9 Contoh Teks Negosiasi 3 Orang di Sekolah Antar Teman Singkat
Inilah kumpulan contoh teks negosiasi 3 orang di sekolah sesama teman sebangku, guru, atau teman sekelompok. Baca untuk selengkapnya.
6. Teks Negosiasi tentang Pembagian Tugas
Murid 1: “Halo semuanya.”
Murid 2: “Halo.”
Murid 1: “Aku mau memastikan, di mana kita mau mengerjakan tugasnya?”
Murid 2: “Di rumahku boleh. Tempatnya luas, pastinya kalian nyaman. Plus, jaraknya cukup dekat dari sekolah.”
Murid 3: “Boleh, nah bagaimana dengan pembagian tugasnya?”
Murid 2: “Kita diminta untuk membuat makalah dan power point. Aku membuat makalah tak apa-apa. Siapa yang mau mengurus power point?”
Murid 1: “Aku tidak punya laptop.”
Murid 3: “Aku tidak bisa, kakakku sedang menggunakan laptopku untuk mengerjakan tugas kuliah.”
Murid 2: “Pakai punya adikku saja.”
Murid 1: “Biarkan aku yang mengurus PPT.”
Murid 3: “Maaf, tetapi aku tidak bisa bantu membuat power point. Tidak apa-apa kan? Aku lebih mahir menyusun makalah.”
Murid 1: “Tidak apa-apa. Kamu kerjakan makalahnya dengan baik ya.”
Murid 2: “Tenang, aku akan selalu siap membantu.”
Murid 1: “Oke, nanti kita ketemuan di kantin ya, setuju?”
Murid 3: “Jangan, kantin akan sepi. Kita ketemuan di gerbang sekolah saja.”
Murid 2: “Aku setuju, di gerbang sekolah saja.”
Murid 1: “Baiklah, kalau tidak ada yang mau dibicarakan lagi, aku mau kembali ke kelas dulu.”
Murid 3: “Aku juga. Sampai ketemu nanti siang.”
Murid 2: “Sampai ketemu juga.”
7. Teks Negosiasi tentang Penentuan Jadwal Presentasi Kelompok
Guru memberikan tugas presentasi kelompok kepada siswa kelas 10 dan meminta mereka menentukan jadwal presentasi secara musyawarah. Setiap kelompok memiliki kendala yang berbeda sehingga perlu dilakukan negosiasi agar semua pihak merasa adil.
Ketua Kelas: “Teman-teman, ibu guru minta kita menentukan jadwal presentasi untuk minggu depan. Ada tiga kelompok yang akan tampil setiap harinya.”
Siswa A: “Kelompok kami sebaiknya jangan hari Senin. Banyak anggota yang ikut ekskul sampai sore.”
Siswa B: “Kalau kelompok kami tidak bisa hari Rabu, karena ada jadwal latihan lomba.”
Ketua Kelas: “Baik, berarti Senin dan Rabu sudah ada yang keberatan. Bagaimana dengan hari Selasa?”
Siswa C: “Hari Selasa kami bisa, tapi tolong jangan kelompok terakhir karena alat presentasi kami harus dipinjam dari kelas lain.”
Siswa A: “Kalau begitu kelompok kami bersedia tampil hari Selasa di sesi terakhir.”
Siswa B: “Kelompok kami bisa hari Kamis saja, supaya ada waktu persiapan lebih.”
Ketua Kelas: “Oke, jadi Selasa ada dua kelompok dan Kamis satu kelompok. Semua setuju?”
Siswa: “Setuju.”
Ketua Kelas: “Baik, nanti jadwal ini akan saya sampaikan ke ibu guru.”
Siswa A: “Terima kasih sudah dimusyawarahkan.”
8. Teks Negosiasi tentang Waktu Belajar Kelompok Menjelang Ujian
Sekelompok siswa berencana mengadakan belajar bersama untuk persiapan ujian akhir semester. Namun, masing-masing siswa memiliki jadwal yang berbeda sehingga mereka perlu bernegosiasi untuk menentukan waktu yang tepat.
Rani: “Ujian tinggal dua minggu lagi. Bagaimana kalau kita belajar kelompok mulai akhir pekan ini?”
Dimas: “Aku setuju, tapi jangan pagi. Aku ada les sampai jam sepuluh.”
Alya: “Kalau sore juga jangan terlalu malam. Aku harus membantu orang tua di rumah.”
Rani: “Berarti kita punya waktu di siang hari. Jam satu siang bagaimana?”
Dimas: “Jam satu aku masih di perjalanan pulang dari les.”
Alya: “Kalau jam dua siang?”
Dimas: “Jam dua sudah bisa.”
Rani: “Lokasinya di rumah siapa?”
Alya: “Di rumahku saja. Tempatnya cukup luas dan tenang.”
Dimas: “Aku setuju. Tapi jangan terlalu lama ya, maksimal sampai jam lima.”
Rani: “Oke, kita belajar dari jam dua sampai jam lima.”
Alya: “Setuju. Nanti aku siapkan minum saja.”
Dimas: “Sip, semoga belajar bareng ini bikin kita lebih siap ujian.”
9. Teks Negosiasi tentang Pengumpulan Tugas Sekolah
Seorang guru memberikan tugas individu kepada murid-muridnya dengan batas waktu tertentu. Namun, beberapa murid merasa membutuhkan waktu tambahan karena kendala yang mereka alami. Akhirnya, terjadi negosiasi antara murid dan guru di dalam kelas.
Guru: “Anak-anak, tugas rangkuman materi ini harus dikumpulkan besok pagi sebelum pelajaran dimulai.”
Murid 1: “Bu, apakah boleh dikumpulkan lusa? Soalnya hari ini kami juga ada tugas dari mata pelajaran lain.”
Guru: “Kenapa tidak bisa besok?”
Murid 2: “Sebagian dari kami mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sampai sore, bu. Waktu untuk mengerjakan tugas jadi terbatas.”
Guru: “Tugas ini sebenarnya tidak terlalu sulit, hanya merangkum materi.”
Murid 3: “Betul bu, tetapi kami ingin mengerjakannya dengan maksimal agar hasilnya rapi dan lengkap.”
Murid 1: “Kalau dikumpulkan besok, kami khawatir hasilnya kurang baik.”
Guru: “Baik, kalau begitu ibu beri tambahan waktu satu hari. Dikumpulkan lusa sebelum jam pelajaran dimulai.”
Murid 2: “Terima kasih bu atas pengertiannya.”
Guru: “Tapi ingat, tidak ada alasan keterlambatan lagi.”
Murid: “Baik bu, kami janji akan mengumpulkannya tepat waktu.”
Halaman:

