3 Contoh Soal Obligasi Akuntansi beserta Jawabannya Lengkap
Lebih paham materi obligasi akuntansi dengan mempelajari contoh soalnya di artikel ini! Baca sampai tuntas.
Pembahasan
Diketahui:
1. Jumlah periode adalah 10 (2 periode/tahun × 5 tahun)
2. Bunga per periode adalah 8/2 = 4%, Bunga pasar adalah 12/2 = 6%.
3. Pembayaran bunga per periode adalah 2.000.000.000 × 4% = 80.000.000
4. ( r ) →Tingkat bunga pasar
5. ( t ) → Jumlah periode
6. PVIF → Present Value Interest Factor
7. PVOA → Present Value of Ordinary Annuity
Langkah-langkah: (a) Tentukan nilai sekarang dari nilai obligasi, (b) Hitung nilai sekarang dari nilai pembayaran bunga, (c) Hitung nilai bunga per periode, (d) Hitung nilai bunga efektif/tingkat bunga pasar per periode, (e) Mencatat jumlah bunga dan amortisasi diskonto, (f) Verifikasi nilai.
(a) PVIF = 1 : (1 + r)^t
PVIF = 1 : (1 + 4/100)^10 = 0,676
Jadi, nilai sekarang dari nilai pokok obligasi = 2.000.000.000 × 0,676 = 1.352.000.000
(b) PVOA = (1 – (1 : ( 1 + r )^t)) : r
PVOA = (1 – (1 : ( 1 + 4/100)^10)) : 4/100 = 5,407
Nilai sekarang dari bunga = nominal bunga × PVOA
Nilai sekarang dari bunga = 80.000.000 × 5,407 = 432.560.000
Harga jual obligasi = nilai sekarang pokok obligasi + nilai sekarang bunga
Harga jual obligasi =1.352.000.000 + 432.560.000 = 1.784.560.000
Diskonto Obligasi = 2.000.000.000 – 1.784.560.000 = 215.440.000
(c) Bunga per periode = nominal obligasi × tingkat bunga awal
Bunga per periode = 2.000.000.000 × 0,04 = 80.000.000
(d) Bunga efektif per periode = nominal obligasi sekarang × bunga pasar
Bunga efektif per periode = 1.784.560.000 × 0.06 = 107.073.600
(e) Jadi, beban bunga efektif yang harus ditulis di kolom debit adalah Rp107.073.600.
Jumlah pembayaran bunga di kas kolom kredit adalah Rp80.000.000
Beban amortisasi diskonto = bunga efektif – bunga obligasi
Beban amortisasi diskonto = Rp107.073.600 – Rp80.000.000 = Rp27.073.600
(f) Nilai akhir= Nilai sekarang + amortisasi
Nilai akhir = 1.352.000.000 + 27.073.600 = 1.379.073.600
Jadi, nilai pasar sekarang adalah Rp1.379.073.600
Cara Menghitung Obligasi yang Dijual pada Harga Premi
Akibat tingkat bunga pasar lebih rendah dibandingkan tingkat bunga nominal, harga premi ditetapkan pada surat utang yang dijual penerbit.
Besaran premi tersebut menjadi cara investor mendapatkan kompensasi dari selisih antara tingkat bunga nominal dan tingkat bunga pasar.
Sebagai informasi, premi adalah selisih antara harga jual dengan nominal pada obligasi.
Untuk lebih jelasnya, simak contoh soal dan pembahasannya berikut ini.
Contoh Soal 3
Obligasi dengan nilai nominal Rp2.000.000.000 dan bunga 10% dijual pada tanggal penerbitan. Obligasi itu berjangka waktu 5 tahun dengan bunga yang dibayarkan setiap 6 bulan.
Sementara, bunga efektif pada saat penjualan adalah 8%. Berapa nilai premi dari kasus tersebut?
Pembahasan
1. Bunga dibayarkan per 6 bulan dengan nominal 5% (10/2) → Bunga efektif per 6 bulan adalah 4% (8/2)
2. Jumlah periode adalah 10 (2 periode × 5)
3. Pembayaran bunga per periode adalah 5/100 × 2.000.000.000 = 100.000.000
4. Serupa dengan langkah-langkah pada harga diskonto, untuk mendapatkan nilai premi kamu harus menghitung dengan rumus PVIF dan PVOA.
(a) Nilai sekarang dari nilai pokok obligasi
PVIF = 1 : ( 1 + r )^t
PVIF = 1 : (1 + 0.05)^10 = 0.614
Nilai sekarang pokok = 2.000.000.000 × 0.614 = 1.228.000.000
(b) PVOA = (1 – (1 : (1 + r)^t)) : r
PVOA = (1 – (1 : (1 + 0,05)^10)) : 0,05 = 7,721
Nilai sekarang bunga = 100.000.000 × 7,721 = 772.100.000
Harga jual obligasi = nilai pokok + nilai bunga
Harga jual obligasi =1.228.000.000 + 772.100.000 = 2.000.100.000
Jadi, premi obligasi adalah Rp2.000.100.000 – Rp2.000.000.000 = Rp100.000
Kesimpulan
Dari contoh soal obligasi akuntansi beserta jawabannya di atas, dapat disimpulkan bahwa obligasi memang memberikan keuntungan.
Namun, tidak semua praktik obligasi akan memberikan keuntungan, sebagaimana instrumen investasi lainnya, beberapa bisa jadi memiliki risiko.
Untuk itu, selain mempelajari contoh soal obligasi akuntansi beserta jawabannya, Kamu juga harus mempelajari risikonya. Dengan begitu, risiko dalam berinvestasi bisa diminimalisir.
Demikianlah contoh soal obligasi akuntansi beserta jawabannya. Selamat belajar!
Halaman:


