19+ Contoh Teks Eksplanasi Singkat beserta Struktur dan Cara Membuatnya [Lengkap]
Guna membantu kamu memahami seputar teks eksplanasi beserta contohnya, kamu bisa membaca artikel yang sudah Mamikos bagikan di bawah ini.
Contoh 2: Gempa Bumi
Pernyataan Umum (Pembuka)
Gempa bumi merupakan suatu guncangan yang penyebabnya adalah adanya pergerakan lapisan batu di bumi. Getaran tersebut asalnya adalah dari dasar bumi.
Dan terdapat daerah atau kawasan tertentu yang rentan mengalami gempa bumi. Daerah yang dimaksud adalah beberapa daerah gunung merapi aktif dan daerah-daerah sekitar lautan luas.
Deretan Penjelas (Isi)
Dikarenakan adanya gerakan atau pergeseran lapisan di dasar bumi dan letusan gunung merapi yang sangat kuat, maka pada akhirnya itulah yang menyebabkan gempa bumi terjadi.
Tidak sebatas itu, gempa bumi juga terjadi dalam waktu yang sangat cepat dan efeknya sangat kuat terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya.
Getaran dalam gempa bumi yang amat kuat tersebut kemudian menyebar ke berbagai penjuru dan itu menyebabkan banyak bangunan yang menjadi rata dengan tanah. Kejadian semacam ini tidak jarang memakan korban jiwa tersendiri.
Gempa bumi sendiri terbagi menjadi dua bentuk, perama adalah gempa vulkanik dan kedua adalah gempa tektonik. Sebab dari gemba vulkanik adalah meletusnya gunung berapi dengan ukuran besar. Dibandingkan dengan gempa tektonik, gempa vulkanik ini memang jarang terjadi.
Sedangkan yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik adalah lapisan kerak bumi yang lunak sehingga menyebabkan bumi mengalami pergerakan atau pergeseran.
Berdasarkan pada teori tektonik Plate, ada beberapa lapisan buatan yang ada di bumi ini. Dan kebanyakan kawasan yang berlapis kerak tersebut nantinya bisa hanyut kemudian mengapung pada sebuah lapisan seperti salju.
Lapisan tersebut mengalami pergerakan yang sangat pelan. Sehingga menyebabkan tabrakan atau pecah antara lapisan satu dengan lapisan yang lainnya. Inilah yang menyebabkan gempa bumi terjadi.
Penutup (Interpretasi)
Gempa bumi bisa terjadi dengan tidak mengenal musim. Kapan saja ia mungkin terjadi. Meski demikian, gempa kerap terjadi di kawasan tertentu saja.
Misalnya pada perbatasan plat pacific karena sebagian besar dari area tersebut dikelilingi oleh gunung berapi. Oleh karena itu, tempat tersebut dikenal dengan istilah lingkaran api.
Contoh 3: Pelangi
Pernyataan Umum (Pembuka)
Pelangi atau bianglala adalah fenomena alam yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Pelangi mempunyai berbagai macam warna yang saling sejajar dan tampak di langit, pelangi dianggap juga sebagai gejala optik.
Umumnya pelangi berbentuk busur, dan masing-masing ujungnya mengarah pada titik yang berbeda. Pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Tak jarang pelangi juga bisa dilihat di sekitar air terjun yang deras.
Deretan Penjelas (Isi)
Pelangi muncul karena cahaya membias dan menyimpang menjauhi partikel. Ketika matahari terbenam maka langit akan menjadi merah karena sinar matahari melewati atmosfer yang lebih tebal daripada keadaan matahari di siang hari.
Pelangi juga tidak akan terlihat di malam hari maupun saat mendung, ini menandakan jelas kalau pelangi adalah peristiwa alam karena pembiasan cahaya. Awalnya cahaya matahari melewati tetes hujan lalu dibiaskan/dibelokkan ke tengah tetes hujan sehingga membuat cahaya putih berubah menjadi warna spektrum.
