Advertisement
Source : Canva/@LYagovy

Rumus Arus Listrik beserta Contoh Soal dan Pembahasannya Lengkap

Sudah tahu belum bagaimana menggunakan rumus arus listrik pada soal? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!

5 Mei 2025 Lintang Filia

Apa perbedaan rumus arus listrik dasar dan menggunakan Hukum Ohm?

Mengapa rumus arus listrik berbeda? Kapan harus menggunakan rumus dasar dan rumus hukum Ohm? Yup, pertanyaan seperti ini mungkin saja membuatmu bingung.

Sebenarnya, kedua rumus di atas tidak saling bertentangan, melainkan digunakan sesuai konteks soal. Kalau soal bicara soal muatan dan waktu, maka pakai rumus pertama. Kalau soal menyebutkan tegangan dan hambatan, pakai yang hukum Ohm. Singkatnya:

Jika diketahui muatan (Q) dan waktu (t) β†’ gunakan rumus dasar: I=QtI = Q/t

Jika diketahui tegangan (V) dan hambatan (R) β†’ gunakan hukum Ohm: I=VRI = V/R

Contoh Pelapukan Fisika Berdasarkan Jenis dan Penjelasannya Lengkap

Jenis-Jenis Arus Listrik

Arus listrik tidak selalu sama di setiap kondisi atau penggunaannya, lho. Berdasarkan arah aliran dan sifatnya, arus listrik dibedakan menjadi dua, yaitu Arus Searah (DC) dan Arus Bolak-Balik (AC).

Masing-masing jenis arus ini juga memiliki karakteristik yang berbeda, serta kegunaan yang disesuaikan dengan kebutuhan teknologi dan alat yang digunakan. Yuk, Mamikos jelaskan lebih rinci lagi!

1. Direct Current (Arus Searah/DC)

Arus searah atau DC (Direct Current) adalah jenis arus listrik yang alirannya tetap mengarah ke satu arah. Artinya, arus ini memiliki polaritas tetap, bisa positif terus-menerus atau negatif terus-menerus, dan tidak berubah seiring waktu.

Sumber utama dari arus searah atau DC berasal dari perangkat yang mengeluarkan energi listrik secara stabil, seperti baterai, akumulator, dan elemen volta.

Contoh nyata dari arus searah adalah ketika kita menggunakan power bank untuk mengisi ulang ponsel, atau saat baterai mobil menyediakan energi untuk kendaraan.

Selain itu, berikut contoh penggunaan arus searah:

  • Alat-alat elektronik kecil seperti kalkulator
  • Perangkat mobile (smartphone, laptop) yang menggunakan baterai
  • Kendaraan listrik yang menggunakan motor DC

2. Alternating Current (Arus Bolak-Balik/AC)

Berkebalikan dari DC, arus bolak-balik atau AC (Alternating Current) adalah jenis arus listrik yang arahnya berubah-ubah secara periodik.

Arus bolak-balik tidak mengalir terus-menerus dalam satu arah, melainkan bergerak maju mundur dan mengikuti pola gelombang sinusoidal. Inilah alasan mengapa kita sering mendengar istilah β€œarus bolak-balik” karena alirannya yang berubah arah dalam siklus tertentu.

Arus AC digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk memasok daya pada peralatan rumah tangga dan industri. Pembangkitan arus AC dilakukan oleh generator yang ada di pembangkit listrik, dan tenaga listrik ini kemudian disalurkan melalui jaringan distribusi listrik.

Contoh penggunaan arus bolak-balik:

  • Alat-alat rumah tangga seperti televisi, kulkas, dan AC
  • Jaringan listrik rumah tangga dan industri yang mengalirkan listrik dari pembangkit ke konsumen
  • Mesin-mesin industri yang memerlukan daya besar
3 Contoh Superposisi Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari dan Pengertiannya

Contoh Soal Arus Listrik dan Pembahasannya

Oke, karena tadi kamu sudah belajar tentang pengertian, jenis, dan rumus arus listrik, saatnya kita masuk ke penerapan, ya.

Di bagian ini, Mamikos akan mengajak kamu untuk berlatih menggunakan rumus untuk memecahkan beberapa contoh soal arus listrik.

1. Seorang teknisi sedang menguji sebuah senter yang memakai baterai (arus searah alias DC). Dalam waktu 2 menit, ia mengukur arus listrik yang mengalir sebesar 0,6 Ampere. Berapakah total muatan listrik yang telah mengalir selama waktu tersebut?

Pembahasan:

Kita gunakan rumus dasar hubungan arus dan muatan:

\( Q = I \times t \)

Keterangan:

  • II = arus listrik (Ampere)
  • tt = waktu (detik)
  • QQ = muatan listrik (Coulomb)

Halaman:

Advertisement