7 Proses Pengolahan Minyak Bumi dari Mentah hingga Siap Digunakan
Minyak bumi merupakan energi fosil yang sampai saat ini masih menjadi penyokong utama energi di bumi. Yuk, simak proses pengolahan dari bahan mentah hingga dapat kita manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari!
C. Fraksi Distilasi Menengah
Senyawa dengan berat molekul sedang hingga tinggi masuk ke dalam fraksi distilasi menengah. Komponen utamanya termasuk heptana (C7H16) hingga oktana (C8H18).
Biasanya jenis fraksi ini digunakan untuk menghasilkan berbagai produk seperti bahan bakar diesel, bahan bakar pemanas, dan minyak pelumas.
D. Fraksi Berat atau Residu
Senyawa yang masuk ke fraksi ini biasanya merupakan minyak bumi yang memiliki berat molekul tertinggi. Digunakan dalam produksi aspal, pelapis jalan, lilin, dan produk kimia lainnya.
Selain hidrokarbon, minyak bumi juga dapat mengandung berbagai senyawa lain seperti belerang, nitrogen, oksigen, dan jejak logam.
Kandungan mineral dan kontaminan ini dapat bervariasi dari satu sumber minyak bumi ke sumber lainnya.
Komposisi minyak bumi dapat sangat bervariasi tergantung pada lokasi ditemukannya dan kondisi geologis yang mempengaruhi.
Identifikasi Minyak Bumi
Identifikasi minyak bumi dapat dilakukan menggunakan berbagai metode analisis kimia dan fisik. Berikut adalah beberapa cara umum untuk mengidentifikasi minyak bumi:
A. Analisis Spektrum Massa (MS)
Analisis spektrum massa adalah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa yang ada dalam sampel minyak bumi.
Dalam analisis ini, sampel dipanaskan hingga menguap dan molekul-molekulnya diionisasi menjadi ion-ion yang dapat dideteksi oleh analisis spektrometri massa.
Pola spektrum massa yang dihasilkan dapat memberikan informasi tentang komposisi kimia minyak bumi.
B. Kromatografi Gas (GC)
Kromatografi gas adalah metode pemisahan senyawa berdasarkan berat molekul dan struktur kimianya.
Dalam analisis minyak bumi, sampel minyak dimasukkan ke dalam kolom kromatografi gas yang panjangnya dilapisi dengan fase pemisah.
Senyawa-senyawa dalam minyak bumi akan bergerak melalui kolom dengan tingkat yang berbeda berdasarkan sifat-sifatnya, dan hasilnya diukur untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa tersebut.
C. Analisis Kandungan Mineral
Minyak bumi juga dapat diidentifikasi berdasarkan kandungan mineralnya. Beberapa jenis minyak bumi memiliki kandungan mineral tertentu yang khas, seperti belerang atau logam berat.
Pengujian kimia dapat digunakan untuk mendeteksi mineral-mineral ini dalam sampel minyak bumi.
D. Uji Geokimia
Uji geokimia adalah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi sumber dan asal usul minyak bumi. Ini melibatkan analisis isotop yang ada dalam sampel minyak bumi.
Dengan membandingkan rasio isotop tertentu, para ahli dapat menentukan apakah minyak bumi berasal dari deposit tertentu atau daerah geografis tertentu.