Penutup (Interpretasi)
Pelangi bisa kita lihat saat sedang hujan ketika matahari bersinar dari sisi berlawanan dengan arah kita menghadap. Sehingga posisi kita harus ada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari di belakang kita.
Mudahnya begini, kita sebagai pengamat, matahari, dan pusat busur pelangi mesti berada di satu garis lurus. Sehingga kita bisa menikmati indahnya warna-warni pelangi yang terdiri dari warna Merah, Jingga, Kuning, Hijau Biru, Nila, Ungu.
4. Contoh Teks Eksplanasi Singkat Banjir
Contoh Banjir 1:
Pernyataan Umum (Pembuka)
Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Biasanya banjir datang secara mendadak dan mengalir deras sehingga menghanyutkan benda-benda. Banjir bisa mengakibatkan beragam masalah seperti ekonomi, sosial, dan merusak sarana prasarana yang ada.
Deretan Penjelas (Isi)
Kita ketahui bersama mengenai banjir bahwa terdapat beberapa penyebab. Penyebab terjadinya banjir yang pertama karena curah hujan yang tinggi di suatu daerah sehingga air sungai tidak bisa menampung kapasitas air seperti biasanya.
Sampah yang berada di sungai karena dibuang sembarangan oleh manusia juga bisa mengakibatkan banjir karena aliran air sungai menjadi terhalang dan mampet. Hutan yang gundul akibat penebangan liar juga berpengaruh terhadap timbulnya banjir.
Sebab, akar pohon yang seharusnya berfungsi sebagai penyerap air, tidak ada sehingga air tidak terserap dan akan menggenang di daratan.
Kita lihat kota besar seperti Jakarta, banyak pemukiman warga yang terdapat di pinggir sungai. Rumah yang berada di bantaran sungai menjadi salah faktor penyebab banjir. Karena tanah bisa saja longsor dan menutupi sisi sungai.
Kemudian, faktor lain penyebab terjadi banjir karena bendungan yang jebol karena lingkungan yang kurang terawat. Dan bendungan yang jebol bisa juga karena faktor hujan sehingga debit air meningkat.
Penutup (Interpretasi)
Dampak yang diakibatkan oleh banjir dibagi menjadi 3, yaitu dampak primer, dampak sekunder, dan dampak tersier (jangka panjang). Dampak primer ini meliputi kerusakan fisik seperti mobil, bangunan, jembatan, jalan raya.
Dampak sekunder meliputi persediaan air, penyakit, pertanian dan kesediaan pangan, transportasi, pepohonan. Dampak tersier/jangka panjang meliputi ekonomi menjadi sulit karena penurunan jumlah wisatawan, kelangkaan makanan, biaya pembangunan kembali.
Sehingga kami mengajak agar kita lebih tertib lagi membuat sampah, jangan sampai membuat sampah di area sungai yang justru bisa mengakibatkan banjir yang efeknya kembali ke diri kita masing-masing.
Contoh Banjir 2:
Pernyataan Umum (Pembuka)
Musim hujan 2018-2019 diprediksi masih akan menimbulkan bencana banjir bagi Jakarta, terutama pada puncak musim hujan yang jatuh pada Februari 2019. Banjir memang sudah lama menjadi langganan di Jakarta setiap tahunnya, bahkan menjadi satu momok bagi Ibukota Negara.
Tidak tanggung-tanggung, menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah menyebutkan, sebanyak 129 kelurahan dari 268 di Jakarta dan Kepulauan Seribu terancam banjir pada musim hujan 2018/2019. Dapat dikatakan bahwa kelurahan yang rawan banjir itu mencapai sekitar 48 persen dari total jumlah kelurahan yang ada.
Deretan Penjelas (Isi)
Jumlah 129 kelurahan itu merupakan jumlah diantisipasi akan banjir akibat meluapnya sungai. Beberapa sungai yang berpotensi membanjiri kelurahan-kelurahan itu yakni Angke, Pesanggrahan, Krukut, Ciliwung Kelurahan, Kanal Banjir Barat, Ciliwung Lama Kelurahan, Sunter, Cipinang Kelurahan, dan Cengkareng Drain. Kelurahan-kelurahan yang paling rawan banyak berada di Jakarta Selatan, disusul Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.
Bambang mengatakan, kelurahan yang berpotensi banjir itu berada di daerah aliran sungai (DAS) yang belum dinormalisasi atau dilebarkan dan dibeton. Selain itu, titik banjir dari tahun sebelumnya tak akan berkurang jauh. Itu terjadi terutama di DAS Ciliwung yang banjirnya cukup parah karena sudah dua tahun pemerintah tidak melakukan normalisasi di Ciliwung.
Tertundanya normalisasi sungai disebabkan ketidaksiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membebaskan bantaran sungai dari okupasi warga. Selama normalisasi tertunda, BBWSCC tetap berupaya meminimalisasi faktor banjir dengan mengeruk sungai yang sedimentasi atau pengendapannya tinggi.
Namun, pengerukan tidak seefektif ketika normalisasi dalam mengurangi banjir. Di luar dari 129 titik rawan banjir akibat luapan sungai, Bambang juga mengingatkan akan potensi genangan di ruas-ruas jalan dan permukiman akibat buruknya drainase ketika hujan turun.
Penutup (Interpretasi)
Sebenarnya langkah antisipasi banjir telah dilakukan pemerintah selama setahun terakhir. Meski bukan normalisasi sungai, namun Pemprov DKI tetap berusaha menambah daya tampung sungai dengan pengerukan dan pembersihan sampah.
Namun, karena banyaknya masyarakat yang membandel karena tetap membuat tempat tinggal di dekat sungai, membuat proses ini berjalan lambat. Padahal, ini dilakukan supaya Jakarta tidak terus-menerus tergenang banjir tiap tahunnya.
Contoh Banjir 3:
Pernyataan Umum (Pembuka)
Banjir merupakan salah satu bencana alam yang menjadi langganan tahunan bagi sebagian kota di Indonesia. Banjir sendiri mempunyai arti sebuah ketidaksanggupan sungai, danau, drainase maupun aliran air lainnya. Agar menampung air hujan, dengan air hujan yang jumlahnya begitu besar akan meluap serta menggenangi tempat-tempat disekitar tampungan air tersebut.
Deretan Penjelas (Isi)
Banjir sendiri umum terjadi di tempat-tempat seperti daerah pinggiran sungai, pemukiman yang berdiri di tempat resapan air, serta tempat yang drainasenya juga bermasalah. Banjir sering terjadi pada saat musim penghujan dimana intensitas air yang turun cukup banyak, hal ini disebabkan ada 2 yaitu faktor alam serta faktor sosial.
Faktor alam adalah faktor yang disebabkan atau berasal dari alam itu sendiri, misalnya terjadi hujan deras dengan durasi yang cukup lama sehingga membuat tempat penampungan air menjadi meluap dan menggenangi tempat-tempat disekitarnya, selain itu ada juga erosi dan sedimentasi yang menyebabkan terjadinya penyempitan sungai sehingga daya tampungnya berkurang.
Lebih parah lagi, banjir juga bisa disebabkan karena erupsi gunung berapi yang berupa banjir lahar dingin. Faktor kedua yaitu faktor sosial dimana penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah manusia itu sendiri. Ya faktor sosial ini menjadi faktor yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir.
Kebiasaan membuang sampah disungai, membangun bangunan di tempat resapan air, menggunduli hutan dan lainnya mengakibatkan terjadinya banjir.
Penutup (Interpretasi)
Dari ulasan tersebut, banjir merupakan bencana alam yang disebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor alam dan faktor sosial. Bagi penulis sendiri faktor sosial lah yang menjadi penyumbang terbesar adanya bencana banjir ini.
5. Contoh Teks Eksplanasi Gempa Bumi
Contoh Gempa Bumi 1:
Pernyataan Umum (Pembuka)
Gempa bumi terjadi secara tiba-tiba, biasanya tanpa tanda-tanda peringatan, dan dapat menyebabkan kerusakan besar. Meskipun ada cabang ilmu pengetahuan khusus yang disebut seismologi (di Indonesia disebut BMKG/Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) yang mempelajari tentang gempa bumi dan mencoba memprediksi kejadiannya, namun tidak dapat membantu dalam menentukan waktu atau tanggal yang tepat dari bencana alam ini.
Deretan Penjelas (Isi)
Para ilmuwan di seluruh dunia terus-menerus mencoba memprediksi terjadinya gempa bumi. Meskipun badan seismologi memperingatkan akan terjadinya Gempa Bumi di daerah-daerah tertentu di masa depan namun tidak dapat mengetahui kapan tepatnya gempa itu akan terjadi.
Seperti yang telah diketahui yaitu gempa bumi tidak dapat diprediksi secara tepat kapan terjadinya, sehingga orang-orang mulai hidup dalam ketakutan akan terjadinya gempa.
Kepanikan di antara orang-orang yang tinggal di daerah seperti itu dapat terlihat jelas karena mereka hampir tidak dapat berbuat banyak untuk melindungi diri mereka sendiri dari kemungkinan kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam ini.
Namun, gempa bumi tidak selalu parah dan merusak. Kadang-kadang, terjadi dalam skala yang kecil dan ringan. Kadang-kadang, terasa sangat ringan sehingga orang bahkan tidak mengetahui bahwa ini telah terjadi. Meskipun sedikit getaran, disarankan untuk mengevakuasi bangunan dan keluar di area terbuka untuk memastikan keamanan.
Penutup (Interpretasi)
Gempa bumi, dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Manusia hanya memprediksi kapan akan terjadi gempa bumi dalam rentang waktu yang panjang dan bukan dalam suatu waktu yang tepat. Hal itu menjadikan peringatan sendiri kepada semua orang untuk selalu waspada apabila gempa bumi terjadi suatu saat.
Contoh Gempa Bumi 2:
Pernyataan Umum (Pembuka)
Gempa bumi adalah getaran yang dihasilkan ketika dua lempeng di bawah permukaan bumi, bertabrakan satu sama lain dan melepaskan gelombang seismik. Dengan demikian, gempa bumi menghasilkan pelepasan energi secara tiba-tiba dari dalam bumi, yang berbentuk getaran, peristiwa itu biasa disebut gempa bumi.
Di seluruh dunia, sekitar lima puluh ribu gempa bumi terjadi setiap tahun, tetapi hanya sekitar seratus di antaranya yang berpotensi berbahaya. Sedikit yang dipahami tentang mereka sampai abad ke-20, ketika Seismologi diperkenalkan sebagai studi tentang gempa bumi. Dalam teks eksplanasi gempa bumi berikut, kita akan membahas sebab, akibat, dan fakta tentang gempa bumi.
Deretan Penjelas (Isi)
Gempa bumi disebabkan oleh pergerakan atau pecahnya bebatuan di bawah permukaan bumi. Di bawah permukaan bumi, lapisan-lapisan batu tetap saling terhubung. Batuan atau lempeng saling mendorong satu sama lain secara terus menerus, tetapi tidak bergerak saat gaya saling menyeimbangkan.
Namun, jika bebatuan pecah atau lapisan bergerak saling berhadapan, gelombang seismik dihasilkan yang mencapai permukaan dalam bentuk getaran yang dikenal sebagai gempa bumi. Oleh karena itu, gempa bumi dirasakan selama lempeng-lempeng tersebut saling bergesekan dan berhenti begitu lempeng tersebut tersangkut lagi.
Dalam bahasa seismik, titik tepat di bawah tempat bebatuan pecah disebut fokus/Hiposentrum dan titik tepat di atas disebut episentrum.Tingkat keparahan gempa bumi diukur dalam skala Richter. Gempa bumi kuat memiliki nilai tinggi pada skala Richter sedangkan gempa bumi rendah memiliki nilai lebih rendah.
Gempa berkekuatan 6 hingga 7 pada skala Richter berpotensi merusak nyawa dan harta benda, sedangkan efek gempa berukuran 4 hingga 5 pada skala Richter hanya dapat mengakibatkan getaran ringan atau sedikit kerusakan struktural. Berikut ini merupakan dampak yang ditimbulkan dari terjadinya gempa bumi.
- Tremor atau Getaran
Perguncangan tanah adalah efek pertama dari gempa bumi dan juga yang paling merusak. Kekuatan getaran tergantung pada besarnya gempa dan jarak tempat dari pusat gempa. Gempa berkekuatan sekitar 6 atau lebih pada skala Richter memiliki kemampuan untuk menghancurkan bangunan yang paling kuat sekalipun, tergantung pada jaraknya dengan pusat gempa.
- Retakan Tanah
Kadang-kadang, gempa bumi yang berkekuatan tinggi dalam skala Richter dapat menyebabkan pecahnya atau retaknya permukaan tanah di sepanjang garis patahan.
Kadang-kadang, ketika gempa berpotensi tinggi pada skala Richter, dapat terjadi keretakan tanah dengan kedalaman beberapa meter dan beberapa kilometer. Pecahnya tanah semacam itu sangat berbahaya untuk tempat-tempat vital seperti bendungan, stasiun tenaga nuklir dan jembatan.
- Kebakaran
Gempa bumi dapat menyebabkan kebakaran hutan, karena getaran memaksa pohon untuk saling bergesekan, sehingga menghasilkan panas dan percikan api. Sudah banyak peristiwa kebakaran hutan setelah gempa bumi. Selain itu, gempa bumi juga dapat menyebabkan kebakaran di daerah perkotaan, dengan memutus saluran listrik dan merusak sistem perlindungan listrik.
- Tanah Longsor
Tanah longsor adalah efek samping gempa bumi yang paling umum di daerah berbukit. Goncangan bumi menggusur tanah di bukit yang curam, sehingga menyebabkan tanah longsor.
Tanah longsor kadang-kadang berpotensi lebih berbahaya daripada gempa itu sendiri, karena mengandung puing-puing seperti pohon dan batu, dan memiliki potensi tinggi untuk merusak rumah dan harta benda serta kematian.
- Tsunami
Tsunami adalah dampak gempa bumi yang paling parah dan menakutkan. Tsunami disebabkan ketika pusat gempa bumi terletak di bawah permukaan laut. Gempa bumi di dasar laut menghasilkan gelombang yang kecil di episentrum/pusat gempa, tetapi saat mereka bergerak menuju pantai, mereka menjadi sangat besar, lebih cepat, dan lebih kuat.
Gelombang yang hanya berukuran 1 meter di atas episentrum dapat mencapai ukuran 100 meter di pantai, yang berakibat hilangnya nyawa yang sangat besar dan kerusakan yang luar biasa.
Meskipun ilmu untuk mempelajari gempa telah berkembang secara signifikan, namun belum dapat ditentukan secara pasti kapan akan terjadi gempa bumi. Di bawah ini adalah beberapa tindakan pencegahan keamanan yang dapat kalian ambil ketika terjebak dalam suatu situasi, untuk menyelamatkan diri dan keluarga dari bahaya.
- Situasi 1 – Di Luar Rumah
Jika Anda berada di luar ruangan dan merasakan gempa bumi, menjauhlah dari bangunan, tiang, pohon secepat mungkin. Saat terperangkap di luar saat gempa, sebaiknya berdiri diam di tanah yang lapang, jauh dari bangunan apa pun yang dapat menimpa kalian.
- Situasi 2 – Di Dalam Ruangan
Jika kalian terjebak di dalam ruangan ketika terjadi gempa bumi, pilihan terbaik bagi kalian adalah menemukan meja atau tempat tidur yang kokoh dan kuat dan berbaring di bawahnya, menundukkan kepala dan lengan kalian menutupi kepala. Tetap berada di posisi ini sampai getaran berhenti atau bantuan tiba.
- Situasi 3 – Mengemudi Kendaraan
Jika Anda mengemudi dan merasakan gempa bumi, maka bergeraklah secepat mungkin untuk menghindari bangunan dan tetap berada di dalam kendaraan. Kemudian setelah gempa bumi, lanjutkan perjalanan dengan hati-hati dan hindari jembatan jika mungkin, karena getarannya mungkin telah merusaknya.
Penutup (Interpretasi)
Gempa bumi adalah fenomena alam dan meskipun kita sudah mengetahuinya, kita tidak bisa menghentikannya dan tidak dapat memprediksinya secara pasti; namun, kita selalu bisa bertindak bijak ketika terjebak dalam situasi itu, menyelamatkan hidup kita serta kehidupan orang lain seperti menghindari bangunan tinggi dan berlindung di tanah lapang atau di bawah meja/kasur.
Contoh Gempang Bumi 3:
Pernyataan Umum (Pembuka)
Gempa bumi adalah getaran atau goncangan yang terjadi karena pergerakan lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi. Peristiwa alam itu sering terjadi di daerah yang berada dekat dengan gunung berapi dan juga di daerah yang dikelilingi lautan luas.
Deretan Penjelas (Isi)
Gempa bumi terjadi karena pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsyat. Selain itu, gempa bumi terjadi begitu cepat dengan dampak yang begitu hebat. Oleh karena itu, akibat yang ditimbulkan sangat luar biasa.
Getaran gempa bumi sangat kuat dan merambat ke segala arah sehingga dapat menghancurkan bangunan dan menimbulkan korban jiwa. Berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat dibgolongkan menjadi dua, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik.
Gempa tektonik terjadi karena lapisan kerak bumi menjadi genting atau lunak sehingga mengalami pergerakan. Teori “Tektonik Plate” berisi penjelasan bahwa bumi kita ini terdiri atas beberapa lapisan batuan. Sebagian besar daerah lapisan kerak ini akan hanyut dan mengapung di lapisan, seperti halnya salju.
Lapisan ini bergerak sangat perlahan sehingga terpecah-pecah dan bertabrakan satu dengan yang lainnya. Itulah sebabnya mengapa gempa bumi terjadi. Sementara itu, gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Gempa vulkanik ini lebih jarang terjadi dibandingkan dengan gempa tektonik.
Penutup (Interpretasi)
Gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas Plat Pasifik. Tempat ini dikenal dengan lingkaran api karena banyaknya gunung berapi.
6. Contoh Teks Eksplanasi Singkat Pendidikan
Contoh 1: Proses Terjadinya Hujan
Pernyataan Umum (Pembuka)
Jumlah air di alam ini selalu tetap dan mengikuti “siklus hidrologi”. Siklus hidrologi adalah peredaran air yang terus berlangsung dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui proses evaporasi, kondensasi, dan presipitasi.
Akibat panas matahari, air di permukaan bumi berubah wujud menjadi gas/uap dalam proses evaporasi. Evuporasi bisa terjadi melalui air (sungai, reservoir, waduk, dan air laut) dan tanaman.
Deretan Penjelas (Isi)
Tanaman menyerap air melalui akar. Energi panas matahari menyebabkan air di dalam tanaman keluar dalam wujud uap. Proses pengambilan air oleh akar tanaman dan penguapan dari dalam tanaman disebut transpirasi. Uap berubah menjadi air karena perbedaan temperatur di atmosfer.
Butir-butir air terjadi karena tetesan air kecil (tiny droplet) yang timbul akibat kondensasi berbenturan dengan tetesan air lainnya dan terbawa oleh gerakan udara.
Adanya gravitasi menyebabkan butir-butir air itu turun ke bumi, yang disebut dengan hujan atau presipitasi. Jika temperatur udara turun sampai di bawah 0° Celcius, butiran air akan berubah menjadi salju. Ketika sampai ke bumi, air hujan mengalir dan bergerak dari daerah yang tinggi ke daerah yang rendah. Aliran air ini disebut aliran permukaan tanah karena bergerak di atas muka tanah.
Penutup (Interpretasi)
Aliran ini akan masuk daerah tangkapan yaitu daerah aliran menuju ke sistem jaringan sungai, sistem danau, atau waduk.Dalam sistem sungai. aliran ini mengalir mulai dari sistem sungai kecil ke sistem sungai yang besar dan akhirnya menuju mulut sungai atau sering disebut estuary, yaitu tempat bertemunya sungai dengan laut.
Contoh 2: Proses Terjadinya Hujan Es
Pernyataan Umum (Pembuka)
Hujan es dalam ilmu meteorologi disebut juga hail, adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat dingin di atmosfer pada lapisan di atas freezing level. Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar.
Karena ukurannya, walaupun telah turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu relatif hangat tidak semuanya mencair. Hujan es tidak hanya terjadi di negara subtropis, tapi bisa juga terjadi di daerah ekuator.
Deretan Penjelas (Isi)
Proses lain yang dapat menyebabkan hujan adalah riming, di mana uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terjadilah es dengan ukuran yang besar.
Hujan es disertai puting beliung berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis (CB) dekat dengan permukaan bumi, dapat juga berasal dari multi sel awan, dan tumbuh secara vertikal dengan luas area horizontalnya sekitar 3-5 km dan kejadiannya singkat berkisar antara 3-5 menit.
Jenis awan berlapis-lapis ini menjulang ke arah vertikal sampai dengan ketinggian 30.000 kaki lebih dan biasanya berbentuk bunga kol dan disebut awan cumulo nimbus (CB)(wikipedia.org).
Dua per tiga dari bumi ini mengandung air dan sisanya adalah daratan. Air itu tersimpan dalam di tempat seperti samudera, lautan, dan permukaan tanah. Air di samudera, lautan, sungai, dan danau tersebut akan mengalami penguapan atau evaporasi dengan bantuan sinar matahari, sedangkan air pada tumbuhan akan mengalami proses penguapan yang dinamakan transpirasi.
Kemudian uap-uap air tersebut akan mengalami proses kondensasi atau pemadatan yang akhirnya menjadi awan. Awan-awan itu akan bergerak ke tempat yang berbeda dengan bantuan embusan angin baik secara vertikal maupun horizontal.
Awan yang mengandung uap air tertiup angin ke tempat yang dingin, mencapai dew point/titik embun lalu mengembun, dan karena beratnya, kemudian jauh sebagai hujan. Setelah mengembun dan menjadi air, lalu tertiup oleh angin thermis yang naik, ke ketinggian dengan temperatur di bawah freezing point.
Embun tersebut lalu akan membeku menjadi es, dan akan jatuh. Karena ikatan antarmolekul es selaku benda padat jauh lebih kuat dari ikatan antarmolekul air, maka es tersebut lalu jatuh dalam bentuk yang tidak beraturan, bisa sebesar kepalan tangan. Inilah fenomena hujan es.
Penutup (Interpretasi)
Hujan es juga sering terjadi di Indonesia meskipun Indonesia terletak di daerah tropis yang suhu udaranya (di permukaan) selalu hangat dengan kelembapan udara yang relatif tinggi meskipun pada musim kemarau. Hujan es bisa menyebabkan kerusakan serius, khususnya untuk dunia otomotif, penerbangan, kaca dan jendela, peternakan, dan banyak lainnya.
Halaman:





