100+ Contoh Kata Ejaan dan Tanda Baca Bahasa Indonesia yang Benar
Ketika memelajari bahasa Indonesia, aspek yang penting untuk dikuasai adalah memahami kata ejaan dan tanda baca sesuai kaidah. Berikut contoh-contohnya.
9. Tanda Elipsis (…)
Adalah tanda yang digunakan untuk menunjukkan jika dialog belum selesai, jeda pada dialog, atau penurunan suara.
Adapun contoh pemakaian tanda elipsis adalah sebagai berikut:
Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan
Penyebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut.
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa bahasa negara ialah ….
…, lain lubuk lain ikannya.
Tanda elipsis dipakai untuk menulis ujaran yang tidak selesai dalam dialog
“Menurut saya … seperti … bagaimana, Bu?”
“Jadi, simpulannya … oh, sudah saatnya istirahat.”
10. Tanda Kurung ()
Adalah tanda yang digunakan untuk mengapit tambahan keterangan. Adapun contoh pemakaian tanda kurung adalah sebagai berikut:
Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan
Dia memperpanjang surat izin mengemudi (SIM).
Warga baru itu belum memiliki KTP (kartu tanda penduduk).
Lokakarya (workshop) itu diadakan di Manado.
Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat
Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.
Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri.
Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang keberadaannya di dalam teks dapat dimunculkan atau dihilangkan
Dia berangkat ke kantor selalu menaiki (bus) Transjakarta.
Pesepak bola kenamaan itu berasal dari (Kota) Padang.
Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau angka yang digunakan sebagai penanda pemerincian
Faktor produksi menyangkut (a) bahan baku, (b) biaya produksi, dan (c) tenaga kerja.
Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan
(1) akta kelahiran,
(2) ijazah terakhir, dan
(3) surat keterangan kesehatan.
11. Tanda Kurung Siku []
Adalah tanda yang digunakan untuk mengapit kata, kelompok kata yang digunakan sebagai koreksi yang biasanya digunakan untuk membenarkan di dalam naskah.
Adapun contoh pemakaian tanda kurung siku adalah sebagai berikut:
Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan atas kesalahan atau kekurangan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain
Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.
Penggunaan bahasa dalam karya ilmiah harus sesuai [dengan] kaidah bahasa Indonesia.
Ulang tahun [Proklamasi Kemerdekaan] Republik Indonesia dirayakan secara khidmat.
Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang terdapat dalam tanda kurung
Persamaan kedua proses itu (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35-38]) perlu dibentangkan di sini.
