Kumpulan Contoh Soal Pencerminan beserta Pembahasannya dalam Matematika
Pencerminan atau refleksi merupakan konsep yang akan kamu pelajari di bab transformasi geometri. Simak contoh soal berikut supaya kamu lebih tau apa itu pencerminan dalam matematika, yuk!
e. Hasil pencerminan terhadap garis -2 bisa kita dapatkan dengan menggunakan rumus Q’ (2h – x, y)
Q’ (2h – x, y)
Q’ (2(-2) – (-3), 4)
Q’ (-4 + 3, 4)
Q’ (-1, 4)
f. Pencerminan titik Q terhadap garis y = 2 dapat kita hitung memakai rumus Q'(x, 2k-y).
Q'(x, 2k-y)
Q'(-3, 2.(2) – 4)
Q'(-2, 4 – 4)
Q’ (-2, 0)
g. Pencerminan terhadap titik titik (0,0) bisa dihitung dengan rumus Q'(-x, -y)
Q'(-x, -y)
Q'(-(-3), -(4))
Q'(3, -4)
h. Supaya bisa menentukan pencerminan titik Q terhadap titik (h, k), kita pakai rumus Q'(2h – x, 2k – y).
Q'(2h – x, 2k – y)
Q'(2 (2) – (-3), 2(-5) – 4)
Q'(4 + 3, -10 – 4)
Q'(7, -14)
Contoh Soal Pencerminan 5
Titik A(x,y) memiliki jarak 4 satuan terhadap O(0,0) dan dicerminkan terhadap sumbu Y menghasilkan bayangan A’. Apabila luas segitiga AOA’ merupakan 8 satuan luas. Tentukan nilai (x+y)!🔻
Pembahasan
Luas AOA = 8
1/2 . 2x. y = 8
x.y = 8 (Persamaan 1)
OA =4 maka berlaku x2 + y2 = 42 = 16
Ingat x2 + y2 = (x+y)2 -2xy
16 = (x+y)2 -2(8)
16 = (x+y)2 -16
16+16 = (x+y)2
32 = (x+y)2
Contoh Soal Pencerminan 6
Hitunglah bayangan yang didapat dari titik S(5, 2), apabila mengalami pencerminan terhadap:
a. Sumbu X
b. Sumbu Y
c. Garis y = x
d. Garis y = -x
e. Garis x = -5
f. Garis y = 3
g. Titik (0,0)
h. Titik (1, -3)
Pembahasan
a. Diketahui: S(5, 2)
Pencerminan titik S tadi kepada sumbu X, bisa dicari dengan menerapkan rumus S’ (x, -y).
S’ (5, -2)
b. Pencerminan titik S(5, 2) kepada sumbu Y kita cari dengan menerapkan rumus S’ (-x, y)
S’ (-5, 2)
c. Pencerminan titik S(5, 2) kepada garis y = x dicari dengan memakai rumus S’ (y, x)
S’ (2, 5)
d. Hasil dari pencerminan titik S kepada garis y = -x kita dapatkan dengan memanfaatkan rumus S’ (-y, -x)
S’ (-2, -5)
e. Hasil pencerminan titik S(5, 2) terhadap garis -5 kita dapatkan dengan memakai rumus S’ (2h – x, y)
S’ (2h – x, y)
S’ (2(-5) – (5), 2)
S’ (-10 -5, 2)
S’ (-15, 2)
Halaman:

