9 Struktur Tubuh Bakteri beserta Fungsi, Gambar, dan Penjelasannya
Di balik tubuhnya yang sangat kecil, bakteri memiliki berbagai struktur tubuh. Apa saja itu?
Jenis-jenis Bakteri
Selain struktur tubuh bakteri, jenis-jenis bakteri juga menarik untuk dipelajari. Ternyata terdapat banyak jenis bakteri yang diklasifikasikan dari berbagai sumbernya.
Apa saja jenis bakteri itu? Mari simak lebih lanjut penjelasan Mamikos di bawah ini.
1. Berdasarkan Bentuk Sel
Bakteri dapat dikategorikan atau dikelompokkan sesuai dengan bentuk masing-masing bakteri, seperti
- Basilus: Bakteri berbentuk batang. Contohnya termasuk Bacillus subtilis yang digunakan dalam produksi enzim dan Bacillus anthracis yang menyebabkan penyakit antraks.
- Kokkus: Bakteri kokkus berbentuk bulat, seperti Staphylococcus aureus yang dapat menyebabkan infeksi kulit dan Streptococcus pneumoniae yang menyebabkan pneumonia.
- Spirilum: Bakteri berbentuk spiral termasuk Treponema pallidum yang menyebabkan sifilis.
- Vibrio: Bakteri berbentuk seperti koma. Contohnya adalah Vibrio cholerae yang menyebabkan kolera.
2. Berdasarkan Keberadaan Dinding Sel
Jenis bakteri yang satu ini didasarkan dari responsnya ketika diberi pewarna Gram.
- Gram-positif: Bakteri Gram positif memiliki dinding sel tebal dan merespons pewarnaan dengan kristal violet dalam pewarnaan Gram. Contohnya Staphylococcus dan Streptococcus.
- Gram-negatif: Bakteri yang memiliki dinding sel tipis dan akan berwarna merah apabila diberi pewarnaan Gram, termasuk Escherichia coli dan Salmonella.
3. Berdasarkan Keberadaan Flagela
- Monotrikus: Bakteri dengan satu flagela. Contohnya adalah Vibrio cholerae.
- Lofotrikus: Bakteri dengan beberapa flagela di salah satu ujung sel. Contohnya adalah Pseudomonas aeruginosa.
- Amfitrikus: Bakteri dengan beberapa flagela di kedua ujung sel. Contohnya adalah Spirillum.
- Peritrikus: Bakteri dengan flagela yang tersebar di seluruh permukaan sel. Contohnya adalah Escherichia coli.
4. Berdasarkan Metabolisme
- Aerob: Bakteri yang memerlukan oksigen untuk metabolisme. Contohnya seperti bakteri Mycobacterium tuberculosis.
- Anaerob: Bakteri yang hidup dalam lingkungan bebas oksigen atau bahkan tidak mentolerir keberadaannya. Contohnya adalah Clostridium tetani.
- Fakultatif anaerob: Bakteri yang dapat hidup baik dengan atau tanpa oksigen, misalnya Escherichia coli.
- Mikroaerofilik: Bakteri yang memerlukan oksigen dalam jumlah rendah. Contohnya adalah Helicobacter pylori.
5. Berdasarkan Sifat Fisiologis
- Autotrof: Bakteri yang dapat mensintesis nutrisi mereka sendiri dari bahan anorganik seperti Nitrosomonas.
- Heterotrof: Bakteri yang memerlukan sumber organik dari lingkungan untuk mendapatkan energi dan bahan bangunan. Contohnya adalah bakteri Escherichia coli.
- Fototrof: Bakteri yang menggunakan energi cahaya untuk mensintesis makanan mereka sendiri seperti bakteri Chlorobium.
- Kemoautotrof: Bakteri yang menggunakan energi kimia untuk mensintesis makanan mereka sendiri. Contohnya adalah Nitrosomonas.
Halaman:

