Advertisement
Source : unsplash.com/WesleyTingey

Ringkasan Materi Kebugaran Jasmani PJOK SMA Kelas 12 dan Penjelasannya

Dalam artikel ini sudah dirangkumkan materi PJOK SMA kelas 12 yang bisa kamu jadikan sebagai referensi belajar di rumah. Semoga bermanfaat ya!

13 Februari 2023 Bella Carla

2. Perlombaan Lari Jarak Pendek

Perlombaan lari jarak pendek, khususnya lari 100m adalah lomba yang paling ditunggu-tunggu di setiap kejuaraan atletik.

Umumnya, nomor lari jarak pendek akan dilombakan dengan menggunakan teknik start jongkok.

Penentuan pemenangnya dilihat dari pelari yang berhasil melewati garis finish dengan bagian pasif dari tubuh (patokan dada) terlebih dahulu, bukan tangan ataupun kaki.

3. Perlombaan Lompat Jauh

Lomba lompat jauh sebenarnya adalah perlombaan untuk mengalahkan diri sendiri terhadap tantangan alam. Mengapa bisa disebut demikian?

Karena ketika melakukan lompat jauh tidak ada lawan yang berdiri di sebelah kita untuk menuju atau menghasilkan sesuatu. Melainkan, kamu berlomba dengan diri kamu sendiri guna menghadapi gravitasi.

Pemenang dari lomba lompat jauh ini adalah mereka yang berhasil melakukan lompatan terjauh diantara peserta.

4. Perlombaan Tolak Peluru

Perlombaan tolak peluru bisa diikuti oleh laki-laki ataupun perempuan. Namun, bobot peluru yang digunakan akan berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Gerakan tolak peluru adalah aplikasi dari sebuah vector, oleh karena itu teknik dasar gerakan memegang peranan utama dalam menghasilkan tolakan yang sempurna.

Sudut tolakan ketika melepas peluru, gerakan meluncur pada awalan serta rangakaian gerak yang menyatu (kontinyu) adalah hal yang dicapai melalui analisis dan latihan yang panjang.

KD 3.4 Beladiri Pencaksilat

Penyerangan dalam beladiri pencakasilat terdiri darii dua jenis, yakni serangan langsung dan serangan tidak langsung.

Serangan langsung dilakukan dengan cara langsung menyerang pada sasaran yang diinginkan.

Sedangkan, serangan tidak langsung dilakukan dengan cara melakukan gerakan-gerakan awalan untuk mengecoh lawan sehingga posisi lawan berubah dan selanjutnya melakukan serangan pada sasaran.

Pola penyerangan dapat diartikan sebagai merangkaikan teknik-teknik serang. Misalnya, serangan tangan dilanjutkan serangan tungkai, kemudian sapuan.

Oleh karena itu, untuk bisa merancang pola penyerangan diperlukan penguasaan macam-macam serangan terlebih dahulu, seperti pukulan, tendangan, jatuhan.

Halaman:

Advertisement