Advertisement
Source : Canva/@Relif

91 Nama Akun dalam Akuntansi beserta Penjelasannya Lengkap

Terdapat banyak nama dalam akuntansi yang perlu kamu ketahui, lho. Yuk, baca artikel ini sampai habis.

22 Februari 2024 Lintang Filia

4. Akun Pendapatan (Revenue Accounts)

Digunakan untuk mencatat pendapatan atau hasil penjualan barang maupun jasa oleh suatu perusahaan selama periode waktu tertentu.

Akun ini menunjukkan jumlah uang yang diterima atau dapat diterima oleh perusahaan dari kegiatan operasionalnya.

5. Akun Beban (Expense Accounts)

Terakhir, akun beban (Expense Accounts) merupakan jenis akun yang mencatat pengeluaran atau biaya yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan selama periode waktu tertentu.

Akun ini termasuk berbagai macam biaya yang diperlukan untuk menjalankan operasional bisnis dan mencapai tujuan perusahaan.

Beban mencakup pengeluaran baik yang terkait dengan kegiatan operasional maupun non-operasional.

91 Nama Akun dalam Akuntansi

Setelah tadi kamu belajar membedakan jenis akun dalam akuntansi, kini saatnya Mamikos mengajak kamu mengenali nama akun dalam akuntansi.

Berbagai nama akun dalam akuntansi di bawah ini sudah Mamikos kumpulkan sesuai jenis akun agar lebih mudah kamu pahami.

Nama Akun dalam Akuntansi – Harta (Assets Account)

1. Kas (Cash)

Nama akun dalam akuntansi ini digunakan untuk mencatat jumlah uang tunai yang dimiliki oleh perusahaan.

2. Piutang Usaha (Accounts Receivable)

Mencatat uang yang masih harus diterima dari pelanggan atas penjualan kredit.

3. Persediaan (Inventory)

Mencatat nilai barang atau bahan mentah yang masih dimiliki oleh perusahaan untuk produksi atau penjualan.

4. Investasi Jangka Pendek (Short-Term Investments)

Mencatat nilai investasi yang dapat dicairkan dalam waktu singkat.

5. Piutang Lain-lain (Other Receivables)

Mencatat piutang dari pihak lain selain pelanggan, seperti pinjaman kepada karyawan.

6. Aset Tetap (Fixed Assets)

Mencatat nilai aset yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam operasional jangka panjang, seperti tanah, bangunan, dan peralatan.

7. Aset Tak Berwujud (Intangible Assets)

Mencatat nilai aset non-fisik seperti hak paten, merek dagang, atau goodwill.

8. Investasi Jangka Panjang (Long-Term Investments)

Mencatat nilai investasi jangka panjang yang dimiliki perusahaan dengan rencana penjualan atau pemanfaatan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

9. Kendaraan dan Peralatan (Vehicles and Equipment)

Mencatat nilai kendaraan operasional dan peralatan yang dimiliki oleh perusahaan.

10. Tanah (Land)

Nama akun dalam akuntansi yang satu ini untuk mencatat nilai tanah yang dimiliki oleh perusahaan.

Halaman:

Advertisement