Advertisement
Source : pustaka.kemdikbud.go.id

9 Contoh Novel Bahasa Jawa beserta Nama Pengarangnya Lengkap

Apakah kamu sudah tahu judul novel bahasa Jawa beserta dengan pengarangnya? Jika belum kamu harus baca artikel ini sampai tuntas.

1 Desember 2025 Zuly Kristanto

Seperti halnya dengan dunia sastra Indonesia, dalam sastra Jawa pun mempunyai karya sastra berjenis novel.

Berbeda dengan tembang macapat yang merupakan salah satu karya sastra tertua dalam dunia sastra Jawa, novel dalam khasanah sastra Jawa merupakan genre sastra termuda.

Dalam artikel ini, Mamikos akan memberikan 9 contoh bahasa Jawa beserta nama pengarangnya lengkap! 📖😊✨

Novel Jawa sebagai Genre Baru Sastra Jawa

Contoh Novel Bahasa Jawa Beserta Nama Pengarangnya Lengkap
unsplash.com/@siora18
15 Contoh Tembang Durma beserta Artinya Berbagai Tema yang Menarik

Adapun yang menjadi penyebabnya adalah dari beberapa sumber yang berhasil dikumpulkan Mamikos, genre novel dalam sastra Jawa baru muncul di tahun 1900-an.

Novel dalam sastra Jawa modern diperkirakan muncul setelah kemunculan geguritan yang dituliskan dengan menggunakan bahasa Jawa modern.

Unsur-unsur yang ada pada novel berbahasa Jawa hampir mirip dengan unsur-unsur di novel berbahasa Indonesia. Adapun yang menjadi pembeda keduanya hanya sebatas pada bahasa yang dipakai untuk menuliskannya saja.

Sejauh ini telah ada puluhan atau bahkan ratusan judul contoh novel bahasa Jawa yang dihasilkan para sastrawan Jawa selama puluhan tahun lamanya.

Di bawah ini adalah beberapa contoh novel bahasa Jawa yang berhasil dikumpulkan Mamikos.

Contoh Novel Bahasa Jawa Singkat beserta Unsur Intrinsik dan Ekstrinsiknya

Contoh Novel Bahasa Jawa

1. Rangsang Tuban karya Karya Padmasusastra

Novel ini disebut-sebut sebagai salah satu generasi novel pertama dalam dunia sastra Jawa modern. Walau novel ini dianggap sebagai karya dari Padmasusastra yang merupakan seorang ahli dan sastrawan Jawa.

Namun, dalam penciptaan novel ini Padmasusastra menyadur novel ini dari suatu serat yang diciptakan oleh seorang mpu dari daerah Lamongan, Jawa Timur.

Novel Rangsang Tuban berkisah tentang perpecahan Saudara yang diakibatkan keinginan seorang adik yang ingin mempunyai pasangan yang akan dijodohkan kepada kakaknya.

5 Contoh Cerkak (Cerita Cekak) Bahasa Jawa dengan Berbagai Tema

Berawal dari adanya seorang raja terkenal dari Tuban yang mempunyai nama Prabu Sindunati. Ia mempunyai 2 anak yang diberi nama Raden Warihkusuma dan Raden Warsakusuma.

Prabu Sindunati meninggal dikarenakan sakit dan kemudian digantikan oleh Raden Warsakusuma. Karena sang kakak belum menikah. Maka, Raden Warsakusuma berniat untuk mencarikan istri untuk sang kakak.

Suatu hari bertemulah Raden Warsakusuma dengan Endang Wrȇstri. Mulanya wanita inilah yang hendak dijodohkan dengan kakaknya.

Namun, karena paras cantik yang dimiliki Endang Wrȇstri. Pangeran Warsakusuma urung memberikan Endang Wrȇstri kepada kakaknya.

Tak ingin Endang Wrȇstri dimiliki kakaknya. Pangeran Warsakusuma membuat suatu fitnah yang membuat kakaknya terusir dari kerajaan.

Setelah kakaknya terusir, Pangeran Warsakusuma menikah dengan Endang Wrȇstri. Mereka pun dikarunia seorang anak bernama nama Raden Ubakawimba.

Sementara sang kakak harus terusir dari kerajaan Tuban kemudian mengabdi kepada kerajaan Banyu Biru. Setelah beberapa lama mengabdi Raden Warihkusuma kemudian dinikahkan dengan putri raja mempunyai nama Rȇtna Wayi.

Sayangnya kebahagiaan Raden Warihkusuma tak lama. Sebab, istrinya meninggal usai melahirkan seorang putri yang bernaa Rara Sendhang. Kematian istrinya inilah yang membuat Pangeran Warihkusuma diusir dari Banyu Biru.

Meski novel ini termasuk novel yang paling awal muncul dalam dunia sastra Jawa. Tetapi banyak pelajaran yang bisa diambil oleh para pembaca.

2. Krikil-krikil Pesisir Karya Tamsir AS

Melalui novel ini Tamsir AS mencoba memotret lebih dekat kehidupan masyarakat pesisir. Di dalam novel ini Tamsir AS menceritakan hiruk-pikuk kehidupan masyarakat pesisir dengan segala problematikanya.

Penggunaan bahasa yang memukau yang dipilih pengarang sukses membuat pembaca seolah turut melihat kehidupan masyarakat pesisir lebih dekat, di saat novel ini ditulis.

Di sisi lain, selain memberikan gambaran mengenai kehidupan sosial masyarakat pesisir secara dekat. Pengarang juga memberikan gambaran keyakinan masyarakat pesisir.

Dalam novel ini Tamsir AS menggambarkan bahwa sebagian masyarakat pesisir masih banyak yang percaya pada gugon-tuhon dan berbagai hal yang bersifat mistik.

Kiprah Tamsir AS dalam memajukan sastra Jawa sungguh sangat besar. Ia turut membidani lahirnya Sanggar Sastra Jawa Triwida yang berpusat di Tulungagung.

Selain itu, sepanjang hidupnya didedikasikan pada kemajuan sastra Jawa. Ia tak sungkan untuk merogoh kantongnya sendiri untuk membuat event sastra Jawa, maka tak mengherankan jika atas jasa-jasanya tersebut, beliau pernah menerima sejumlah penghargaan.

Halaman:

Advertisement