5 Contoh Teks Negosiasi beserta Struktur dan Kaidah Kebahasaan yang Benar
Contoh teks negosiasi beserta struktur dan kaidah kebahasaan memudahkan dalam mempelajari bagaimana bernegosiasi yang tepat sesuai etika.
Ketika berbelanja ke pasar, terjadi negosiasi berupa tawar-menawar.
Lalu, bagaimana bila negosiasi itu berbentuk contoh teks negosiasi beserta struktur dan kaidah kebahasaan? Semuanya hanya dibuat menjadi bentuk tulisan saja, tetapi strukturnya dibedah satu per satu.
Dalam bernegosiasi, memang keterampilan yang utama adalah komunikasi langsung. Namun, jika berbicara soal teori, maka harus dipahami pula apa saja yang menyusun negosiasi itu beserta kaidah kebahasaannya. 📖✨
Daftar Isi
Contoh Teks Negosiasi beserta Struktur dan Kaidah Kebahasaan

Berikut ini adalah contoh teks negosiasi singkat beserta strukturnya di toko buku.
Contoh 1
Orientasi
Pembeli: “Permisi, selamat siang.”
Penjaga: “Ya, selamat siang juga. Ada yang bisa saya bantu?”
Pengajuan
Pembeli: “Saya mencari novel berjudul Siti Nurbaya. Apakah ada dijual di sini, Mas?”
Penjaga: “Sudah mencarinya di bagian novel?”
Pembeli: “Sudah, Mas. Tapi tidak ketemu.”
Penjaga: “Baiklah, coba saya cari dulu di gudang. Silakan tunggu di sini, ya.” (Tidak lama kemudian…) “Ini bukunya. Ternyata tinggal tersisa satu di gudang.”
Pembeli: “Berapa harganya, Mas?”
Penjaga: “Rp58.000, Mbak.”
Penawaran
Pembeli: “Wah, mahal sekali, Mas. Boleh saya tawar menjadi Rp45.000, Mas?”
Penjaga: “Buku ini sudah jarang dijumpai, jadi harga itu terlalu rendah, Mbak.”
Pembeli: “Uang saya tidak ada kalau harus dinaikkan di atas Rp49.000, Mas. Apakah seharga itu diperbolehkan, Mas? Buku ini saya perlukan untuk tugas sekolah.”
Penjaga: “Harga serendah itu juga tidak bisa, Mbak. Bagaimana dengan Rp55.000? Itu sudah murah sebenarnya, soalnya Mbak tidak akan mendapatkan buku ini di toko lain.”
Pembeli: “Tapi uang saya tersisa Rp50.000 saja. Bagaimana, Mas?”
Kesepakatan
Penjaga: “Baiklah, saya menjualnya Rp50.000.”
Pembeli: “Terima kasih, Mas. Saya beli, ya, bukunya.”
Penjaga: “Baik, Mbak. Uangnya juga sudah pas, ya. Terima kasih sudah membeli.”
Berikut ini adalah contoh teks negosiasi beserta struktur dan kaidah kebahasaan tentang jual-beli di pasar.
Contoh 2
Orientasi
Penjual: “Selamat pagi, Bu Nina. Wah, sudah belanja banyak, ya, pagi ini?”
Bu Nina: “Iya, Bu. Nanti sore ada arisan di rumah. Jadi rencananya masak lebih banyak daripada hari biasa.”
Penjual: “Oh… Iya, Bu. Ini dagingnya masih segar-segar, lho, Bu. Sampainya baru subuh tadi, jadi belum masuk freezer. Bu Nina mau daging sapi atau kambing?”
Bu Nina: “Kayaknya sapi aja, deh, Bu. Gak berani makan daging kambing. Suami saya sering naik tensi, jadi bahaya kalau makan daging kambing.”
Penjual: “Naik tensi? Padahal saya tiap hari makan daging juga, tapi mau kambing atau sapi tidak masalah sama saya. Tensi saya juga aman, tapi saya memang rajin makan timun, semangka, melon, kangkung, apel, biar seimbang. Saya juga banyak minum air putih. Dan suami Ibu juga harus ikhlas!”
Bu Nina: “Hubungannya dengan ikhlas gimana, Bu?”
Penjual: “Ya, jalani saja hidup dengan ikhlas. Pasti rasanya adem ayem, tensi pun tidak naik lagi.”
Bu Nina: “Ibu benar juga.”
Penjual: “Nah, jadi Bu Nina mau pilih iga atau paha?”
Pengajuan
Bu Nina: “Paha sekilo sekarang berapa, ya, Bu?”
Penjual: “Masih sama, Bu, masih Rp110.000.”
Bu Nina: “Kalau iganya?”
Penjual: “Khusus Bu Nina, saya kasih diskon, sekilonya Rp105.000 saja.”
Penawaran
Bu Nina: “Kalau gitu, saya beli pahanya sekilo, sama iganya setengah kilo, ya, Bu. Harganya masih boleh kurang, gak, Bu? Soalnya saya, ‘kan, beli banyak.”
Kesepakatan
Penjual: “Ya sudah, semua pesanan Bu Nina jadinya Rp210.000 saja, ya.”
Bu Nina: “Makasih, Bu. Bonus tulang juga, ya, soalnya saya mau buat kaldu.”
Penjual: “Beres, Bu. Semuanya saya siapkan dulu, ya.”
Berikut ini adalah teks negosiasi beserta struktur dan kaidah kebahasaan tentang acara akhir tahun di sekolah.
Contoh 3
Orientasi
Salsa: “Bagaimana, ya? Kita belum memutuskan acara akhir tahun sekolah harus seperti apa.”
Cici: “Benar juga.”
Pengajuan
Salsa: “Menurutku, acara nanti lebih baik berbentuk kreasi seni dan bazar saja. Lalu ada hiburan dari band sekolah atau kegiatan seni lain.”
Penawaran
Cici: “Tapi teman-teman lain inginnya karya wisata ke luar kota. Kata mereka, kita bisa refreshing, lalu menambah wawasan tentang lokasi yang kita datangi nanti.”
Salsa: “Bukannya jadi lebih banyak biaya, ya, untuk karya wisata?”
Cici: “Menurutku, sama saja dengan dampak positif kalau kita mengadakan karya wisata.”
Guru: “Ada apa ini? Kelihatannya diskusi kalian sangat seru?”
Salsa: “Eh, iya, selamat siang, Pak! Jadi kami sedang membicarakan acara sekolah untuk akhir tahun nanti. Saya berpendapat lebih baik mengadakan kreasi seni, bazar, dan hiburan seni saja. Kegiatan itu lebih menghemat biaya sekaligus mengasyikkan.”
Cici: “Nah, saya sendiri dan beberapa teman lain mengusulkan kegiatan karya wisata ke luar kota. Keduanya terdengar bagus, tapi kami jadi bingung ingin mengadakan yang mana.”
Kesepakatan
Guru: “Sebenarnya kedua kegiatan itu bernilai positif dan sangat baik. Saran Bapak, lebih baik kalian melakukan voting saja. Suara terbanyak dari hasil angket akan menjadi keputusan terakhir. Nah, setelah itu, kalian bisa membicarakannya bersama Bapak dan pihak sekolah.
Cici dan Salsa: “Setuju, Pak!”
Berikut ini adalah contoh teks negosiasi beserta struktur dan kaidah kebahasaan tentang membeli laptop.
Halaman:



