3 Contoh Nanomaterial dalam Kehidupan Sehari-hari dan Manfaatnya
Nanomaterial adalah bahan-bahan yang memiliki ukuran dalam skala nanometer, yaitu 1 hingga 100 nanometer. Simak penjelasannya dalam artikel ini.
2. Luas permukaan material
Luas permukaan nanomaterial tentunya jauh lebih kecil dari pada material makro dan mikro. Kendati demikian, luas permukaan nanomaterial juga masih lebih besar jika dibandingkan material nanonano untuk massa yang sama.
Para ahli mengungkap teori bahwa semakin kecil ukuran material dapat meningkatkan jumlah sisi aktif material untuk bereaksi secara kimia. Meningkatnya jumlah sisi aktif ini merujuk pada semakin meluasnya permukaan sisi aktif partikel.
Padaha, luas permukaan partikel meningkatkan peluang terjadinya rekasi kimia karena bertambahnya sisi aktif.
Hal inilah yang menyebabkan nanomaterial cenderung lebih reaktif secara kimia dibanding material nanonano.
Dimensi Bahan Nanomaterial
Klasifikasi nanomaterial didasarkan pada jumlah dimensi material yang berada di luar rentang skala nano (<100 nm).
Oleh sebab itu, dalam nanomaterial berdimensi nol (0D) semua dimensi diukur dalam skala nano (tidak ada dimensi yang lebih besar dari 100 nm). Paling umum, bahan nano 0D adalah:
- Dalam bahan nano satu dimensi (1D), satu dimensi berada di luar skala nano. Kelas ini mencakup nanotube, nanorods, dan nanowires.
- Dalam nanomaterial dua dimensi (2D), dua dimensi berada di luar skala nano. Kelas ini menunjukkan bentuk seperti pelat dan mencakup graphene, nanofilms, nanolayers, dan nanocoatings.
- Nanomaterial tiga dimensi (3D) adalah material yang tidak terbatas pada skala nano dalam dimensi apa pun. Kelas ini dapat berisi serbuk curah, dispersi nanopartikel, bundel kawat nano, dan tabung nano serta multi-nanolayers.
Contoh Nanomaterial dalam Kehidupan Sehari-hari
Berikut ini adalah beberapa contoh pengaplikasian nanomaterial dalam kehidupan sehari-hari.
1. Pompa air tenaga surya
Pompa air tenaga surya adalah teknologi berbasis photovoltaic atau panel surya yang mengkonversi sinar matahari menjadi daya untuk menggerakkan pompa air.
Umumnya, sistem ini terdiri dari modul panel surya, motor pompa AC atau DC, dan system elektronik.
Modul panel surya dipasang dengan menyesuaikan struktur dengan ketentuan dari tracking manual maupun otomatis.
Air dipompa dalam waktu tertentu yang kemudian disimpan pada sebuah tangki. Dan kemudian tangki air digunakan untuk penyimpanan.
Pada beberapa sistem juga digunakan sebuah baterai yang digunakan sebagai tempat penyimpanan daya listrik dari panel surya.
Halaman:

