Contoh-contoh Teks Persuasif Politik Singkat Beserta Strukturnya yang Benar
Teks persuasif terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah teks persuasif politik. Yuk telusuri lebih jauh seputar contoh teks persuasif politik di dalam artikel ini.
Contoh Teks Persuasif Politik 2
Pengenalan isu:
Indonesia merupakan negara yang berlandaskan demokrasi dalam memilih pemimpinnya.
Salah satu di antara mekanisme pemilihannya adalah melalui pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada).
Argumentasi:
Dari kedua mekanisme pemilihan tersebut, rakyat Indonesia berperan sebagai penentu siapa pimpinan negara Indonesia kelak.
Tentunya, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengetahui siapa saja calon pemimpin yang dapat menampung dan mewujudkan aspirasi masyarakat demi kemajuan bangsa.
Bagaimana tidak, baik presiden maupun kepala daerah yang nantinya terpilih secara tidak langsung akan menentukan nasib bangsa selama lima tahun ke depannya.
Jika kita sebagai masyarakat tidak memilih dengan tepat dan bijaksana, maka dampaknya akan kita rasakan kelak.
Lantas, bagaimana sih cara memilih pemimpin yang tepat? Memilihlah dengan cerdas.
Untuk itu kita sebagai rakyat Indonesia harus memilih calon pemimpin yang memiliki latar belakang baik, riwayat pengalaman yang sudah teruji, serta memiliki visi dan misi yang terarah dan objektif bagi kebaikan negara.
Ajakan:
Untuk itu, mari kita pilih pemimpin dengan cerdas dan mengabaikan perasaan subjektif seperti hanya menyukainya saja ketika memilih.
Terlebih memilih hanya karena adanya dorongan orang lain saja. Lakukanlah evaluasi yang objektif daripada hanya mengandalkan omongan manis atau ajakan orang lain.
Penegasan ulang:
Selalu hindari berbagai pemberitaan yang tidak bertanggung jawab di mana isinya menyampaikan suatu hal yang menyimpang terkait politik.
Belajar untuk membaca isinya, tidak hanya membaca judul berita saja. Jangan lupa untuk membandingkan berita yang didapat dengan sumber lainnya.
Menjelang pemilu, berita hoaks dapat dengan mudah menepiskan pilihan objektif kita sebagai pemilih yang cerdas.
Untuk itu, sebagai pemilih yang cerdas usahakan untuk selalu melakukan evaluasi objektif terhadap bakal calon pemimpin dan partai yang mengusungnya. Mulai hari ini, mari kita cerdas dalam memilih pemimpin.
Contoh Teks Persuasif Politik 3
Pengenalan isu:
Setiap warga Indonesia yang sadar akan haknya harus siap untuk melakukan gerakan pembangkangan warga negara.
Hal ini perlu dilakukan, terutama apabila agenda nasional berupa berupa Sidang Istimewa (SI) MPR mendatang akhirnya hanya menjadi forum konstitusional bagi para elit politik guna berbagi kesuasaan antar mereka hingga melupakan kepentingan umum masyarakat.
Argumentasi:
Dramawan W.S. Rendra bersama pengamat politik Eep Saefullah Fatah disertai dengan sejumlah praktisi ekonomi dan seniman dengan lantang menyatakan seruan agar masyarakat melakukan pembanggkangan warga negara.
Hal ini diserukan dalam sebuah konfrensi pers di Kantor Dewan Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (19/7) siang.
Ajakan pembangkangan ini dilakukan sebagai wujud keprihatinan mereka sebagai warga negara atas fenomena arus utama politik dan ekonomi yang semakin menjadikan rakyat sebagai korbannya.
Pembangkangan warga negara harus dilakukan terutama jika proses transisi ke arah demokrasi kian menuju arah elitis dan lebih mengarah pada pembajakan demokrasi oleh kekuatan maupun pikiran yang berpihak pada otoritarianisme.
Hal inilah yang saat ini membayangi proses transisi yang tengah bergulir di negara Indonesia, khususnya jika menyaksikan siding MPR yang kini telah dipersiapkan tak lebih sebagai arena pertaruhan politik kanak-kanak.
Perhelatan mahal ini dibuat sedemikian rupa agar dapat melakukan pergantian kekuaasan.
Sementara itu, agenda mendasar yang perlu dikerjakan bisa membuat rakyat bisa keluar dari krisis ekonomi yang mencekik dan krisis politik yang memuakkan.
Ajakan:
Gerakan pembangkangan ini jauh dari sikap anarkis. Gerakan ini ibaratka sebuah obat mujarap yang mampu mengobati kelesuan jiwa agar mampu merebut masa depan yang baik.
Oleh karena itu, perlu dibangun konsolidasi antar sesama warga negara dan aturan-aturan main yang demokratis.
Penegasan Ulang:
Proses sosial, ekonomi, dan politik kini telah berjalan ditengah ketiadaan aturan main bernegara yang demokratis sehingga membiarkan tatanan hidup bernegara dikelola dipolitika.
Sementara ekonomi telah membiarkan tatanan hidup bernegara dikelola di atas aturan main yang compang-camping, tidak utuh dan belum demokratis. Untuk itu mari kita lakukan bersama pembanggkangan warga negara guna meluruskan hal ini.
Halaman:

