7 Langkah Langkah Menyusun Teks Editorial yang Baik dan Benar

7
Langkah Langkah Menyusun Teks Editorial yang Baik dan Benar – Teks editorial
dibuat berdasarkan fakta dan opini dari sang penulis. Oleh karena itu, teks
editorial sering dicantumkan ke dalam koran-koran nasional ataupun
internasional.

Hal
itu dikarenakan, teks editorial akan dikerjakan oleh tim redaksi atau seorang
redaktur, yang telah memperoleh data faktual di lapangan. Kemudian hasil data
tersebut akan diolah, yang nantinya dibentuk menjadi teks editorial.

Bila kamu ingin mempelajari lebih dalam tentang teks editorial, kamu bisa membaca artikel berikut ini. Sebab, Mamikos sudah memberikan informasi tentang langkah langkah menyusun teks editorial. Selamat menyimak.

Pengertian
Teks Editorial

https://reginagokepowers.blogspot.com/

Teks
editorial merupakan tulisan yang dibuat oleh seorang redaktur utama media, yang
berisikan sebuah pendapat, pandangan umum, ataupun reaksi tentang suatu
peristiwa ataupun kejadian (berita aktual) yang sedang menjadi sorotan
masyarakat.

Artinya,
teks editorial adalah sebuah teks yang akan mewakili, bagaimana suatu media dapat
memandang serta menanggapi berita terkini yang nantinya mereka publikasikan.

Teks editorial juga kerap disebut juga sebagai tajuk rencana, yang berarti bentuk artikel utama pada suatu surat kabar, yang berisikan pandangan dari redaksi (tim penulis serta penyusun koran) terhadap sebuah isu ketika koran tersebut telah diterbitkan.

Intinya, kolom tersebut merupakan kolom khusus berupa sebuah opini, untuk dapat menanggapi berita yang hangat-hangatnya sedang diperbincangkan oleh kalangan masyarakat luas.

Karena
hal yang akan ditanggapinya berupa teks berita, maka di dalamnya juga akan terkandung
fakta yang telah bercampur dengan pendapat secara subjektif (bukan fakta).

Oleh
sebab itu, bisa membedakan mana yang merupakan fakta dan mana yang hanya sekedar
opini, merupakan suatu keharusan di dalam menanggapinya.

Editorial
yang baik juga akan membuka sebuah horizon yang lebih luas, serta tidak
memaksakan pada suatu ideologi tertentu bagi para pembacanya.

Struktur
Teks Editorial

Karena
teks editorial merupakan suatu opini ataupun pendapat, maka teks ini termasuk juga
ke dalam jenis teks eksposisi.

Dengan demikian, struktur secara umum dari teks ini juga terdiri dari tesis, argumentasi, serta penegasan.

Berikut merupakan penjelasan lebih lengkapnya, berdasarkan yang telah diungkapkan oleh tim dari Kemdikbud:

Tesis
(pengenalan Isu)

Adalah
sebuah pendahuluan teks editorial, yang berupa pendapat serta gambar umum tentang
isu yang telah dikomentari.

Argumen
(penyampaian pendapat)

Pembahasan
mendetail tentang peristiwa yang sedang dikomentari, dan penguatan terhadap
pendapat dengan bentuk argumen logis ataupun data faktual.

Penegasan
(ulang)

Adalah
saran, rekomendasi, kesimpulan, sampai harapan yang berkaitan langsung dengan
solusi, ataupun hanya sekadar prediksi ke depan tentang berita yang telah dikomentari.

Sementara
itu, pendapat Kosasih (2017, hlm. 285) berikut merupakan struktur utama dari
teks editorial:

Pengenalan
isu

Bagian
ini merupakan pembuka dari sebuah persoalan aktual yang telah ditulis.
Sehingga, pengenalan isu di dalam paragraf akan sangat diperlukan, untuk dapat memberikan
konteks awal kepada para pembaca.

Bagian
ini bisa berisikan pengenalan isu utama yang menjadi sebuah sorotan, tokoh,
opini masyarakat (pro-kontra), serta hal umum lain yang dapat membantu.

Penyampaian
argumen-argumen

Adalah
tanggapan dari para penyusun media yang telah bersangkutan (redaktur), tentang
kejadian, peristiwa ataupun persoalan aktual yang sedang disoroti di dalam sebuah
teks editorial.

Pada bagian ini, redaktur bisa menunjukkan di mana letak posisinya (keberpihakannya) terhadap isu yang sedang dibahas, setuju?

Atau tidak setuju? Ataupun justru hanya mengapresiasi serta memberikan bentuk pujian saja.

Kesimpulan,
saran, ataupun rekomendasi

Bagian
ketiga ini merupakan penutup, serta bisa dikatakan menjadi bagian sikap akhir,
saran, kesimpulan, ataupun rekomendasi dari informasi yang telah dikomentari.

Ciri-Ciri
Teks Editorial

Teks
editorial mempunyai beberapa ciri-ciri, antara lain sebagai berikut:

1.
Aktual dan faktual

Teks
harus mengangkat sebuah informasi yang sedang hangat diperbincangkan oleh
masyarakat. Jangan lupa juga, agar informasinya tetap harus mengedepankan pada fakta
yang telah terjadi.

2.
Sistematis dan logis

Penyusunan
sebuah teks editorial harus secara tersistematis, yang berarti harus dapat memenuhi
struktur serta kaidah pada kebahasaannya. Teks juga harus secara logis, artinya
masuk akal serta tidak hanya imajinatif.

3.
Argumentatif

Seperti yang telah dijelaskan pada awal artikel, bahwa teks ini berisikan sebuah pendapat pribadi dari tim redaksi.

Artinya teks ini lebih mengutarakan pada argumen-argumen, yang terdapat dalam sudut pandang tim redaksi.

Kaidah
Kebahasaan Teks Editorial

Selanjutnya,
kaidah kebahasaan sebuah teks editorial terdiri atas adverbia, konjungsi, serta
verba. Verba pada teks editorial dapat dibagi lagi menjadi verba material,
verba relasional, serta verba mental.

1.
Adverbia

Adalah
kata keterangan yang terdapat dalam teks editorial. Seringkali yang sering
muncul di dalam teks editorial, merupakan adverbia frekuentatif.

Adverbia frekuentatif yang dapat menggambarkan makna secara berhubungan, dengan tingkat kekerapan terjadinya sesuatu yang sedang diterangkan adverbia itu.

Contohnya yaitu, seperti kata-kata selalu, biasanya, sering, kadang-kadang, jarang, dan sebagian besar waktu.

2.
Konjungsi

Adalah
kata penghubung. Seringkali banyak ditemukan pada konjungsi antarkalimat,
seperti bahkan, malahan, serta sesungguhnya.

3.
Verba material

Adalah
kata kerja yang menunjukkan sebuah perbuatan fisik ataupun peristiwa. Contohnya
seperti membaca, menulis, serta memukul.

4.
Verba relasional

Adalah
kata kerja yang menunjukkan sebuah hubungan intensitas (pengertian A merupakan
B), dan milik (mengandung pengertian A memiliki B).

5.
Verba mental

Adalah
kata kerja yang menerapkan pada persepsi (melihat, merasa), afeksi (suka,
khawatir) serta kognisi (berpikir, mengerti).

Jenis-jenis
Teks Editorial

Masih
mengutip dari e-Modul Kemdikbud yang juga sama, berdasarkan dari jenisnya teks
editorial bisa dibedakan menjadi tiga, yakni interpretative editorial,
controversial editorial, serta explanatory editorial.

Interpretative
editorial

Jenis
teks editorial ini bertujuan dalam menjelaskan sebuah isu, dengan menyajikan sebuah
fakta serta figur guna memberikan pengetahuan.

Controversial
editorial

Controversial editor mempunyai tujuan dalam meyakinkan pembaca, pada adanya keinginan ataupun menumbuhkan kepercayaan kepada pembaca terhadap suatu isu.

Seringkali, pendapat yang berlawanan akan dapat digambarkan secara lebih buruk.

Explanatory
editorial

Teks editorial ini akan menyajikan masalah ataupun isu, untuk dapat dinilai sendiri oleh para pembaca.

Teks ini seringkali disajikan dengan sebuah tujuan, untuk mengidentifikasi masalah dan meningkatkan kesadaran dari masyarakat atas suatu isu.

Langkah
Langkah Menyusun Teks Editorial

Menurut
pendapat dari Tim Kemdikbud (2017, hlm. 106), berikut adalah langkah-langkah
untuk menyusun sebuah teks editorial sebagai berikut ini:

  1. Bacalah
    dua ataupun tiga teks editorial dan atau tajuk rencana dari sumber berita
    (media massa) yang berbeda, sebagai tambahan berbagai referensi dari gaya
    penulisan.
  2. Susunlah
    data dari isu-isu utama, untuk dapat dirumuskan menjadi sebuah pernyataan umum.
  3. Telusuri
    data-data pendukung atas sebuah pernyataan umum yang telah ditulis sebelumnya,
    dari berbagai sumber yang terpercaya seperti halnya buku, media massa
    terpercaya, lembaga penelitian, badan pusat statistik, jurnal ilmiah baik dengan
    daring ataupun luring.
  4. Susun
    perincian data-data tersebut, kemudian analisis serta buat argumen berdasarkan pada
    hasil analisisnya.
  5. Tafsirkan
    berbagai macam argumen-argumen, yang sudah dibuat menjadi pendapat baik itu berupa
    kritik, apresiasi, harapan, ataupun penilaian umum.
  6. Kemukakan
    saran ataupun rekomendasi serta tunjukkan caranya, supaya dapat memberikan
    solusi, dan tidak hanya sekadar kritik saja ataupun rincikan kebaikannya tidak
    hanya dengan memuji saja.
  7. Kemaslah
    semua kerangka yang sudah dipersiapkan menjadi bentuk tulisan teks editorial,
    dengan kalimat serta paragraf yang efektif supaya tidak terlalu panjang, serta
    tetap ringan untuk dapat dibaca; 8-10 paragraf, setiap paragrafnya terdiri atas
    2-3 kalimat.

Penutup

Itu
tadi pembahasan mengenai langkah langkah menyusun teks editorial, semoga
artikel di atas dapat membantu kamu dalam memahami langkah langkah menyusun
teks editorial yang baik dan benar.

Harapannya, kamu dapat mencoba untuk membuat teks editorialmu sendiri, dan semakin mengembangkan hasil tulisanmu tersebut.

Sebab, teks editorial ini mudah untuk dipelajari dan dibuat, dan yang kamu perlukan hanyalah fakta dan opini.

Demikian pembahasan mengenai langkah langkah menyusun teks editorial, kamu dapat membaca artikel lainnya tentang teks editorial atau teks lainnya dan Bahasa Indonesia, pada kolom yang tersedia di Mamikos.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta