Perkembangan Teori Atom beserta Nama Tokoh dan Teorinya, Cek Penjelasannya
Dalam masa ke masa, teori atom selalu berkembang untuk menyempurnakan teori-teori yang ada sebelumnya. Nah, dalam artikel ini Mamikos akan menjelaskan secara lengkap perkembangan atom beserta nama tokoh dan teorinya. Baca di sini, yuk!
Sayangnya, teori atom dari John Dalton tidak menjelaskan tentang bagaimana atom sebagai sebuah bola pejal dapat menghantarkan arus listrik. Ia tidak sempat membuktikan bahwa listrik merupakan elektron yang bergerak.
Selain itu, teori atom John Dalton juga memiliki beberapa kelemahan, berikut diantaranya:
- Masih terdapat partikel subatomik yang menyusun atom yaitu proton, neutron, dan elektron.
- Meskipun atom-atom berasal dari unsur yang sama bisa memiliki massa yang berbeda.
- Tidak mengenal muatan atau sifat listrik sehingga tidak dapat menjelaskan bagaimana cara atom dapat saling berkaitan.
- Beberapa unsur tidak terdiri dari atom-atom berbeda melainkan terdiri dari molekul, contohnya seperti molekul unsur yang terbentuk dari atom yang sejenis dengan jumlah tertentu.
Teori 2: Teori Atom Thomson
Teori atom yang kedua datang dari Joseph John Thomson, seorang fisikawan asal Inggris.
Ia membuat sebuah proposal mengenai model atom pada tahun 1898 setelah menemukan kelemahan-kelemahan dari teori atom yang dikemukakan oleh John Dalton sebelumnya. Dimana model atomnya dikenal dengan istilah atom plum-pudding.
Menurutnya, atom itu terdiri dari muatan positif secara merata pada struktur yang bentuknya mirip bola, dan bola tersebut ditempeli oleh elektron. Dimana fungsi elektron tersebut untuk menetralkan atom.
Secara sederhananya, kamu dapat membayangkan model atom ini sebagai kue onde-onde, dimana kue onde-onde memiliki bentuk yang bulat dan ditempeli oleh wijen di permukaannya. Bulatan onde-onde tersebut bermuatan positif dan wijen yang menempel merupakan elektron dengan muatan negatif.
Pada teori atom Thomson ini juga terdapat beberapa kekurangan, seperti tidak adanya lintasan elektron serta tingkat energi, serta tidak adanya penjelasan mengenai susunan muatan positif sekaligus negatif pada atom.
Teori 3: Teori Atom Rutherford
Teori atom yang ketiga datang dari Ernest Rutherford, teorinya terhadap atom muncul setelah ia menemukan kekurangan pada model atom dari Thomson.
Dimana setelah melakukan sebuah percobaan, ia berpendapat bahwa muatan listrik positif serta sebagian besar massa dari atom akan berkumpul di satu titik positif, sebagian besar massa dari sebuah atom akan berkumpul di titik tengah atom yang disebut dengan istilah inti atom.
Kemudian, di luar inti atom dengan jarak yang relatif jauh, elektron-elektron akan beredar mengelilingi inti pada lintasan yang sama, hal tersebut sama seperti planet-planet di tata surya yang beredar mengelilingi matahari.
Rutherford sendiri mengenalkan konsep atom lintasan atau kedudukan elektron yang disebut dengan kulit atom. Kekurangan model atom dari Rutherford yaitu tidak bisa menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom.
Halaman:


