13 Tips Jitu Menghemat Penggunaan Listrik untuk Anak Kost
Sebagai penghuni kost yang baik, kamu perlu menghemat listrik untuk menghemat energi di bumi. Yuk, simak tipsnya di sini!
- Penyewa kost biasanya membawa perangkat wajib (laptop, HP) plus hiburan dan kenyamanan (TV, kipas, kulkas); bila biaya listrik dipisah, penggunaan alat elektronik bisa membuat tagihan membengkak.
- Langkah hemat praktis: matikan alat saat tidak digunakan, ganti alat berdaya besar dengan yang hemat (LED, setrika otomatis), pakai AC/ dispenser secukupnya, manfaatkan penerangan alami, cuci manual bila memungkinkan, dan pakai token listrik untuk kontrol pengeluaran.
- Solusi kolektif dan kebiasaan: berbagi kulkas, minimalkan penggunaan rice cooker/mesin cuci, pilih hiburan tanpa listrik, dan biasakan penghematan untuk mengurangi tagihan dan menjaga lingkungan.
Sebagai penyewa kost, membawa alat elektronik, minimal laptop dan handphone adalah hal yang wajib. Namun, bagi penyewa kost lainnya, rasanya kurang lengkap jika belum membawa media untuk hiburan di dalam kost, seperti televisi maupun radio.
Selain itu, alat elektronik untuk membuat lebih nyaman ketika berada di dalam kost seperti kipas angin dan kulkas pun seringkali dibutuhkan para penghuni.
Cara Menghemat Pemakaian Listrik Kamar Kost

Berbagai macam alat elektronik yang digunakan di kamar kost tentunya akan berdampak pada tagihan listrik. Jika kamu menyewa kamar kost yang sudah memberlakukan biaya listrik dengan biaya sewa kamar, tentu bukan masalah besar.
Sebab, jumlah alat elektronik yang kamu bawa tidak akan berpengaruh pada biaya sewa kamar kost. Lain halnya jika kamu menyewa kost yang membedakan biaya listrik dengan biaya sewa kamar kost, tagihanmu bisa membengkak karena barang elektronik yang dibawa.
Sebenarnya menghemat listrik di kamar kost tidak hanya berlaku untuk penyewa kost yang memberlakukan biaya terpisah saja.
Sebagai penghuni kost yang baik, kamu perlu menghemat listrik untuk menghemat energi di bumi. Lalu, bagaimana cara menghemat listrik ala anak kost yang bisa kamu lakukan?
1. Mematikan Alat Listrik Saat Tidak Digunakan

Cara paling mudah untuk menghemat listrik ala anak kost adalah dengan mematikan alat listrik yang tidak digunakan. Meskipun terdengar mudah, banyak anak kost yang malas melakukannya dan berakhir dengan menunda-nunda penghematan.
Misalnya saja ketika kamu melihat televisi menyala padahal sudah tidak ditonton atau lampu tidur yang tetap menyala padahal sudah ada matahari. Mulai saat ini, cobalah untuk lebih peka pada keadaan sekitar dan langsung mematikan alat elektronik ketika sudah tidak kamu pakai.
2. Mengganti Alat Listrik Berdaya Besar

Melonjaknya biaya listrik yang perlu dibayar anak kost juga bisa dipengaruhi penggunaan jenis alat listrik. Untuk mengetahui besaran daya listrik yang kamu gunakan, buatlah daftar alat-alat yang membutuhkan energi listrik milikmu.
Mulailah dengan membuat daftar alat listrik yang wajib kamu gunakan atau hanya kamu pakai dalam waktu-waktu tertentu saja. Dari daftar tersebut kamu bisa mengetahui jenis alat listrik yang perlu diganti atau tidak digunakan terlalu sering.
3. Menggunakan Lampu Hemat Energi

Tagihan listrik yang membengkak bisa diakibatkan oleh penggunaan lampu. Jika seluruh ruangan kost menggunakan lampu pijar, biaya listriknya akan jauh lebih mahal dibandingkan dengan kost yang memakai lampu hemat energi.
Sebab, lampu pijar berumur pendek dan tidak terlalu awet dibandingkan dengan lampu LED. Lampu yang hemat energi memang lebih mahal dibandingkan lampu pijar. Namun, jika dihitung-hitung, lampu LED mampu bertahan lebih lama.
4. Menggunakan AC Saat Diperlukan

Penggunaan AC terus-menerus ternyata bisa membuat tagihan listrik anak kost melambung tinggi. Untuk menyiasatinya, nyalakan AC hanya pada saat darurat atau ketika kipas angin tidak bisa menghilangkan suasana panas di kamar.
Jika masih bisa menggunakan alternatif membuka jendela kamar atau dengan menggunakan kipas biasa, kamu tidak perlu menyalakan AC. Penggunaan AC terus-menerus juga bisa membuat lapisan ozon menipis. Jadi, bersikap bijaklah dalam menggunakan alat elektronik selama menjadi anak kost.
5. Menggunakan Listrik Token

Untuk mengontrol tagihan listrik, salah satu solusi yang dapat kamu terapkan adalah menggunakan listrik token atau listrik pulsa. Kamu bisa membeli pulsa listrik sesuai anggaranmu, misalnya tidak boleh lebih dari 100 ribu rupiah per bulan.
Jika sudah, lakukan pengecekan meteran listrik secara rutin. Besaran daya listrik yang tertera pada meteran akan membuatmu lebih memperhatikan pemakaian apabila sudah melebihi rencana.
6. Mematikan Lampu pada Siang Hari

Slogan ‘matikan lampu saat tidak digunakan’ terdengar akrab di telinga. Namun, sebagai anak kost, kamu tetap perlu mematikan lampu pada siang hari ketika tidak digunakan.
Apabila kamar kostmu berukuran kecil dan hanya mengandalkan pencahayaan dari lampu, siasati penggunaan listrik yang besar dengan lampu LED. Alternatif lainnya adalah dengan menggunakan lampu berdaya rendah.
Halaman:

