8 Perbedaan Rumah KPR Subsidi dan Non Subsidi Dilengkapi Kelebihan dan Kekurangannya
Anda berniat untuk mengajukan KPR? Yuk, pahami terlebih dahulu tentang jenis KPR yang sesuai dengan kondisi Anda.
8 Perbedaan Rumah KPR Subsidi dan Non Subsidi Dilengkapi Kelebihan dan Kekurangannya – Sebelum memutuskan, ada baiknya Anda mengetahui perbedaan rumah KPR dan subsidi.
Pengetahuan tentang perbedaan rumah KPR dan subsidi akan membuat Anda memahami jenis kredit mana yang sesuai dengan kondisi finansial Anda.
Selain itu, Anda juga bisa mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kelebihan dan kekurangan KPR rumah subsidi dan non subsidi.
Berikut sudah Mamikos rangkum beberapa perbedaan keduanya.Pastikan Anda membaca artikel ini sampai habis, ya!
Daftar Isi
- Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi
- Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi: Syarat Pengajuan
- Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi: Harga Rumah
- Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi: Uang Muka
- Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi : Suku Bunga
- Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi: Fasilitas
- Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi : Ukuran Rumah
- Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi: Lokasi
- Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi: Renovasi
- Kelebihan dan Kekurangan Rumah KPR dan Subsidi
Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi

KPR subsidi adalah program pemerintah yang bertujuan memberikan bantuan finansial kepada masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki rumah sendiri.
Program ini melibatkan subsidi dari pemerintah dalam bentuk suku bunga yang lebih rendah, pembebasan dari PPN (Pajak Pertambahan Nilai), dan bantuan lainnya.
Sedangkan KPR non-subsidi adalah jenis KPR yang tidak menerima bantuan langsung dari pemerintah.
Pembeli membiayai rumah mereka dengan suku bunga dan kondisi pasar keuangan yang berlaku tanpa dukungan subsidi atau pembebasan pajak.
Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi: Syarat Pengajuan
Perbedaan rumah KPR dan subsidi yang paling penting terletak pada syarat pengajuannya.
Jika Anda hendak mengajukan KPR, ada baiknya mengetahui perbedaan persyaratan terlebih dahulu untuk menyesuaikan jenis KPR yang akan Anda pilih.
Persyaratan KPR Subsidi
1. WNI berusia minimal 21 tahun atau telah menikah.
2. Usia pemohon tidak melebihi 65 tahun pada saat kredit jatuh tempo (80 tahun untuk peserta ASABRI dengan rekomendasi dari YKPP).
3. Tidak memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah (kecuali 2 kali untuk TNI/Polri/PNS yang pindah tugas).
4. Gaji/penghasilan pokok tidak melebihi Rp4 juta (Rumah Sejahtera Tapak) atau Rp7 juta (Rumah Sejahtera Susun).
5. Memiliki e-KTP dan terdaftar di Dukcapil.
6. Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh sesuai perundang-undangan yang berlaku.
7. Pengembang wajib terdaftar di Kementerian PUPR.
8. Spesifikasi rumah sesuai dengan peraturan pemerintah.
Persyaratan KPR Nonsubsidi
1. WNI berusia minimal 21 tahun atau telah menikah, dengan status karyawan tetap/wiraswasta/profesional.
2. Lama bekerja minimal 1 tahun (karyawan) atau lama usaha minimal 5 tahun (wiraswasta).
3. Usia pemohon tidak melebihi 65 tahun.
4. Menutup asuransi (jiwa dan kebakaran) dengan syarat Banker’s Clause.
5. Bersedia menandatangani perjanjian kredit dan APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan).
6. Pembayaran angsuran secara autodebet dari rekening Pemohon di bank terkait.
Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi: Harga Rumah
Selanjutnya perbedaan rumah KPR dan subsidi terletak pada harga rumah.
Kementerian PUPR menetapkan kisaran harga rumah subsidi mulai dari Rp150,5 juta hingga Rp219 juta, tergantung pada lokasi, sementara di wilayah Jabodetabek, harga maksimalnya adalah Rp168 juta.
Rumah KPR non-subsidi memiliki kisaran harga yang lebih tinggi, berkisar dari ratusan juta hingga miliaran rupiah, tergantung pada tipe dan lokasi rumah.
Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi: Uang Muka
Selain harga, perbedaan rumah KPR dan subsidi pada pembayaran uang muka atau DP juga menunjukkan perbedaan signifikan.
Uang muka rumah KPR subsidi memiliki kisaran antara 1% hingga 10% dari harga rumah.
Pemerintah juga memberikan dukungan melalui bantuan SBUM (Subsidi Bantuan Uang Muka) kepada pembeli rumah subsidi yang mengalami kesulitan dalam menyediakan uang tunai.
Bantuan ini mencapai jumlah Rp4 juta untuk rumah tapak subsidi.
Rumah KPR non-subsidi mengharuskan pembeli untuk membayar DP yang lebih besar.
Secara umum, bank-bank biasanya mengharuskan DP kredit rumah dalam kisaran 20% hingga 30% dari harga rumah.
Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi : Suku Bunga
Suku bunga KPR non-subsidi bisa bervariasi tergantung pada kebijakan bank dan kondisi pasar keuangan.
Pada umumnya, suku bunga KPR non-subsidi dapat bersifat tetap (fixed rate) atau mengambang (floating rate).
Berikut penjelasan singkat tentang keduanya.
1. Bunga Tetap (Fixed Rate)
– Suku bunga tetap tidak mengalami perubahan selama masa kredit.
– Jumlah cicilan bulanan tetap konstan dari awal hingga akhir masa pinjaman.
– Memberikan kestabilan dalam perencanaan keuangan karena pembayaran tetap.
2. Bunga Mengambang (Floating Rate)
– Suku bunga mengambang dapat berubah seiring perubahan kondisi pasar keuangan.
– Jumlah cicilan bulanan dapat naik atau turun tergantung pada perubahan suku bunga acuan.
– Memberikan fleksibilitas, namun juga membawa risiko fluktuasi pembayaran.
Bank biasanya menentukan suku bunga berdasarkan indeks atau suku bunga acuan tertentu, seperti Suku Bunga Pasar Uang (SBPU) atau Suku Bunga Penjaminan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).
Bank juga mempertimbangkan risiko kredit dan profil keuangan peminjam dalam menentukan suku bunga yang ditawarkan.
Bunga KPR Rumah Susidi
Untuk KPR subsidi, suku bunga biasanya lebih rendah daripada KPR non-subsidi, karena program subsidi dirancang untuk membantu masyarakat dengan tingkat penghasilan yang lebih rendah.
Suku bunga pada KPR subsidi ditetapkan oleh pemerintah dan biasanya lebih terjangkau agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat mengakses pembiayaan perumahan.
Suku bunga KPR subsidi bisa bersifat tetap (fixed rate) atau mengambang (floating rate), tergantung pada kebijakan pemerintah dan lembaga keuangan yang menyediakan program subsidi tersebut.
Namun, umumnya, pemerintah cenderung menetapkan suku bunga tetap untuk memberikan kestabilan dan kepastian bagi para penerima subsidi.
Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi: Fasilitas
Perbedaan rumah KPR dan subsidi secara fasilitas mencakup beberapa aspek, termasuk ukuran, kualitas, dan fitur.
1. Kualitas Material dan Konstruksi
– KPR Subsidi: Karena target pasar adalah masyarakat berpenghasilan rendah, material dan konstruksi rumah subsidi mungkin lebih sederhana dan standar.
– KPR Non-subsidi: Rumah non-subsidi cenderung memiliki kualitas material dan konstruksi yang lebih tinggi dengan opsi peningkatan dan desain yang lebih variatif.
2. Fasilitas Lingkungan
– KPR Subsidi: Lokasi rumah subsidi biasanya diatur oleh pemerintah dengan tujuan memberikan akses terjangkau kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
– KPR Non-subsidi: Rumah non-subsidi dapat berada dalam pengembangan perumahan dengan fasilitas lingkungan yang lebih lengkap, seperti taman, tempat bermain anak, atau keamanan yang lebih baik.
3. Fasilitas Umum dan Infrastruktur
– KPR Subsidi: Lingkungan di sekitar rumah subsidi mungkin memiliki fasilitas umum dan infrastruktur yang lebih sederhana.
– KPR Non-subsidi: Pengembangan perumahan non-subsidi cenderung menyertakan fasilitas umum yang lebih lengkap, seperti pusat perbelanjaan, sekolah, atau sarana rekreasi.
Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi : Ukuran Rumah
1. KPR Subsidi
– Tipe rumah pada KPR subsidi cenderung memiliki ukuran yang lebih sederhana.
– Rumah-rumah subsidi umumnya memiliki desain yang standar dengan luas yang terbatas.
– Tujuan utama adalah memberikan akses perumahan terjangkau kepada masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga rumah-rumah ini dirancang dengan ukuran yang sesuai dengan kapasitas finansial mereka.
2. KPR Non-subsidi
– Rumah-rumah KPR non-subsidi memiliki variasi tipe dan ukuran yang lebih luas.
– Pembeli KPR non-subsidi memiliki lebih banyak opsi dalam memilih desain dan ukuran rumah sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka.
– Tipe rumah non-subsidi bisa mencakup rumah dengan luas yang lebih besar, fitur tambahan, dan desain yang lebih variatif.
Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi: Lokasi
1. KPR Subsidi
– Lokasi rumah subsidi umumnya ditentukan dan diatur oleh pemerintah.
– Pemerintah berupaya menyediakan perumahan subsidi di lokasi yang strategis dan terjangkau, seringkali dekat dengan fasilitas umum dan transportasi publik.
– Tujuannya adalah untuk memberikan akses terjangkau kepada masyarakat berpenghasilan rendah di daerah yang terpilih.
2. KPR Non-subsidi
– Lokasi rumah non-subsidi dapat lebih beragam dan tergantung pada kebijakan pengembang dan permintaan pasar.
– Pembeli KPR non-subsidi memiliki lebih banyak kebebasan untuk memilih lokasi rumah sesuai dengan preferensi pribadi, kebutuhan, dan kondisi lingkungan sekitar.
– Rumah non-subsidi dapat ditemukan di berbagai kawasan, termasuk yang lebih elit atau berkembang.
Perbedaan Rumah KPR dan Subsidi: Renovasi
Renovasi rumah bisa menjadi langkah yang signifikan untuk meningkatkan kenyamanan, nilai estetika, dan fungsi rumah.
Di bawah ini adalah perbedaan dalam konteks renovasi rumah antara KPR subsidi dan non-subsidi.
1. KPR Subsidi
– Pembeli rumah dengan KPR subsidi mungkin memiliki keterbatasan dalam melakukan renovasi besar karena dana yang terbatas.
– Renovasi yang diizinkan mungkin dibatasi oleh regulasi atau persyaratan dari program subsidi tersebut.
– Pembeli mungkin perlu mendapatkan persetujuan dari pihak terkait sebelum melakukan renovasi yang signifikan.
2. KPR Non-subsidi
– Pembeli rumah dengan KPR non-subsidi memiliki lebih banyak kebebasan dan fleksibilitas untuk melakukan renovasi sesuai dengan keinginan mereka.
– Tergantung pada kondisi kontrak dan peraturan di wilayah setempat, pemilik rumah non-subsidi dapat dengan lebih mudah merencanakan dan melaksanakan renovasi yang lebih besar.
– Beberapa pemilik rumah non-subsidi mungkin mendapatkan manfaat dari peningkatan nilai properti sebagai hasil dari renovasi yang dilakukan.
Kelebihan dan Kekurangan Rumah KPR dan Subsidi
Keputusan antara rumah KPR subsidi dan non-subsidi tergantung pada kebutuhan, preferensi, dan kondisi keuangan Anda.
Sebagai pembeli, penting bagi Anda untuk mempertimbangkan dengan cermat kelebihan dan kekurangan serta melakukan perbandingan yang teliti sebelum membuat keputusan.
Berikut adalah perbedaan rumah KPR dan subsidi dari segi kelebihan dan kekurangan.
Rumah KPR Non-subsidi
Kelebihan
- Pembeli memiliki lebih banyak pilihan dalam memilih tipe, ukuran, dan lokasi rumah sesuai preferensi mereka.
- Pemilik rumah memiliki kebebasan lebih besar untuk melakukan renovasi dan perbaikan tanpa banyak batasan.
- Melakukan investasi dalam rumah non-subsidi dapat meningkatkan nilai properti seiring waktu.
Kekurangan
- Harga rumah non-subsidi cenderung lebih tinggi, memerlukan komitmen keuangan yang lebih besar dari pembeli.
- Suku bunga KPR non-subsidi biasanya lebih tinggi, yang dapat meningkatkan beban pembayaran bulanan.
- Tidak semua orang memenuhi syarat atau mampu membeli rumah non-subsidi, membatasi aksesibilitasnya.
Rumah KPR Subsidi
Kelebihan
- Terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah: Memberikan akses terjangkau kepada masyarakat dengan pendapatan rendah untuk memiliki rumah sendiri.
- Menerima bantuan dan dukungan langsung dari pemerintah, termasuk suku bunga yang lebih rendah dan pembebasan dari PPN.
- Terkadang disertai dengan program-program tambahan, seperti bantuan uang muka atau bantuan keuangan lainnya.
Kekurangan
- Terbatas pada tipe dan ukuran rumah tertentu dengan pilihan yang lebih sederhana.
- Lokasi rumah subsidi mungkin dibatasi dan ditentukan oleh pemerintah, sehingga pembeli memiliki keterbatasan dalam memilih lokasi yang diinginkan.
- Adanya regulasi dan persyaratan ketat yang harus dipatuhi pembeli, termasuk ketentuan tentang pemeliharaan dan penjualan kembali.
Penutup
Itulah tadi perbedaan rumah KPR dan subsidi yang sudah Mamikos rangkum untuk Anda.
Perlu diingat bahwa memilih kredit rumah tentu harus dipikirkan secara matang, termasuk kesesuaian dana yang dimiliki.
Semoga Anda segera memiliki hunian impian yang sesuai dengan kebutuhan.
Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:
Kost Jogja Murah
Kost Jakarta Murah
Kost Bandung Murah
Kost Denpasar Bali Murah
Kost Surabaya Murah
Kost Semarang Murah
Kost Malang Murah
Kost Solo Murah
Kost Bekasi Murah
Kost Medan Murah



