7 Contoh Teks Negosiasi tentang Liburan dengan Teman atau Keluarga Singkat
Inilah berbagai macam contoh teks negosiasi liburan, baik dengan teman maupun keluarga yang dapat kamu gunakan ketika membutuhkannya.
Contoh Teks Negosiasi Liburan dengan Keluarga
Tak hanya dengan teman saja, negosiasi sering terjadi dengan keluarga, khususnya tentang persoalan liburan. Kamu pasti pernah bernegosiasi dengan anggota keluarga lain, kan?
Nah, biasanya di mata pelajaran bahasa Indonesia, tugas untuk membuat teks negosiasi tidak akan jauh-jauh dari tema keluarga atau lingkungan sekitar.
Jika kamu membutuhkan beberapa contoh dari teks negosiasi, khususnya tema keluarga yang hendak berlibur, maka lihat saja daftarnya berikut ini:
1. Contoh Teks Negosiasi Liburan dengan Keluarga Kecil
Ayah mengajak istri dan anaknya untuk mengisi waktu libur dengan berkunjung ke beberapa tujuan wisata. Kira-kira berikut inilah percakapan mereka bertiga yang termasuk negosiasi:
Ke Malang atau ke Pacitan?
Ayah: “Liburan ini Ayah mau ke Malang saja! Soalnya di sana ada banyak tempat wisata.”
Ibu: “Tapi di sana udaranya terlalu dingin, lho. Kasian Dimas yang nggak betah dingin, Yah.”
Ayah: “Dinginnya nggak seberapa kok, Bu. Lebih dingin Kota Bogor sepertinya.”
Dimas: “Sebenarnya Dimas mau-mau saja ke Malang, ke Kota Batu sekalian. Tapi Ayah belikan Dimas jaket yang tebal, ya.”
Ayah: “Nah, Dimas sudah setuju ini lho, Bu. Sekarang tinggal Ibu saja, bagaimana?”
Ibu: “Sebenarnya Ibu pengennya pergi ke Pacitan saja, Yah. Itu lho Ibu mau lihat pantai yang kayak di luar negeri. Apa sih nama pantainya? Ibu lupa!”
Dimas: “Maksud Ibu pantai yang jalannya seperti Las Vegas?”
Ibu: “Nggak tahu, ya. Pokoknya seperti di luar negeri, deh!”
Dimas: “Pantai Klayar, Bu!”
Ibu: “Nah, itu maksud Ibu. Tapi kalau Ayah sama Dimas maunya ke Malang, Ibu ikut saja, deh!”
Ayah: “Berarti Ibu setuju, ya?”
Ibu: “Iya, Yah!”
Ayah: “Kalau begitu, kita siap-siap dari sekarang! Jangan sampai di hari H nanti ada yang belum siap!”
Dimas: “Jangan lupa belikan jaket ya, Pa!”
2. Contoh Teks Negosiasi Liburan dengan Keluarga Besar
Negosiasi tentang liburan tidak hanya ada di keluarga kecil saja, melainkan rencana liburan bersama keluarga besar juga ada. Pasalnya, banyak suara dan juga pilihan karena saking banyaknya anggota.
Big Family Mau Liburan
Nenek: “Mumpung masih dalam suasana tahun baru dan masih banyak yang libur, bagaimana kalau kita pergi liburan bersama?”
Cucu 1: “Wah, ide bagus itu, Nek!”
Cucu 2: “Iya, nih. Jadi, mau ke mana kita liburannya?”
Kakek: “Memangnya Ayah dan Ibumu sudah mengizinkan?”
Ayah: “Kalau perginya bersama-sama, dibolehin kok, Kek. Benar kata Nenek, mumpung masih liburan.”
Nenek: “Tapi jangan jauh-jauh, ya. Soalnya Kakek sama Nenek sudah nggak muda lagi.”
Ibu: “Bagaimana kalau kita naik kereta wisata saja. Dengar-dengar ini lagi musim jalan-jalan naik kereta wisata dan tujuannya ada tiga sampai empat titik.”
Ibu: “Kereta wisata kan jalannya santai, jadi nggak menakutkan. Terus tujuan wisatanya cuma dekat-dekat sini saja, kok, misalnya Kampung Susu Dinasty sama Nangkula Park!”
Cucu 1: “Iya, teman-temanku juga sudah pernah liburan naik kereta wisata. Aku juga mau!”
Kakek: “Memangnya nenek-nenek dan kakek-kakek yang sudah lanjut usia seperti ini boleh naik juga?”
Ibu: “Boleh kok, Kek. Tidak ada larangan sama sekali, bahkan kebanyakan yang ikut tur kereta wisata juga lansia. Kata mereka asyik karena jalannya santai.”
Nenek: “Biayanya berapa, Nak?”
Ibu: “Kalau kemarin ibu-ibu PKK, satu orang bayar Rp35.000,- Nek. Itu sudah termasuk tiket wisata dan keretanya. Tujuannya di Kampung Susu Dinasty, Taman Plumpung, sama Nangkula Park.”
Ibu: “Kalau minggu-minggu ini, tujuannya ke Pantai Midodaren, terus ke WTS, sama ke Taman Plumpung. Bayarnya juga sama, cuma Rp35.000,- saja.”
Nenek: “Ya sudah kalau kalian semua setuju, itu saja.”
Ibu: “Jadi bagaimana? Kakek sama Ayah setuju?”
Kakek: “Ikut saja!”
Ayah: “Iya ikut saja!”
Cucu 1: “Manut Ibu, deh!”
Cucu 2: “Setuju dong!”
Ibu: “Oke, ibu pesankan tempatnya, ya!”
Halaman:
