Advertisement
Source : unsplash.com/@vonshnauzer

7 Contoh Teks Negosiasi 2, 3, 4, 5 Orang Berbagai Tema Singkat dan Strukturnya

Contoh teks negosiasi 2, 3, 4, 5 orang ada banyak macamnya yang bisa dipelajari dan ditiru. Baca selengkapnya di artikel ini.

21 Desember 2025 Fajar Laksana

Contoh Teks Negosiasi 3

Dalam kehidupan bermasyarakat juga sering terjadi sebuah diskusi terkait suatu kepentingan.

Misalnya untuk rencana perhelatan suatu acara di kompleks perumahan yang melibatkan banyak orang. Seperti teks negosiasi 2, 3, 4, 5 orang berikut ini. 

Pak RT : Selamat malam, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang hadir dalam rapat RT singkat kali ini. Disini saya ingin menyampaikan rencana yang sudah pernah disusun sebelumnya yaitu peringatan HUT kemerdekaan RI.

Contoh teks negosiasi 2, 3, 4, 5 orang di atas merupakan penggalan dari acara rapat. struktur orientasi diwakili dengan ucapan salam dari pak RT yang sekaligus membuka jalannya rapat. 

Saman : Selamat malam, Pak RT dan warga semua yang hadir. Saya selaku bagian dari kompleks ini merasa keberatan dengan rencana tersebut. Ini terkait dengan besar biaya iuran masing-masing KK sebesar Rp 500.000, apa ini tidak memberatkan?

Struktur langsung disambung dengan pengajuan. Pengajuan dalam contoh teks negosiasi 2, 3, 4, 5 orang ini adalah berupa keberatan akan suatu rencana. Keberatan kemudian akan direspon oleh semua peserta rapat. 

Hadi : Mohon maaf sebelumnya, Pak Saman. Ini sudah dirapatkan sebelumnya, bahwa rencana sudah setengah jalan. Adapun untuk iuran sudah diperhitungkan peruntukkannya, saya rasa tidak terlalu berat jika mulai dicicil dari sekarang.

Nuri : Mohon maaf sebelumnya, saya Nuri, mewakili ibu-ibu warga di sini juga merasa keberatan. Sebab uang tersebut nominalnya cukup besar. Apakah tidak bisa dikurangi untuk warga dan memakai uang kas komplek saja?

Pak RT : Baik, begini, untuk solusi supaya adil, bagaimana jika 50% dari warga, kemudian 50% memakai kas RT. 

Saman : Saya usul, bagaimana jika kita mencari donatur terlebih dahulu. Mengingat penyelenggaraan acara masih 2 bulan lagi. Masih bisa untuk diusahakan mencarikan donatur dan sponsor. 

Setelah pengajuan, langsung disambut dengan berbagai penawaran solusi. Ini merupakan inti dari contoh teks negosiasi 2, 3, 4, 5 orang. Setiap orang bisa mengutarakan pendapatnya sebagai bagian tawar-menawar. 

Hadi : Ini ide bagus, Pak. Saya setuju karena bisa mempercepat persiapan acara. 

Nuri : Saya setuju jika mencari donatur, Pak. 

Setelah proses tawar-menawar, didapat suatu keputusan. Keputusan ini adalah tujuan dari diadakannya sebuah pembicaraan atau diskusi baik secara lisan maupun menggunakan media tulisan seperti pada contoh teks negosiasi 2, 3, 4, 5 orang. 

Pak RT : Baik, jadi kita upayakan untuk mencari donatur terlebih dahulu. Apabila masih belum bisa menutup kekurangan baru menggunakan kas atau iuran, bagaimana?

Saman : Setuju

Pak RT : Baik, terima kasih. Semoga acara kita lancar, kita akan jalankan rencana mencari donatur mulai besok. 

Struktur paling akhir adalah penutup. Bukan hanya sebagai penutup suatu proses negosiasi, tetapi juga acara rapat.

Ini selalu ada dalam setiap acara yang melibatkan orang banyak da nada diskusi didalamnya. 

7 Contoh Teks Negosiasi dengan Teman Sebangku beserta Strukturnya

Contoh Teks Negosiasi 4

Contoh teks negosiasi 2, 3, 4, 5 orang juga bisa dianalogikan dalam hubungan pertemanan.

Seseorang pasti memiliki keinginan pribadi yang kadang bertentangan dengan orang lain. Guna mempertahankannya, maka dilakukan sebuah negosiasi seperti contoh ini. 

Andi : Halo, Budi kamu mau tidak menemaniku renang sore ini?

Riandi : Iya, Bud, ayo sekalian saja daripada hanya di rumah.

Amir : Aku juga ikut renang kok, Bud.

Lukman : Betul, kalau mau nanti aku jemput langsung ke rumahmu, Bud.

Contoh ini diawali dengan salam dan langsung dilanjutkan dengan pengajuan atau ajakan, dilakukan oleh beberapa pembicara sekaligus.

