Contoh-contoh Teks Persuasif Politik Singkat Beserta Strukturnya yang Benar
Teks persuasif terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah teks persuasif politik. Yuk telusuri lebih jauh seputar contoh teks persuasif politik di dalam artikel ini.
Contoh Teks Persuasif Politik 4
Pengenalan isu:
Berbagai rancangan undang-undang (RUU) sudah masuk dalam prolegnas. Namun, ada satu RUU terkait Kekerasan dan Pelecehan Seksual yang sontak menarik perhatian warga dan berbagai organisasi pembela hak perempuan.
Bukannya segera mengesahkan RUU yang dibutuhkan oleh masyarakat, DPR malah sibuk membahas RUU kontroversial, yakni RUU Larangan Minuman Berarkohol.
Argumentasi:
Dari kedua RUU tersebut, sudah terlihat sekali bagaimana bagaimana suara kelompok mayoritas dapat memengaruhi pemerintahana.
RUU Kekerasan dan Pelecehan Seksual tidak segera disahkan karena ada beberapa kelompok masyarakat yang masih menanamkan budaya patriarkis yang kuat dalam diri mereka.
Sementara itu, RUU Larangan Minuman Beralkohol sendiri diajukan karena kelompok tersebut menganggap minuman beralkohol menyalahi norma. Seolah-olah semua orang yang mengonsumsi alcohol adalah seorang kriminal.
Ajakan:
Alangkah lebih baiknya jika negara tidak perlu telalu ikut campur terkait moral warga negaranya. Mengingat mengonsumsi alcohol sudah menjadi adat, tradisi, bahkan ritus keagamaan tertentu.
Daripada melarang, ada baiknya jika negara membatasi dan mengawasi regulasinya dengan tepat.
Penegasan ulang:
Mari periksa lagi kepentingan apa yang coba diusung melalui RUU yang ada. Apakah hanya berpihak pada kelompok mayoritas, atau hanya sekedar memperhatikan kesetaraan hak warga negara.
Contoh Teks Persuasif Politik 5
Pengenalan isu:
Salah satu hak seorang warga negara adalah mempunyai hak pilih. Setiap warga negara berhak menentukan calon legislatif dan eksekutif yang akan mewakili mereka di pemerintahan kelak.
Penggunaan hak pilih ini biasanya akan dirayakan dalam sebuah pesta demokrasi bernama pemilu.
Argumentasi:
Hak pilih tentunya harus digunakan sebijak mungkin. Sebelum menggunakan hak pilih, kamu harus tahu terlebih dahulu visi dan misi calon legislatif dan eksekutif.
Cermatilah rekam jejaknya, sehingga kamu pun dapat mengira-ngira sejauh mana kompetensi dan kredibilitas calon.
Serta pelajari pula bagaimana dampak dari kebijakan yang akan mereka rancang nantinya.
Ajakan:
Jangan asal menggunakan hak pilih dengan memilih seseorang berdasarkan popularitas saja, namun pertimbangkan pula latar belakangnya.
Pada pesta demokrasi mendatang, mari gunakan hak pilih dengan bijak. Pilihlah wakil rakyat dan pemerintah yang betul-betul bisa merepresentasikan suaramu.
Penegasan ulang:
Mari kita gunakan hak pilih dengan adil, bebas, dan jujur. Mari memilih!
Nah, itulah deretan contoh teks persuasif politik singkat lengkap dengan strukturnya. Semoga informasi di atas dapat menjadi referensi kamu dalam memahami teks persuasif politik ya!
Jika kamu ingin mencari informasi lebih banyak seputar teks persuasif, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.
Halaman:

