Contoh Nilai Estetis, Moral, Sosial, dan Budaya dalam Novel Sejarah
Novel sejarah merupakan novel yang didasarkan pada fakta-fakta sejarah yang kemudian dikisahkan kembali dengan sudut pandang lain yang tidak muncul dalam fakta sejarah.
2. Pengungkapan Peristiwa
Bagian pengungkapan peristiwa ini menjadi jembatan antara peristiwa awal dengan peristiwa ini atau klimaks dalam novel sejarah.
Biasanya, pengungkapan peristiwa mulai memunculkan konflik yang akan terjadi ke depannya.
3. Konflik
Bagian konflik berisikan titik dari peristiwa dalam sebuah novel sejarah. Pada bagian ini juga biasanya diperlihatkan kerumitan sebuah masalah.
4. Puncak Konflik
Untuk mengetahui inti dari cerita, kamu bisa temukan dalam bagian ini.
Semua permasalahan bisa terungkap dalam bagian puncak konflik, termasuk cara tokoh menghadapi masalah tersebut dan bagaimana cara tokoh-tokoh tersebut bertahan.
5. Resolusi
Setelah bagian puncak yang terdapat dalam konflik, ada bagian resolusi atau penyelesaian masalah oleh tokoh.
Selain cara menyelesaikan masalah, pada bagian ini juga terdapat perspektif dari tokoh menanggapi masalah yang dihadapinya.
6. Koda
Bagian terakhir dalam novel sejarah adalah koda, yakni penutup atau kesimpulan cerita.
Bagian satu ini berisikan amanat atau pesan yang ingin disampaikan pengarang terkait isi novel sejarah yang dibuatnya.
Contoh Nilai Dalam Novel Sejarah
Sebuah karya sastra tentunya memuat nilai-nilai kehidupan yang disampaikan oleh penulis kepada pembaca melalui tulisannya.
Sebelumnya, telah dijelaskan bahwa novel sejarah berlandaskan pada fakta-fakta sejarah yang kemudian dikisahkan kembali dengan sudut pandang lain yang tidak muncul dalam fakta sejarah.
Ini artinya, novel sejarah bersifat fiktif. Nilai-nilai kehidupan yang termuat dalam novel sejarah biasanya tidak dinyatakan secara terang-terangan.
Selain itu, nilai-nilai kehidupan yang dimaksud dalam novel sejarah umumnya berkaitan dengan nilai estetis, nilai moral, nilai sosial, nilai budaya, dan lainnya.
1. Contoh Nilai Estetis dalam Novel Sejarah
Nilai estetis merupakan nilai yang termuat pada teks cerita sejarah dan berkaitan dengan keindahan teknik yang digunakan oleh penulis dalam menyajikan ceritanya.
Berikut contoh kutipan teks novel sejarah berjudul “Gajah Mada Bergelut dalam Takhta dan Angkara” yang memuat nilai estetis:
“Cerita macam ini berkembang ke arah salah kaprah. Entah siapakah yang bercerita, kabut tebal itu memang disengaja oleh para bidadari yang turun dari kahyangan melalui pelangi jangan sampai dipergoki manusia.
Para bidadari itu turun untuk memberikan penghormatan kepada satu-satunya wanita di dunia yang terpilih sebagai Sang Ardhanareswari, yang berarti wanita utama yang menurunkan raja-raja besar di tanah besar di tanah Jawa ini. Maklum sebagai Sang Ardhanareswari, Ken Dedes adalah titisan dari Pradnya Paramitha, Dewi Ilmu Pengetahuan.
Apa benar kabut tebal itu turun karena bidadari turun dari langit? Gajah Mada tidak bisa menyembunyikan senyuman dari kenangan kakek tua yang menuturkan cerita itu dan mengaku memergoki para bidadari itu, lalu mengambil salah seorang di antara mereka menjadi istrinya.”
Halaman:



