Advertisement
Source : https://unsplash.com/@charlesdeluvio

15 Contoh Teks Negosiasi Singkat beserta Strukturnya yang Benar, Lengkap!

Negosiasi merupakan bentuk interaksi sosial yang dilakukan dua pihak atau lebih guna mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

22 Desember 2025 Nana

5. Contoh Teks Negosiasi di Sekolah

Satu bulan menjelang hari Sumpah Pemuda, Ketua OSIS memiliki rencana untuk mengadakan kegiatan bermanfaat guna memupuk semangat dan kebersamaan.

Lalu, sang Ketua OSIS menemui Kepala Sekolah untuk mendiskusikan rencana tersebut.

25 Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Baju, Sepatu, HP, Rumah, Mobil, hingga Makanan dalam Bentuk Dialog

Orientasi

Ketua OSIS: Selamat siang, Pak!
Kepala Sekolah: Siang, Yosef! Ada yang bisa Bapak bantu?

Pengajuan

Ketua OSIS: Iya, jadi begini, Pak. Saya ingin membahas tentang rencana kegiatan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, Pak. Apakah bapak ada waktu untuk membahasnya sekarang?

Kepala Sekolah: Oh, iya. Silakan. Apa yang ingin kamu sampaikan?

Diskusi

Ketua OSIS: Peringatan Hari Sumpah Pemuda kan tinggal tiga minggu lagi, Pak. Jadi saya ingin mengadakan beberapa rangkaian acara. Tujuannya untuk menumbuhkan semangat dan keakraban, Pak.

Kepala Sekolah: Wah, ide yang cukup bagus. Tapi apa saja rangkaian kegiatan atau acaranya? Bisa sampaikan ke Bapak agar Bapak ada gambaran, Yosef?

Penjelasan

Ketua OSIS: Baik, Pak. Jadi rangkaian kegiatannya itu adalah berupa lomba kebersihan kelas, lomba kreativitas berupa peragaan karya dan lainnya, Pak. Semuanya ada di proposal yang saya bawa ini.

Problem

Kepala Sekolah: Baik, saya paham. Tapi, Yosef, untuk mengadakan acara tersebut bukankah kita memerlukan dana. Setiap lomba tidak akan meriah tanpa adanya bumbu hadiah. Meskipun misalnya hanya sebagai hiburan saja.

Sementara saat ini sekolah tidak memiliki dana cukup untuk merencanakan kegiatan di luar aktivitas wajib di sekolah. Apakah Yosef punya pendapat atau saran bagaimana agar kita bisa tetap mengadakan acara tanpa khawatir akan dananya?

Negoisasi

Ketua OSIS: Oh, kalau itu saya sudah merencanakan beberapa opsi bersama anak-anak OSIS serta ekskul yang lain pak.

Jadi, kami nanti akan menjual beberapa kerajinan tangan atau karya kami ke siswa atau masyarakat umum yang ada di sekitar lingkungan sekolah, Pak.

Nanti keuntungan dari penjualan tersebut, bisa digunakan untuk membiayai kegiatan dan membeli hadiah perlombaan, Pak.

Kesepakatan dan Penutup

Kepala Sekolah: Wah, rencana yang bagus. Kalau begitu Bapak akan mendukung rencana kamu dan teman-teman OSIS. Pada rapat nanti siang, Bapak akan sampaikan ide kamu pada guru-guru yang lain. Terima kasih atas usulannya, Yosef. Ide kamu sungguh cemerlang.


Ketua OSIS: Ini ide kami semua, Pak. Terimakasih juga atas waktunya. Kalau begitu saya permisi.

6. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli

Pada suatu hari, seorang Ibu hendak membeli ayam untuk disajikan sebagai menu utama makan malam keluarganya.

Orientasi

Penjual Ayam: Ayamnya, Bu, ayamnya. Masih seger-seger ini, Bu. Baru dipotong subuh tadi, Bu. Ayo, ayamnnya yang ayam.

Ibu: Bu, harga sekilo ayam berapa sekarang? (Ibu memegang seekor ayam yang memiliki bobot cukup besar)

Penawaran

Penjual Ayam: Oh, sekarang lagi tiga puluh ribu sekilo, Bu. Yang ibu pegang itu kisaran sekilo lebih dikit lah. Mau ambil berapa kilo ibunya?

Ibu: Kok mahal, Bu? Semalam saya lihat di berita bukannya harga ayamnya udah turun jadi dua puluh lima ribu, ya?!

Negoisasi

Penjual Ayam: Tapi ini ayamnya beda, Bu. Seger, baru dipotong.

Ibu: Emang ayam yang semalam diberitain bukan ayam seger, bu? Sama aja ayam to?

Penjual Ayam: Iya udah buat Ibu saya kasih dua puluh delapan ribu aja deh. Mau ambil berapa ibunya?

Ibu: Nggak ah, kalau segitu. Saya mending cari yang lain aja. Yang ngikutin harga umum.

Kesepakatan dan Penutup

Penjual Ayam: Eh, eh, iya Bu. Iya udah ini saya timbang, ya. Sekilo dua puluh lima ribu aja khusus buat ibu.

Ibu: Ya udah, saya ambil dua kilo. Dipotong jadi delapan, ya.

7. Contoh Teks Negosiasi Antar Teman

Andi dan Mila mendapatkan tugas dari Guru Kesenian untuk membuat sebuah karya yang unik namun ramah lingkungan. Mereka pun berdiskusi untuk menemukan jalan tengahnya.

Orientasi

Andi: Menurut penjelasan dari Bu Ika tadi, kita harus membuat sebuah kerajinan tangan atau karya yang unik, tapi juga ramah lingkungan.

Menurut saya kita bisa buat beberapa kerajinan tangan dari sedotan. Kita bisa buat gelas dan sendok. Bagaimana menurut kamu, Mil?

Penawaran

Mila: Hmm, ide kamu menarik sih, Andi. Tapi apa kita nggak buat sesuatu yang lebih memanfaatkan apa yang dianggap tidak berguna lagi?

Andi: Apa itu, Mil?

Mila: Bagaimana kalau kita membuat replika hewan dari bubur kertas atau koran bekas? Bukankah kita jauh lebih ramah lingkungan?

Negoisasi

Andi: Wah, benar juga. Tapi apakah kita bisa membuat replika lain selain binatang, Mil?

Mila: Bisa saja, Ndi. Ada banyak yang bisa kita buat replikanya dari bubur kertas atau koran bekas itu kok. Misalnya saja celengan, vas bunga topeng sampai bingkai foto juga bisa lho, Ndi.

Kesepakatan dan Penutup

Andi: Menarik juga ya, Mil. Oke kalau gitu. Tapi kalau boleh kita bisa berikan hiasan selain dari bubur kertas itu, Mil. Kita bisa beri hiasan lain misal dari gelas plastik minuman atau botolnya.

Mila: Ide menarik itu, Ndi. Ayo kita realisasikan.

Andi: Mari kita persiapkan bahan-bahannya.

8. Contoh Teks Negosiasi dengan Orang Tua

Di akhir pekan, sebuah percakapan keluarga terjadi dan membicarakan ke mana mereka akan menghabiskan waktu liburan.

Orientasi

Ayah: Karena sedang libur, bagaimana kalau kita ke rumah Paman kamu aja. Di sana kamu juga bisa main di kebun Pamanmu. (Ayah berucap pada anaknya)

Penawaran

Putra: Ah, bosan kalau cuma main sama ayam terus main di sawah lagi, Yah. Gimana kalau kita berenang aja di pemandian air panas? Pasti seru.

Ide

Ibu: Kalau Ibu sih ke mana saja yang penting tetap bawa bekal. Biar nggak jajan dan bisa menghemat pengeluaran juga.

Ayah: Ayah setuju sama ide Ibu. Kemanapun perginya, tetap bawa bekal sendiri ya, Bu?

Ibu: Iya dong, lumayan kan kalau laper kita tinggal buka bekal sendiri aja. Hemat dan sudah pasti terjaga kebersihannya daripada jajan atau makan di luar.

Ayah: Jadi gimana, Putra? Kita ke rumah Paman?

Putra: Berenang aja deh, Ayah. Ke Paman bisa nanti.

Ibu: Bukannya Putra udah berenang minggu lalu? Masak minggu ini mau renang lagi? Gantian dong, kan Ayah juga pengin mengunjungi keluarganya. Dan di rumah Paman juga seru kok.

Penolakan

Putra: Apa yang seru? Cuma ada sawah sama kandang ayam doang.

Ibu: Kasih tahu, Yah, apa yang seru dan belum dilihat sama Putra.

Negoisasi

Ayah: Nggak jauh dari rumah Paman ada sungai yang airnya jernih sekali. Waktu kecil Ayah dan Paman kamu sering main dan mandi di sana. Kami berdua sampai harus disusul oleh Nenek kamu lho karena keasyikan main di sungai itu.

Putra: Beneran, Yah? Seru? Sungainya jernih?

Kesepakatan dan Penutup

Ayah: Buktikan aja sendiri nanti.

Putra: Oke, kalau gitu, Yah. Kita ke rumah Paman aja.

Halaman:

Advertisement