6 Jenis Kebijakan Moneter beserta Penjelasannya Lengkap dalam Ilmu Ekonomi
Kebijakan moneter merupakan keputusan yang diambil oleh pemerintah dalam rangka menunjang aktivitas ekonomi melalui berbagai hal yang berkaitan dengan penetapan jumlah peredaran uang di masyarakat.
2. Operasi Pasar Terbuka
Saat pemerintah mengontrol peredaran uang melalui penjualan atau pembelian surat-surat berharga milik pemerintah, maka yang dijadikan instrumen kebijakan moneter adalah operasi terbuka.
Ketika bank Indonesia ingin mengurangi peredaran uang, maka pemerintah akan menjual surat berharga. Sebaliknya, saat peredaran uang harus ditingkatkan, maka pemerintah akan membeli surat berharga.
3. Kebijakan Rasio Cadangan Wajib
Berikutnya, instrumen kebijakan moneter adalah rasio cadangan wajib. Ketika Bank Indonesia ingin mengurangi cadangan kas uang bank, maka uang diedarkan di masyarakat melalui pinjaman.
Sementara, saat cadangan kas uang bank harus ditambah, uang yang beredar di masyarakat ditarik dengan peningkatan suku bunga tabungan.
4. Penetapan Suku Bunga Acuan
Dalam mencapai tujuan kebijakan moneter, maka bank Indonesia mempunyai wewenang dalam mengendalikan peredaran uang melalui suku bunga.
Besaran suku bunga yang ditetapkan oleh bank Indonesia akan menjadi acuan bank umum di seluruh Indonesia untuk menjalankan aktivitasnya. Oleh karena itu, instrumen kebijakan moneter adalah penetapan suku bunga acuan.
5. Imbauan Moral
Instrumen kebijakan moneter yang terakhir adalah imbauan moral. Dalam hal ini, Bank Indonesia selaku bank sentral menghimbau seluruh bank umum untuk menjalankan kebijakan penurunan atau peningkatan suku bunga pinjaman.
Jenis Kebijakan Moneter
Ada beberapa jenis kebijakan moneter yang umumnya diterapkan oleh otoritas moneter, seperti bank sentral.
Deretan jenis kebijakan ini mencakup berbagai instrumen dan pendekatan untuk mengendalikan jumlah uang beredar dan suku bunga guna mencapai tujuan-tujuan ekonomi.
Berikut adalah beberapa jenis kebijakan moneter yang umum dan perlu diketahui.
1. Suku Bunga Resmi (Official Interest Rates)
Otoritas moneter dapat menentukan suku bunga resmi atau suku bunga acuan yang memengaruhi tingkat suku bunga di seluruh ekonomi.
Suku bunga resmi ini dapat dinaikkan atau diturunkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, seperti mengendalikan inflasi atau merangsang pertumbuhan ekonomi.
2. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operations)
Otoritas moneter dapat membeli atau menjual surat berharga pemerintah atau instrumen keuangan lainnya di pasar terbuka. Tindakan ini mempengaruhi jumlah uang beredar dan suku bunga di pasar.
3. Giro Wajib Minimum (Reserve Requirements)
Bank sentral dapat menetapkan persentase minimum dari simpanan yang harus dipegang oleh bank komersial sebagai cadangan.
Mengubah persentase ini dapat mempengaruhi jumlah uang yang tersedia untuk dipinjamkan oleh bank komersial.
Halaman:

