Advertisement
Source : Getty Images/utah778

3 Contoh Soal Obligasi Akuntansi beserta Jawabannya Lengkap

Lebih paham materi obligasi akuntansi dengan mempelajari contoh soalnya di artikel ini! Baca sampai tuntas.

1 Oktober 2023 Uyo Yahya

Pembahasan

Diketahui:

1. Jumlah periode adalah 10 (2 periode/tahun × 5 tahun)

2. Bunga per periode adalah 8/2 = 4%,  Bunga pasar adalah 12/2 = 6%.

3. Pembayaran bunga per periode adalah 2.000.000.000 × 4% = 80.000.000

4. ( r ) →Tingkat bunga pasar

5. ( t ) → Jumlah periode

6. PVIF → Present Value Interest Factor

7. PVOA → Present Value of Ordinary Annuity

Langkah-langkah: (a) Tentukan nilai sekarang dari nilai obligasi, (b) Hitung nilai sekarang dari nilai pembayaran bunga, (c) Hitung nilai bunga per periode, (d) Hitung nilai bunga efektif/tingkat bunga pasar per periode, (e) Mencatat jumlah bunga dan amortisasi diskonto, (f) Verifikasi nilai.

(a) PVIF = 1 : (1 + r)^t

     PVIF = 1 : (1 + 4/100)^10 = 0,676

Jadi, nilai sekarang dari nilai pokok obligasi = 2.000.000.000 × 0,676 = 1.352.000.000

(b) PVOA = (1 – (1 : ( 1 + r )^t)) : r

     PVOA = (1 – (1 : ( 1 + 4/100)^10)) : 4/100 = 5,407

Nilai sekarang dari bunga = nominal bunga × PVOA

Nilai sekarang dari bunga = 80.000.000 × 5,407 = 432.560.000

Harga jual obligasi = nilai sekarang pokok obligasi + nilai sekarang bunga

Harga jual obligasi =1.352.000.000 + 432.560.000 = 1.784.560.000

Diskonto Obligasi = 2.000.000.000 – 1.784.560.000 = 215.440.000

(c)  Bunga per periode = nominal obligasi × tingkat bunga awal

Bunga per periode = 2.000.000.000 × 0,04 = 80.000.000

(d) Bunga efektif per periode = nominal obligasi sekarang × bunga pasar

Bunga efektif per periode =  1.784.560.000 × 0.06 = 107.073.600

(e) Jadi, beban bunga efektif yang harus ditulis di kolom debit adalah Rp107.073.600.

Jumlah pembayaran bunga di kas kolom kredit adalah Rp80.000.000

Beban amortisasi diskonto = bunga efektif – bunga obligasi

Beban amortisasi diskonto = Rp107.073.600 – Rp80.000.000 = Rp27.073.600

(f) Nilai akhir= Nilai sekarang + amortisasi

 Nilai akhir = 1.352.000.000 + 27.073.600 = 1.379.073.600

Jadi, nilai pasar sekarang adalah Rp1.379.073.600

5 Contoh Soal Rekonsiliasi Bank dan Pembahasannya Lengkap

Cara Menghitung Obligasi yang Dijual pada Harga Premi

Akibat tingkat bunga pasar lebih rendah dibandingkan tingkat bunga nominal, harga premi ditetapkan pada surat utang yang dijual penerbit.

Besaran premi tersebut menjadi cara investor mendapatkan kompensasi dari selisih antara tingkat bunga nominal dan tingkat bunga pasar.

Sebagai informasi, premi adalah selisih antara harga jual dengan nominal pada obligasi.

Untuk lebih jelasnya, simak contoh soal dan pembahasannya berikut ini.

Contoh Soal 3

Obligasi dengan nilai nominal Rp2.000.000.000 dan bunga 10% dijual pada tanggal penerbitan. Obligasi itu berjangka waktu 5 tahun dengan bunga yang dibayarkan setiap 6 bulan.

Sementara, bunga efektif pada saat penjualan adalah 8%. Berapa nilai premi dari kasus tersebut?

Pembahasan

1. Bunga dibayarkan per 6 bulan dengan nominal 5% (10/2) → Bunga efektif per 6 bulan adalah 4% (8/2)

2. Jumlah periode adalah 10 (2 periode × 5)

3. Pembayaran bunga per periode adalah 5/100 × 2.000.000.000 = 100.000.000

4. Serupa dengan langkah-langkah pada harga diskonto, untuk mendapatkan nilai premi kamu harus menghitung dengan rumus PVIF dan PVOA.

(a) Nilai sekarang dari nilai pokok obligasi

PVIF = 1 : ( 1 + r )^t

PVIF = 1 : (1 + 0.05)^10 = 0.614

Nilai sekarang pokok = 2.000.000.000 × 0.614 = 1.228.000.000

(b) PVOA = (1 – (1 : (1 + r)^t)) : r

PVOA = (1 – (1 : (1 + 0,05)^10)) : 0,05 = 7,721

Nilai sekarang bunga = 100.000.000 × 7,721 = 772.100.000

Harga jual obligasi = nilai pokok + nilai bunga

Harga jual obligasi =1.228.000.000 + 772.100.000 = 2.000.100.000

Jadi, premi obligasi adalah Rp2.000.100.000 – Rp2.000.000.000 = Rp100.000

Pengertian Kebijakan Fiskal, Fungsi, Tujuan, Instrumen, dan Perannya Lengkap

Kesimpulan

Dari contoh soal obligasi akuntansi beserta jawabannya di atas, dapat disimpulkan bahwa obligasi memang memberikan keuntungan.

Namun, tidak semua praktik obligasi akan memberikan keuntungan, sebagaimana instrumen investasi lainnya, beberapa bisa jadi memiliki risiko.

Untuk itu, selain mempelajari contoh soal obligasi akuntansi beserta jawabannya, Kamu juga harus mempelajari risikonya. Dengan begitu, risiko dalam berinvestasi bisa diminimalisir.  

Demikianlah contoh soal obligasi akuntansi beserta jawabannya. Selamat belajar!


Halaman:

Advertisement