Advertisement
Source : unsplash.com/@thoughtcatalog

19+ Contoh Teks Eksplanasi Singkat beserta Struktur dan Cara Membuatnya [Lengkap]

Guna membantu kamu memahami seputar teks eksplanasi beserta contohnya, kamu bisa membaca artikel yang sudah Mamikos bagikan di bawah ini.

25 Agustus 2025 Lailla

Contoh 3: Proses Terjadinya Petir

Pernyataan Umum (Pembuka)

Petir merupakan peristiwa lepasnya muatan listrik statis yang terjadi secara dramatik dan alamiah. Peristiwa ini terjadi akibat dari keluarnya muatan-muatan listrik dari benda, dalam hal ini adalah awan.

Pelepasan listrik statis kadang-kadang terjadi secara perlahan dan tenang. Namun, sesekali berlangsung cepat disertai percikan cahaya atau suatu bunyi ledakan. Percikan cahaya yang muncul ini disebut dengan kilat.

Deretan Penjelas (Isi)

Petir terjadi karena perbedaan potensial muatan antara awan dan bumi, atau awan dengan awan lainnya. Muatan pada awan itu terjadi karena awan bergerak terus-menerus secara teratur.

Selama pergerakan itu awan akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi. Sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Biasanya ini terjadi sebelum awan ‘menumpahkan’ hujan.

Awan sendiri terdiri dari jutaan butir air dan es beku di udara. Selama proses interaksi, butiran air berbenturan dengan awan lain yang sedang kembali mencair (kendensasi) ke atas. Butiran ini mengakibatkan muatan negatif (elektron) terjatuh.

Elektron tersebut terkumpul di bagian bawah memberikan muatan negatif dan awan yang naik yang kehilangan elektron, membawa muatan positif ke bagian atas. Pada titik ini, udara yang naik mempunyai kemampuan untuk membawa muatan positif ke awan bagian atas, bagian beku lainnya akan terjatuh ke bagian awan terbawah atau menuju ke tanah.

Kombinasi antara benturan dan pembekuan ini menyebabkan perbedaan muatan yang sangat besar, dan mengakibatkan terjadinya sambaran petir. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan karena pada keadaan ini udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir.

Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Contoh Teks Eksplanasi tentang Tsunami, Tanah Longsor, Angin Puting Beliung

Penutup (Interpretasi)

Petir merupakan salah satu fenomena alam yang paling kuat dan menghancurkan. Meskipun arus petir hanya sesaat, kira-kira selama 200 mikrodetik, tapi kerusakan yang ditimbulkan sangat luar biasa. Efek dari serangan langsung sangat jelas terlihat, mulai dari kerusakan bangunan, kebakaran, sampai bahaya kematian bagi manusia.

7. Contoh Teks Eksplanasi Singkat Pelangi

Contoh Pelangi 1:

Pernyataan Umum (Pembuka)

Pelangi dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Rainbow. Pelangi merupakan suatu peristiwa optik atau sejenis meterologi yang berbentuk cahaya dengan berbagai warna yang antara warna satu dengan warna lainnya bersifat paralel sehingga mewujud di langit atau media yang lain dengan sangat indah.

Ketika di langit terjadi yang namanya hujan ringan, maka pelangi biasanya akan terlihat layaknya cahaya yang menuju cakrawala. Selain itu, pelangi yang amat indah juga kerap dijumpai di air terjun.

Deretan Penjelas (Isi)

Munculnya pelangi di cakrawala selama ini sesungguhnya terjadi dengan empat siklus. Salah satunya adalah karena pembiasan matahari. Hal itu dikarenakan, terciptanya pelangi itu sendiri disebabkan karena adanya pembiasan cahaya atau sinar matahari yang dibelokkan ke arah lain dari sebuah medium oleh tetesan air yang ada pada atmosfer bumi.

Kemudian, tetesan air itu dilewati oleh sinar matahari. Saat tetesan airnya dilewati oleh sinar matahari, maka cahayanya aka dibiaskan sehingga mampu memunculkan warna warni yang indah dan mampu terpisah secara sendiri-sendiri.

Selanjutnya adalah pembelokan cahaya. Masing-masing warna tersebut nantinya akan dibelokkan menggunakan sudut yang berbeda. Karena itulah pelangi bisa memberikan warna-warna yang sangat memukau. Kemudian mengenai terciptanya warna pelangi.

Warna ungu adalah warna yang paling pertama dibelokkan.Sedangkan warna merah menjadi warna yang dibelokkan paling akhir. Kemudian disusul dengan berbagai warna pelangi lainnya misalnya kuning, jingga, biru, hijau dan juga nila.

Penutup (Interpretasi)

Dari fenomena ini, maka Anda bisa melihat pelangi yang sangat lengkap warnanya karena ada geometri optik saat proses penguraian dari warnanya. Ketika hujan yang ringan bersama dengan kemunculan sinar matahari, maka di situlah Anda bisa melihat fenomena pelangi.

Namun, itu harus dari arah yang berlawanan dengan Anda. Keberadaan Anda harus tepat di antara posisi matahari di belakang. Sementara pusat dari busur pelangi dan mata Anda harus berada pada garis lurus.

Contoh Pelangi 2:

Pernyataan Umum (Pembuka)

Pelangi merupakan suatu busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Pelangi juga dianggap sebagai gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang jelas.

Deretan Penjelas (Isi)

Pelangi dan efek cahaya lain di langit di sebabkan oleh cahaya yang membias dan menyimpang menjauhi partikel. Saat matahari terbenam, langit menjadi merah karena karena sinar matahari lewat melalui atmosfer yang jauh lebih tebal daripada ketika matahari berada tinggi di langit pada siang hari.

Pelangi tidak akan tampak pada malam hari atau ketika cuaca mendung. Hal itu terjadi karena pelangi merupakan hasil dari pembiasan cahaya. Pada mulanya cahaya matahari melewati sebuah tetes hujan, kemudian di belokkan atau dibiaskan menuju tengah tetes hujan sehingga memisahkan cahaya putih menjadi warna spektrum.

Penutup (Interpretasi)

Pelangi hanya dapat di lihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan terkesan air dengan matahari di belakang orang tersebut.

Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus. Cahaya dengan panjang gelombang terpendek seperti ungu, terdapat di bagian kurva dan yang memiliki panjang gelombang terpanjang seperti merah terdapat pada bagian luar

Contoh Pelangi 3:

Pernyataan Umum (Pembuka)

Pelangi adalah salah satu hal paling menakjubkan yang dapat dilihat di langit. Namun, banyak orang tidak tahu bagaimana pelangi terbentuk. Sebagai permulaan, saya akan mulai dengan menjelaskan bagaimana pelangi terbentuk. Pelangi terjadi sebagai hasil pembiasan dan dispersi cahaya putih, saat melewati prisma.

Karena sebuah prisma memiliki dua indeks, perbedaannya menyebabkan cahaya berbeda di sudut yang berbeda saat keluar dari prisma. Ini membagi warna putih menjadi banyak komponen, yang merupakan warna yang berbeda.

Karena hujan mengandung dua indeks bias, sehingga itu menghasilkan warna yang berbeda ketika terkena sinar matahari. Warna-warna di langit ini adalah apa yang kita lihat sebagai pelangi.

Deretan Penjelas (Isi)

Pelangi hanya dapat terbentuk dalam kondisi beriku. Pertama, matahari harus berada di atas cakrawala dan tidak tertutup oleh awan, gunung, atau hambatan besar lainnya. Kedua, matahari harus cukup rendah di langit. Ketinggian matahari harus di bawah 42 ° untuk membuat pelangi dapat dilihat dari sudut pandang kalian. Udara di seberang matahari harus mengandung banyak tetesan air.

Pelangi selalu muncul di langit yang berseberangan dengan Matahari. Jadi, jika Anda membelakangi Matahari, pelangi akan melengkung melintasi langit di depan Anda. Pelangi adalah fenomena optik yang melibatkan tiga proses: refleksi, dispersi, dan refraksi.

Penutup (Interpretasi)

Pelangi tidak akan tampak pada malam hari atau ketika cuaca mendung. Hal itu terjadi karena pelangi merupakan hasil dari pembiasan cahaya. Pelangi hanya dapat di lihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat.

Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari di belakang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus. Cahaya dengan panjang gelombang terpendek seperti ungu, terdapat di bagian kurva dan yang memiliki panjang gelombang terpanjang seperti merah terdapat pada bagian luar

8. Contoh Teks Eksplanasi Singkat Gunung Meletus

Contoh Gunung Meletus 1:

Pernyataan Umum (Pembuka)

Gunung meletus merupakan fenomena alam yang terjadi akibat adanya endapan magma pada perut bumi dan disemburkan oleh gas yang memiliki kekuatan tinggi. Letusan gunung berapi merupakan salah satu bencana alam yang sangat dahsyat. Walaupun begitu, gunung berapi terbentuk oleh letusan yang sangat dahsyatnya itu. Beberapa gunung berapi di Indonesia adalah Gunung Krakatau, Gunung Merapi, Gunung Toba, Gunung Kerinci, Gunung Tambora, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Deretan Penjelas (Isi)

Hampir semua aktivitas gunung berapi berhubungan dengan zona kegempaan yang aktif karena berhubungan langsung dengan batas lempeng bumi. Fenomena gunung meletus diawali dengan aktivitas pada batas lempeng bumi yang mengalami perubahan tekanan dan suhu yang signifikan.

Sehingga mampu melelehkan material batuan di sekitarnya itu, yang biasa disebut dengan magma atau cairan pijar. Magma akan mengintrusi material yang berada disekitarnya melalui rekahan-rekahan yang mendekati permukaan bumi.

Magma dibentuk melalui suhu yang sangat panas di dalam perut bumi. Pada kedalaman yang relatif, suhu yang sangat tinggi mampu melelehkan seluruh material yang ada didalam perut bumi.

Pada saat material-material ini meleleh maka akan menghasilkan gas yang nantinya akan bercampur dengan magma tersebut. Magma yang akan dikeluarkan oleh gunung meletus terbentuk pada kedalaman kurang lebih 60 sampai 160 KM dibawah permukaan bumi.

Kemudian magma yang mengandung gas, berada dibawah tekanan batu-batuan padat yang terdapat disekitar kawah. Tekanan ini menyebabkan magma meletus dan bergerak keluar menuju permukaan bumi.

Gas dan magma ini bersamaan meledak dan membentuk lubang yang biasa disebut dengan lubang utama. Sebagian besar magma dan material vulkanik lainnya kemudian menyembur melalui lubang utama ini.

Setelah semburan berhenti, kawah yang menyerupai mangkuk ini biasanya terbentuk pada bagian puncak gunung berapi. Sementara itu, lubang utama berada di dasar kawah tersebut.

Dampak dari letusan gunung berapi terhadap lingkungan dapat berupa dampak positif dan juga dampak negatif. Dampak negatif dari letusan gunung berapi adalah berupa bahaya langsung yang dapat dirasakan oleh manusia dan makhluk hidup yang lainnya.

Seperti awan panas, gas beracun, debu vulkanik, dan jatuhan piroklastik yang keluar dari gunung berapi tersebut. Sedangkan bahaya yang tidak langsung setelah erupsi berakhir adalah terjadi hujan lahar, rusaknya lahan pertanian dan perkebunan, serta ancaman berbagai penyakit seperti penyakit saluran pernapasan.

Adapun dampak positif yang dapat dirasakan adalah lahan yang subur, material yang keluar dari perut bumi dapat dijadikan sebagai mata pencaharian masyarakat, energi panas bumi, areal wisata alam, dan sumber daya air.

Penutup (Interpretasi)

Oleh karena itu, sampai saat ini gunung berapi masih menjadi sebuah momok yang mengerikan untuk masyarakat. Karena kedahsyatan letusan gunung berapi mampu membelah pulau dan membentuk danau.

Contoh Gunung Meletus 2:

Pernyataan Umum (Pembuka)

Gunung meletus terjadi karena adanya endapan magma yang ada di perut bumi kemudian disemburkan oleh gas dengan kekuatan besar. Letusan gunung berapi merupakan salah satu bencana alam yang sangat dahsyat dan memakan banyak korban jiwa.

Beberapa gunung berapi di Indonesia adalah Gunung Krakatau, Gunung Merapi, Gunung Toba, Gunung Kerinci, Gunung Tambora, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Deretan Penjelas (Isi)

Nyaris semua gunung berapi berkaitan dengan daerah kegempaan yang aktif, karena berkaitan langsung dengan batas lempeng bumi. Peristiwa alam gunung meletus diawali dengan perubahan tekanan batas lempeng bumi dan perubahan suhu yang signifikan.

Perubahan tekanan batas lempeng bumi dan perubahan suhu membuat material batuan disekitarnya meleleh, biasa kita sebut dengan magma atau cairan pijar. Magma ini akan mengintrusi material disekitarnya melewati rekahan-rekahan menuju permukaan bumi.

Suhu yang sangat tinggi bukan hanya mampu melelehkan magma bahkan bisa seluruh material yang berada di dalam perut bumi di kedalaman yang relatif.

Di saat itu juga akan muncul gas yang akan bercampur dengan magma. Magma yang keluar saat gunung meletus terbentuk di kedalaman 60-160 KM dibawah permukaan bumi. Lalu gas yang bercampur dengan magma tersebut berada dibawah tekanan batuan-batuan padat yang ada disekitar kawah.

Sehingga tekanan ini membuat gas dan magma bergerak ke permukaan bumi dan meletus secara bersamaan. Dari situ terbentuklah lubang utama. Lubang inilah tempat menyemburnya magma dan material vulkanik lain.

Ketika semburan telah berhenti atau mendingin, biasanya akan terbentuk kawah di bagian puncak gunung yang menyerupai mangkuk dan lubang utama terletak di dasar kawah tersebut. Letusan gunung berapi menyebabkan dampak positif.

Dampak positif yang bisa terlihat yaitu lahan di daerah gunung berapi menjadi subur, material yang keluar bisa dijadikan sebagai mata pencaharian masyarakat, sumber daya air, wisata alam, dan energi panas bumi.

Hingga sekarang gunung berapi masih menjadi hal yang menyeramkan untuk manusia. Karena luar biasanya gunung berapi sampai bisa mengakibatkan terbentuknya pulau dan danau, bahkan bisa menutupi atmosfer bumi yang menyebabkan perubahan suhu yang ekstrim.

Penutup (Interpretasi)

Selain berdampak positif, gunung meletus berdampak negatif. Dampak negatif yang paling terlihat yaitu bahayanya terhadap manusia dan makhluk hidup di sekitarnya.

Karena mengeluarkan gas beracun, awan panas, debu vulkanik, dan bebatuan yang keluar dari gunung yang meletus. Setelah erupsi berakhir terdapat kemungkinan terjadi hujan lahar, rusaknya lahan pertanian dan perkebunan.

Bahkan sejarah pernah mencatat pernah ada bencana alam letusan gunung berapi yang mengakibatkan tewasnya ribuan orang dan menyebabkan iklim di dunia berubah. Maka dari itu kita perlu selalu waspada dengan memperhatikan skema peringatan gunung berapi di Indonesia yang diberikan oleh BMKG.

Sehingga kita bisa menentukan waktu yang tepat untuk mengungsi apabila terjadi erupsi gunung berapi di sekitar daerah kita.

Contoh Gunung Meletus 3:

Pernyataan Umum (Pembuka)

Indonesia memiliki cukup banyak jumlah gunung berapi yang masih aktif jika dibandingkan dengan negara lainnya di dunia. Beberapa nama gunung berapi di Indonesia yang sampai sekarang masih aktif adalah Gunung Anak Krakatau, Gunung Toba, Gunung Kerinci, Gunung Tambora, Gunung Merapi, dan masih banyak lagi gunung berapi lainnya baik yang baru-baru saja meletus maupun yang sudah lama tidak meletus namun masih aktif.

Setiap gunung berapi memiliki endapan magma di dalam perutnya, kemudian letusan bisa terjadi ketika adanya gas dari dalam perut bumi yang mendorong endapan magma tersebut keluar melalui kawah di puncak gunung.

Aktifnya gunung berapi bisa berupa letusan dengan semburan magma yang tinggi, ada juga yang hanya meluncurkan lelehan magma tanpa disertai dengan adanya letusan. Gunung berapi meletus adalah salah satu bencana alam berbahaya yang beresiko tinggi di Indonesia.

Deretan Penjelas (Isi)

Berbeda dengan gempa bumi, letusan gunung berapi bisa diprediksi meski tingkat akurasinya tentu tidak 100%, namun cukup untuk menjalankan prosedur keamanan agar dampak negatif yang ditimbulkan bisa diminimalisirkan.

Salah satu tanda yang bisa diperhatikan untuk mengenali gunung yang akan meletus adalah terdapat aktivitas vulkanik seperti misalnya terjadi perubahan suhu dan juga tekanan yang meningkat secara signifikan pada batas lempeng bumi.

Akibat adanya peningkatan suhu dan tekanan, material batuan di sekeliling lempeng tersebut meleleh yang kemudian disebut dengan lava pijar atau magma.

Pembentukan magma di dalam perut gunung berada pada kedalaman sekitar 60 hingga 120 km dari bawah permukaan bumi. Magma yang terbentuk kemudian bercampur dengan gas bumi yang makin lama makin naik melalui jalur di dalam perut gunung.

Tekanan udara, magma, dan gas yang makin naik terhalang oleh kawah gunung yang tertutup dengan berbagai material seperti batu dan sebagainya, oleh karena itu terjadilah letusan yang menyebabkan kawah terbuka dan material magma dari dalam bumi keluar melalui lubang kawah tersebut.

Letusan gunung berapi yang mengeluarkan berbagai macam material ke atas permukaan bumi menyebabkan dampak negatif dan juga dampak positif.

Dampak negatif yang terjadi adalah biasanya setelah meletus maka akan terjadi hujan abu karena magma membakar segala macam objek dan material yang ada di jalannya kemudian hujan abu tersebut menyebar ke segala arah dan bisa menyebabkan gangguan pada kehidupan manusia termasuk berdampak pada kesehatan.

Guguran material berupa batu-batu besar dan pasir juga berbahaya bagi makhluk hidup yang tinggal di sekitar gunung. Gunung meletus juga mengeluarkan gas beracun, awan panas, serta guguran piroklastik yang berbahaya bagi kehidupan manusia.

Sedangkan dampak positifnya, letusan gunung berapi menghasilkan berton-ton material seperti pasir, batu, dan mineral lainnya yang bisa bermanfaat ekonomi bagi kehidupan manusia.

Penutup (Interpretasi)

Gunung berapi adalah salah satu bencana alam yang paling mengerikan bagi kehidupan manusia. Beberapa letusan gunung berapi terbesar yang pernah dialami oleh peradaban manusia menyebabkan ribuan korban jiwa berjatuhan, bahkan membuat sinar matahari tidak bisa menembus sampai ke permukaan bumi karena terbentuk awan yang menutupi dan hujan abu yang begitu lebat. Dahsyatnya letusan gunung berapi bahkan bisa mengubah bentuk permukaan bumi seperti memecah pulau dan menciptakan danau.

9. Contoh Teks Eksplanasi Singkat Gerhana Bulan

Contoh Gerhana Bulan 1:

Pernyataan Umum (Pembuka)

Gerhana bulan merupakan salah satu fenomena alam yang sering kita jumpai. Peristiwa alam ini terjadi apabila bulan beroposisi dengan matahari. Namun, oposisi bulan dengan matahari tidak akan selamanya menghasilkan peristiwa gerhana bulan. Mengapa? Sebab kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°.

Akan ada saat dimana terjadi perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika, yang kemudian akan menyebabkan munculnya dua titik yang juga dikenal dengan istilah node. Nah, gerhana bulan akan terjadi apabila bulan beroposisi dengan titik nude tersebut. Dibutuhkan sekitar 29,53 hari sampai bulan bergerak dari satu titik ke titik oposisi lainnya.

Deretan Penjelas (Isi)

Faktanya, ketika terjadi gerhana bulan, sebenarnya terkadang penampakan bulan masih dapat terlihat. Hal ini disebabkan karena sinar matahari yang masih tersisa, berbelok menuju arah bulan oleh atmosfer bumi Sinar matahari yang dibelokkan itu tentu memiliki spektrum cahaya kemerahan, yang merupakan alasan mengapa saat peristiwa gerhana bulan, tampilan bulan akan terlihat lebih gelap, biasanya berwarna merah gelap, jingga atau bahkan coklat.

Untuk mengamati gerhana bulan, dapat Anda lakukan dengan mata telanjang tanpa adanya bahaya sedikit pun. Pada saat terjadi gerhana bulan, umat Islam yang melihat dan mengamati peristiwa gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan salat gerhana (salat khusuf).

Penutup (Interpretasi)

Ketika bayangan bumi menutupi sebagai atau seluruh penampang bulan, maka pada saat itulah akan terjadi gerhana bulan. Terutama ketika bumi menempati posisi di antara matahari dan bulan, dan berada pada satu garis lurus yang sama, yang kemudian membuat sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena dihalangi oleh posisi bumi saat itu.

Contoh Gerhana Bulan 2:

Pernyataan Umum (Pembuka)

Gerhana bulan adalah sebuah peristiwa dimana terhalangnya sebagian wajah bulan oleh bayang-bayang bumi. Yang membuat bulan seakan hanya separuhnya.

Deretan Penjelas (Isi)

Gerhana bulan terjadi ketika bumi berada di tengah-tengah antara matahari dan bulan. Dimana matahari, bumi, dan bulan terletak pada satu garis sejajar. Sehingga bumi menghalangi bulan untuk mendapat pantulan sinar matahari. Selain itu, terjadinya gerhana bulan juga akibat dari adanya revolusi bulan.

Gerhana bulan terjadi pada waktu malam hari dan pada saat fase bulan purnama sedang terjadi. Gerhana ini terjadi dengan jangka waktu 5 sampai 6 jam.

Revolusi bulan selain menyebabkan gerhana bulan, juga menyebabkan terjadinya gerhana matahari. Jika gerhana bulan terjadi karena bumi menghalangi, maka gerhana matahari adalah sebaliknya. Bulanlah yang menghalangi.

Pada gerhana matahari susunannya adalah matahari, bulan, dan bintang terletak pada satu garis sejajar. Oleh karena itu, wajah matahari terhalangi oleh bulan, sehingga terjadilah gerhana matahari. Gerhana matahari ini terjadi pada waktu siang hari.

Penutup (Interpretasi)

Terkadang pula gerhana bulan dapat menimbulkan efek bencana alam di bumi. Biasanya efek ini terjadi pada gerhana bulan penumbra. Efek yang ditimbulkan misalnya adalah gelombang laut meninggi, mempengaruhi adanya tanah longsor pada tanah yang tak stabil, cepat terjadi hujan, dan dapat menimbulkan efek gempa.

Gerhana bulan tak sering terjadi. Biasanya hanya terjadi beberapa kali dalam setahun. Dan efek-efek gerhana bulan tersebut belum tentu terjadi.

Contoh Gerhana Bulan 3:

Pernyataan Umum (Pembuka)

Gerhana bulan merupakan sebuah fenomena alam yang terjadi ketika terjadi bulan beroposisi dengan matahari. Dengan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5o menyebabkan terjadinya perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika yang menghasilkan dua titik yaitu node.

Oposisi antara bulan dan node akan menghasilkan gerhana bulan. Terjadinya gerhana bulan terkadang penampakan bulan masih terlihat yang disebabkan karena adanya sinar matahari yang tersisa yang berbelok menuju arah bulan oleh atmosfer bumi. Hal ini menyebabkan terjadinya perbedaan spektrum warna.

Akibatnya bulan akan berwarna kemerahan, jingga hingga coklat ketika sedang terjadi gerhana bulan. Ketika bayangan bumi menutupi sebagian atau seluruh bagian bulan, terutama pada saat matahari bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus yang sema sehingga sinar matahari ke bulan terhalang, hal itulah yang disebut sebagai gerhana bulan.

Deretan Penjelas (Isi)

Gerhana matahari yang terjadi akan dapat dilihat dari berbagai macam daerah di Indonesia dengan jelas. Gerhana matahari tersebut terjadi ketika posisi antara matahari, bulan dan bumi berada dalam satu garis pandang yang sama. fenomena gerhana matahari merupakan sebuah fenomena langka yang hanya terjadi sekali dalam beberapa tahun, puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun.

Sehingga bukan hal aneh lagi ketika banyak masyarakat mencoba untuk mengabadikan momen langka tersebut. Gerhana matahari tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama hingga beberapa menit. Akibatnya sebagian daerah di Indonesia mengalami gelap untuk beberapa saat.

Penutup (Interpretasi)

Daerah yang gelap tersebut kembali menjadi terang ketika matahari telah kembali beredar pada lintasan orbitnya dan tidak lagi membentuk suatu kelurusan dengan bumi dan bulan. Berdasarkan penjelasan sebelumnya dapat diketahui bahwa fenomena gerhana matahari merupakan fenomena langka yang jarang sekali terjadi. Fenomena tersebut berlangsung cukup lama dan berhasil membuat sebagian daerah di Indonesia mengalami kondisi gelap sesaat.

Halaman:

Advertisement