91 Nama Akun dalam Akuntansi beserta Penjelasannya Lengkap
Terdapat banyak nama dalam akuntansi yang perlu kamu ketahui, lho. Yuk, baca artikel ini sampai habis.
9. Utang Dividen (Dividends Payable)
Adalah kewajiban pembayaran dividen kepada pemegang saham.
10. Utang Pensiun (Pension Liabilities)
Nama akun utang dalam akuntansi terkait dengan program pensiun karyawan.
11. Utang Komisi (Commissions Payable)
Pembayaran komisi kepada agen penjualan atau pihak ketiga di luar perusahaan.
12. Utang Imbalan Kerja (Employee Benefits Payable)
Terkait dengan pembayaran manfaat karyawan selain gaji, seperti tunjangan kesehatan atau cuti tahunan.
13. Utang Penghasilan (Income Tax Payable)
Mencatat kewajiban pembayaran pajak atas penghasilan perusahaan.
14. Utang Akumulasi (Accrued Liabilities)
Merupakan kewajiban yang terakumulasi tetapi belum dibayar pada saat laporan keuangan disusun.
15. Utang Beban (Expense Payable)
Nama akun dalam akuntansi berupa kewajiban pembayaran berbagai biaya atau beban yang belum terbayar.
16. Utang Royalti (Royalties Payable)
Pembayaran royalti kepada pemilik hak kekayaan intelektual.
17. Utang Hibah (Grant Payable)
Mencatat kewajiban pembayaran hibah atau sumbangan yang diberikan kepada perusahaan.
18. Utang Jaminan Produk (Product Warranty Liability)
Utang yang mungkin timbul karena jaminan produk yang diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan.
19. Utang Pengeluaran Tertangguh (Deferred Expenditure Liabilities)
Berupa utang pembayaran untuk pengeluaran tertangguh yang belum direalisasikan sepenuhnya.
20. Utang Lingkungan (Environmental Liabilities)
Nama akun utang yang terkait dengan dampak lingkungan yang mungkin timbul dari kegiatan operasional perusahaan.
Nama Akun dalam Akuntansi – Akun Modal (Equity Account)
1. Modal Saham (Common Stock)
Akun modal nilai saham yang diterbitkan kepada pemilik perusahaan.
2. Prive (Drawings)
Penarikan dana oleh pemilik perusahaan untuk kebutuhan pribadi, yang kemudian dikurangkan dari modal.
3. Modal Disetor (Paid-in Capital)
Modal yang telah disetor oleh pemilik perusahaan, termasuk kontribusi saham dan tambahan modal.
4. Laba Ditahan (Retained Earnings)
Akumulasi laba bersih yang tidak dibagikan sebagai dividen kepada pemilik perusahaan.
5. Modal Tambahan (Additional Paid-in Capital)
Nama akun dalam akuntansi berupa tambahan modal yang disetor di atas nilai nominal saham.
6. Selisih Transaksi Kurs (Foreign Exchange Gains/Losses)
Selisih kurs mata uang asing yang mempengaruhi nilai modal asing dalam laporan keuangan.
7. Selisih Penilaian Kembali Aset (Revaluation Surplus)
Terkait keuntungan yang muncul dari penilaian kembali aset tetap.