Budi : Maaf, teman-teman, aku ada kegiatan ekstra di sekolah. 

Andi : Bagaimana kalau besok sore? Biar kita bisa ramai-ramai berenangnya, soalnya aku kalau sendirian pasti juga dilarang Ibu. Bagaimana yang lain?

Riandi : Wah, kalau besok aku ada ekskul juga Ndi, aku sudah absen sekali jadi besok wajib datang.

Amir : Aku juga besok ada jadwal les tambahan, Ndi. Justru aku bisanya hari ini saja karena tidak ada kegiatan apa-apa.

Andi : Kamu bagaimana, Lukman? 

Lukman : Besok, oke, aku tidak masalah. Tapi lebih seru kalau ramai-ramai, Ndi, biar ada alasan juga kalau ditanya orang tua.

Budi : Wah, besok sore aku ada les mata pelajaran di sekolah. Sepertinya juga tidak bisa, bagaimana kalau kamu sama Lukman saja, Ndi. 

Andi : Baiklah, tidak apa-apa, kalau begitu aku sama Lukman saja. Tapi lain kali kita berenang sama-sama ya, sekali-sekali.

Budi : Kalau aku bisanya Sabtu saja. Pulang sekolah jam setengah satu siang, langsung menuju kolam renang, bagaimana?

Andi : Aku sih tidak masalah, yang lain bagaimana? Sabtu saja? 

Riandi, Amir, Lukman: Oke. Sabtu saja, sepertinya semuanya bisa. 

Ajakan atau pengajuan kemudian dilanjutkan dengan diskusi berisi tawar-menawar pada contoh teks negosiasi 2, 3, 4, 5 orang ini.

Bagian terakhir adalah persetujuan atau kesepakatan dan dilanjutkan langsung dengan penutup. 

Contoh Teks Negosiasi 5

Kehidupan sosial kemasyarakatan juga tidak lepas dari adanya berbagai percakapan, diskusi untuk mencapai suatu kesamaan tujuan.

Bahkan dalam urusan tolong-menolong juga demikian seperti contoh teks negosiasi 2, 3, 4, 5 orang berikut ini. 

Hamdi : Selamat siang, pak Arif, maaf mau mengganggu waktunya sebentar saja. 

Arif : Selamat siang, pak Hamdi. Ada apa ya Pak?

Kedua baris percakapan di atas merupakan struktur yang masuk di bagian orientasi. 

Hamdi : Maaf, saya mau minta tolong untuk diantarkan ke gudang sebentar, karena ada peralatan ketinggalan di sana. Padahal besok sudah harus saya bawa ke gudang lainnya di luar kota. 

Arif : Peralatan apa Pak? Kalau besar ukurannya, saya tidak bisa membantu sebab hanya ada motor. Mobil sedang ada di bengkel untuk diperbaiki. 

Hamdi : Tidak banyak, namun memang ukurannya agak besar, jadi harus dibawa berdua kalau pakai motor. Saya sendiri tidak ada motor di rumah, jadi agak kesulitan. 

Ridwan : Maaf, Pak Arif, kalau boleh saya juga sekalian ingin merepotkan sedikit, karena ada keperluan juga sama seperti pak Hamdi.

Arif : Oh, begitu. Baiklah tapi nanti malam ya Bapak-bapak, karena sekarang saya harus mengantar pesanan dulu ke konsumen saya. 

Hamdi : Waduh, kalau bisa sekarang, Pak, sebab gudang saya segera tutup karena ini hanya masuk setengah hari. 

Ridwan : Betul Pak, kalau untuk pesanan, nanti kami siap bantu mengantar setelah dari gudang Pak, bagaimana? Maaf lho ini kami minta tolong sekali, karena hanya Bapak yang memiliki mobil di RT kita ini.

Proses selanjutnya adalah tawar-menawar mengenai bantuan yang diperlukan Hamdi serta Ridwan dari Arif. 

Arif : Wah, bagaimana ya Pak. Karena saya juga ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Atau begini saja, Bapak saya antar sampai gang depan, kemudian naik angkot. Nanti minta tolong peralatan dibawa menggunakan angkot, baru saya jemput dekat rumah.

Hamdi : Bagaimana Pak Ridwan, sepertinya begitu saja solusinya.

Arif : Atau begini, karena berdua, bagaimana kalau Pak Hamdi dan Pak Ridwan menyewa angkot saja. 

Hamdi : Maaf ini Pak, kalau menyewa angkot kami keberatan dengan tarifnya yang mahal. 

Ridwan : Betul, Pak. Rata-rata angkot juga tidak mau mengantar sampai depan rumah, jadi kami harus jalan membawa alat-alat itu.

Arif : Oh, kalau begitu baiklah, mari saya antar sekarang saja supaya tidak kelamaan sebelum ke konsumen saya.

Solusi yang diberikan oleh Arif merupakan struktur persetujuan atau kesepakatan. 

Hamdi, Ridwan : Baik pak, terima kasih sebelumnya. 

Halaman:

Advertisement