Contoh-contoh Konflik Ekonomi di Masyarakat Indonesia dan Cara Mengatasinya

Contoh-contoh Konflik Ekonomi di Masyarakat Indonesia dan Cara Mengatasinya – Setiap manusia tentunya pernah mengalami konflik di dalam kehidupannya.

Ada berbagai bentuk konflik yang ada di masyarakat, salah satunya adalah konflik ekonomi.

Nah, dalam artikel ini sudah dirangkumkan beberapa contoh dari konflik ekonomi di masyarakat Indonesia lengkap dengan cara mengatasinya.

Berikut Contoh-contoh Konflik Ekonomi di Masyarakat Indonesia

unsplash.com/handyanjaya

Dalam kehidupan bermasyarakat, tentunya fenomena konflik menjadi hal yang bisa sering terjadi baik antar individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok.

Konflik di sini merupakan salah salah satu proses sosial yang dapat terjadi dalam masyarakat dinamis.

Dapat dikatakan bahwa konflik merupakan proses sosial yang pasti akan terjadi di tengah-tengah masyarakat baik dalam lingkup individu maupun kelompok guna mencapai tujuan yang diinginkan dengan cara menentang lawannya.

Konflik sendiri dapat terjadi karena adanya perbedaan dan pertentangan antar latar belakang sosio kultural.

Terdapat berbagai macam konflik yang terjadi di masyarakat, salah satunya adalah konflik ekonomi.

Diketahui, konflik ekonomi adalah konflik yang terjadi karena adanya perebutan sumber daya demi kepentingan ekonomi.

Di bawah ini ada beberapa contoh konflik ekonomi di masyarakat Indonesia dan cara mengatasinya.

Contoh
Konflik Ekonomi 1

Seiring mengemukanya wacana keterbatasan bahan bakar minyak (BBM), sejumlah konflik mulai terjadi terkait penyaluran BBM bersubsidi ini.

\Salah satunya adalah konflik antara petugas SPBU dengan sopir truk yang dilaporkan terjadi di Bengkulu.

Guna mengatasi konflik antara pihak SPBU dengan supir truk batu bara dan juga menjaga keamanan SPBU, pihak SPBU memilih untuk tidak berjualan solar bersubsidi terlebih dahulu.  

Padahal, jika merujuk pada Surat Edaran dari Kementerian ESDM Nomor: 4E/MB 01/DJBS/2022 tentang penyaluran BBM jenis bahan bakar tertentu diketahui bahwa pengisian BBM subsidi jenis solar tidak diperuntukkan untuk mobil truk pengangkut mineral dan batu bara.

Contoh
Konflik Ekonomi 2

Dalam beberapa pekan terakhir nelayan di Kepulauan Riau mengalami kesulitan untuk mendapatkan solar, sehingga membuat mereka tidak dapat melaut.

Banyak sekali kapal di Bintan, Batam, Karimun, Anambas, Tanjungpinang, Lingga, Batam, dan Natuna yang parkir di Pelabuhan. Hal ini menyebabkan produksi ikan pun menurun.

Terhitung
ada 194.221 orang nelayan di Kepulauan Riau dan sebagian besar merupakan
nelayan tangkap. Berdasarkan hasil kajian DKP Kepri, nelayan membutuhkan solar
mencapai 124.000 kilo liter.

Sementara itu, kuota solar bersubsidi yang diberikan BPH Migas hanya sekitar 126.000 kilo liter.

Namun, kuota tersebut tidak hanya digunakan untuk nelayan, melainkan juga kapal komersial yang disubsidi pemerintah, pariwisata, dan UMKM.

Konflik ekonomi yang terjadi di masyarakat Kepulauan Riau ini muncul ke permukaan karena tidak ada pembatasan pembelian solar bersubsidi tersebut untuk kegiatan selain nelayan.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau menambah kuota solar bersubsidi untuk mengatasi krisis bahan bakar yang dialami para nelayan.

Contoh
Konflik Ekonomi 3

Tahun 2022 lalu, pemerintah menggunakan minyak goreng kemasan dengan merek Minyakita guna menekan kenaikan harga minyak goreng.

Belum genap setahun minyak goreng merk tersebut diluncurkan, para pedagang sudah mengeluhkan kelangkaan stok. Dan jikalaupun ada, harga minyak goreng tersebut relatif mahal.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan bahwa salah satu penyebab kelangkaan Minyakita adalah realisasi suplai pasokan dalam negeri yang harus dipenuhi perusahaan sebelum melakukan ekspor atau domestic market obligation (DMO) turun sejak November 2022 lalu.

Namun, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga tidak mengungkapkan demikian.

Ia menyatakan bahwa adamnya perubahan regulasi yang menyebabkan produsen mengalihkan produksi Minyakita ke minyak curah.

Untuk mengatasi kelangkaan stok Minyakita, pemerintah mengatakan akan menambah suplai pasokan dalam negeri (DMO) menjadi 450.000 ton per bulan dari yang sebelumnya hanya 300.000 ton.

Selain itu, pemerintah juga harus menegakkan aturan DMO terlebih dahulu karenaberdasarkan data memang ada penurunan.

Pemerintah harus tegas terhadap perusahaan sawit. Selain itu, pemerintah juga harus menyelesaikan masalah perebutan ekspor dan perebutan biodiesel.

Contoh
Konflik Ekonomi 4

Kedelai
merupakan bahan baku makanan dari produk tempe dan tahu. Di mana kedua produk
ini dikonsumsi hampir seluruh masyarakat di Indonesia karena menjadi sumber
protein yang murah meriah bagi penduduk Indonesia.

Kenaikan
harga kedelai di pasaran pun mulai mempengaruhi inflasi. Berdasarkan pemantauan,
harga kedelai di berbagai marketplace online dijual mulai dari Rp14.500
sampai Rp18.600 per kilogram untuk jenis kedelai impor dari Amerika Serikat
ukuran 50 kilogram.

Bank Indonesia (BI) juga turut mencatat kenaikan harga tempe dan tahu karena menjadi penyumbang terbesar ketiga setelah bensin, dan beras.

Menurut catatan BI, harga tahu mentah naik sebesar 0,02% (mtm). Dimana kenaikan harga tahu ini disebabkan karena bahan baku tahu yakni kedelai juga sedang mengalami kenaikan harga.

Akibat
kenaikan harga kedelai, harga tempe juga turut menyubang kenaikan inflasi
sebesar 0,01% Sebelumnya Badan Pangan Nasional alias National Food Agency (NFA)
menegaskan bahwa stok kedelai di Indonesia nasional masih surplus hingga akhir
Desember 2022.

Guna mengatasi stok kedelai yang mulai langka dan semakin menipis, pemerintah telah melakukan impor untuk menambah ketersediaan kedelai di dalam negeri. Untuk itu, NFA mendorong percepatan importasi untuk memenuhi ketahanan stok kedelai.

Contoh
Konflik Ekonomi 5

Harga BBM subsidi Pertalite yang sebelumnya berada di kisaran Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter.

Kenaikan harga BBM ini tidak hanya dilakukan untuk Pertalite saja, melainkan BBM ber-oktan 92 Pertamax juga. Tentunya hal ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat Indonesia.

Melonjaknya harga minyak dunia menjadi salah satu hal yang membuat pemerintah mengambil jalan untuk menaikkan harga BBM.

Hal ini dibuktikan pula dengan mencapainya angka Rp 502 triliun beban subsidi energi APBN. Selain itu, pembelian BBM subsidi yang tidak tepat sasaran juga menjadi salah satu alasan pemerintah menaikan harga BBM.

Salah satu upaya pemerintah agar Pertalite dapat tepat sasaran adalah mengubah regulasi pembatasan pembelian BBM subsidi.

Hal ini dilakukan dengan merevisi Perpres No 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Usulan revisi peraturan ini tentunya berlandaskan sebuah kajian yang dibentuk oleh BPH Migas yang di dalamnya sudah terdapat skema pembatasan pembelian BBM subsidi.

Salah satu usulan tersebut adalah mengubah regulasi atas kriteria kendaraan yang dapat menggunakan BBM subsidi.

Apabila peraturan ini sudah disahkan, maka kendaraan yang memiliki mesin di atas 1.400 cc tidak diperbolehkan untuk membeli Pertalite.

Demikian informasi yang bisa Mamikos rangkumkan kepada kamu terkait contoh-contoh konflik ekonomi di masyarakat dan cara mengatasinya.

Semoga informasi di atas dapat membantu kamu dalam memahami materi konflik ekonomi ya!

Jika kamu ingin mengulik informasi terkait jenis konflik lainnya di masyarakat, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta