Contoh Teks Editorial tentang Sosial beserta Strukturnya Lengkap dalam Bahasa Indonesia
Suatu teks dapat disebut teks editorial jika memenuhi karakteristiknya, meliputi fakta, opini, kritik, saran, keberpihakan, dan usaha untuk memengaruhi pembaca. Simak contoh dari teks editorial dalam artikel ini.
2. Argumentatif
Teks editorial bertujuan untuk memberikan pendapat tentang suatu kebenaran dan membuktikan lewat data dan meyakinkan pembaca akan hal tersebut.
3. Bersifat Subjektif
Setiap media tentu memiliki pandangan yang berbeda akan suatu hal atau peristiwa.
Oleh sebab itu, teks editorial tersebut dapat menggambarkan sebuah perspektif pembahasan yang disajikan untuk masyarakat sesuai dengan media itu sendiri.
Jenis dan Struktur Teks Editorial
Dikenal juga sebagai tajuk rencana, teks editorial terbagi menjadi 3 jenis. Berikut penjelasan lengkapnya.
- Controversial Editorial: jenis teks editorial ini membuat masyarakat yakin akan suatu isu. Penulis tidak setuju dengan argumen lain selain keyakinan dirinya.
- Interpretative Editorial: membaca jenis teks editorial dapat menambah wawasan dan pengetahuan karena berisikan fakta-fakta, dan penjelasan isu.
- Explanatory Editorial: jenis teks editorial ini dapat mendorong pembaca untuk merespon akan isu kepentingan tertentu.
Meskipun setiap jenis teks editorial memiliki tujuan dan isi tertentu yang berbeda-beda. Namun pastinya jenis teks satu ini memiliki struktur yang pasti, yakni:
- Pengenalan isu: menjadi pembukaan teks, dengan menceritakan peristiwanya.
- Argumentasi: menyampaikan pembahasan yang berisi tentang pendapat redaksi.
- Penegasan: bagian teks ini memuat kesimpulan, saran, dan kritik mengenai sebuah isu.
Contoh Teks Editorial dan Strukturnya
Agar kamu lebih mudah mengenal dan memahami teks editorial, berikut ada dua contoh teks editorial bertemakan kehidupan sosial lengkap dengan strukturnya.
Contoh 1 Teks Editorial
Judul: Hak Atas Udara Bersih
Pengenalan isu:
Dari hari ke hari, mutu udara di Jakarta kian memprihatinkan. Berdasarkan data laman IQAir, kemarin, indeks kualitas udara di Ibu Kota tercatat di angka 171. Mutu udara Jakarta itu termasuk terburuk di dunia.
Ini didominasi dengan polutan utamanya yakni PM 2.5 dengan level konsentrasi 91µg/m³. Konsentrasi PM 2.5 di Jakarta saat ini 18,2 kali lebih besar daripada nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.
Angka tersebut hanya lebih baik dari Kota Kampala, Uganda, yang memiliki indeks 187, atau kota yang memiliki mutu udara terburuk di dunia. Itu artinya udara Jakarta sudah sangat tidak sehat.
Halaman:



