua dimensi), dan lembaran nano atau lapisan nano (skala nano hanya dalam satu dimensi) yang mencakup graphene dan MXene.

Reaksi Kimia Proses Fotosintesis dan Respirasi beserta Penjelasannya Lengkap

Konsep Pembentukan Nanomaterial

Mengutip dari Ayuk Ratna Puspaningsih, dkk. dalam Ilmu Pengetahuan (2021), konsep pembentukan nanomaterial dapat dipelajari lewat dua metode sintesis. Kedua metode sintesis itu adalah top-down dan bottom-up.

Metode sintesis nanomaterial top-down adalah metode yang dilakukan secara fisika. Pada metode ini sebuah partikel besar dipecah menjadi partikel berukuran nanometer.

Sementara itu, metode bottom-up merupakan proses sintesis partikel melibatkan reaksi kimia. Sejumlah partikel akan diproses secara kimia sehingga menghasilkan material lain yang berukuran nanometer.

Kedua konsep pembentukan nanomaterial tersebut didasari atas dua aspek, yakni ukuran material dan luas permukaan material. Adapun di bawah ini adalah penjelasan kedua aspek tersebut.

1. Ukuran material

Sebuah material diidentifikasi sebagai nanomaterial berdasarkan ukurannya. Di mana material berukuran nano memiliki batasan antara 1-100 nm.

Nah, material sendiri merupakan gabungan atom yang direduksi menjadi skala nano. Proses reduksi tersebut bisa menyebabkan perubahan sifat pada material saat masih berskala makro.

Misalnya saja, logam tembaga merupakan zat buram. Namun setelah direduksi menjadi skala nano, sifatnya pun berubah menjadi transparan.

Contoh lainnya ada alumunium yang merupakan bahan yang tidak mudah terbakar. Namun, setelah diperkecil menjadi skala nano aluminium menjadi lebih mudah terbakar.

Perubahan sifat juga dapat terjadi pada silikon. Material silikon bersifat isolator ketika masih berukuran makro. Namun, setelah direduksi menjadi skala nano, silikon akan berubah menjadi konduktor.

Halaman:

Advertisement