5 Contoh Teks Negosiasi beserta Struktur dan Kaidah Kebahasaan yang Benar
Contoh teks negosiasi beserta struktur dan kaidah kebahasaan memudahkan dalam mempelajari bagaimana bernegosiasi yang tepat sesuai etika.
Struktur Teks Negosiasi
Seperti jenis teks lain, ada struktur yang menyusun teks ini. Pada contoh teks negosiasi dalam bentuk surat penawaran pun, struktur berikut ini akan ditemukan.
1. Orientasi
Struktur pertama teks yang berupa pengenalan masalah utama atau topik bersama pihak lawan.
2. Pengajuan
Struktur kedua akan berisi penjelasan dari pihak negosiator. Pernyataan akan berisi pengajakan atau permintaan untuk menanggapi apa yang menjadi tuntutan.
3. Penawaran
Struktur dalam contoh teks negosiasi beserta struktur dan kaidah kebahasaannya ini berisi tahap tawar-menawar dari pihak lawan yang memberikan penolakan.
4. Kesepakatan
Struktur keempat yang menjadi keputusan akhir dari kedua belah pihak. Setelah tawar-menawar dirasa tepat dan seimbang, maka kesepakatan dibentuk bersama-sama.
Kaidah Kebahasaan dalam Teks Negosiasi
Berbeda dengan ciri-ciri yang mendasari teks, ada kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks ini.
Pada kaidah kebahasaan teks negosiasi dan contohnya dalam bentuk surat penawaran, akan ditemukan unsur-unsur berikut.
- Bahasa persuasif, yaitu bahasa yang bersifat menarik perhatian atau membujuk.
- Kalimat deklaratif, yaitu kalimat yang berfungsi dalam menyampaikan informasi. Kalimat ini bersifat pernyataan netral.
- Bahasa sopan, yaitu bahasa yang digunakan agar negosiasi bisa berlangsung dengan sukses serta komunikasi berjalan dengan baik.
- Menggunakan konjungsi, yaitu kata hubung seperti meskipun, walaupun, dan sebagainya untuk meyakinkan pihak lain saat bernegosiasi.
- Kalimat efektif, yaitu kalimat yang singkat, padat, jelas, dan lengkap. Dengan kalimat ini, informasi dapat disampaikan dengan tepat. Dengan demikian, masing-masing pihak dapat memahami apa yang disampaikan dengan mudah.
- Pasangan tuturan, yaitu dialog atau percakapan langsung di antara dua orang, atau semua pihak yang melakukan negosiasi.
- Pronomina, yaitu kata ganti orang, seperti Anda, kami, saya, dan sebagainya.
- Kalimat langsung, yaitu kalimat yang diucapkan secara langsung oleh narasumber atau pihak yang berbicara.
- Kalimat persetujuan, yaitu kalimat yang menyatakan apakah hasil negosiasi disepakati atau tidak.
- Kalimat kontras atau perbandingan, yaitu kalimat yang menunjukkan perbandingan keadaan mengenai masalah yang dinegosiasikan.
Halaman:
