5 Contoh Teks Negosiasi beserta Struktur dan Kaidah Kebahasaan yang Benar
Contoh teks negosiasi beserta struktur dan kaidah kebahasaan memudahkan dalam mempelajari bagaimana bernegosiasi yang tepat sesuai etika.
Contoh 4
Orientasi
Pembeli: “Permisi, Pak. Boleh saya lihat-lihat dulu?”
Penjual: “Selamat siang, Dek. Silakan. Mau beli apa?”
Pengajuan
Pembeli: “Saya mau beli laptop yang bisa dipakai untuk mengakses aplikasi belajar online. Tapi budget saya pas-pasan. Kira-kira ada yang sesuai, Pak?”
Penjual: “Oh, untuk belajar online, ya? Kami ada, nih, Dek, laptop second dari salah satu perusahaan start up. Tapi kondisinya masih bagus, kok.”
Pembeli: “Wah, boleh saya lihat dulu, Pak? Harganya berapa, ya, Pak?”
Penjual: “Silakan, Dek. Kami kasih Rp5.000.000 saja, Dek.”
Penawaran
Pembeli: “Barangnya bagus, sih, Pak. Tapi harganya boleh kurang jadi Rp3.500.000, gak, Pak?”
Penjual: “Duh, maaf, Dek. Kalau segitu terlalu murah. Ini barang soalnya spesifikasinya bagus untuk aplikasi belajar online, edit video, sekalian main game juga. Saya kasih harga pas Rp4.000.000 aja, gimana?”
Pembeli: “Hmmm, boleh turun dikit lagi, Pak? Rp3.800.000 bisa saya bayar tunai sekarang!”
Kesepakatan
Penjual: “Wah, gimana ya. Baiklah, deal di Rp3.800.000, ya, Dek. Saya siapkan dulu barangnya, sekalian pasang sistem operasinya. Tunggu sebentar, ya.”
Pembeli: “Baik, terima kasih, Pak. Ini uangnya, ya, Pak.”
Contoh 5
Berikut ini adalah contoh teks negosiasi beserta struktur dan kaidah kebahasaan tentang penyewaan kamera di studio foto.
Orientasi
Penyewa: “Permisi, selamat sore.”
Petugas: “Selamat sore. Silakan, ada yang bisa kami bantu?”
Pengajuan
Penyewa: “Saya ingin menyewa kamera DSLR untuk keperluan tugas sekolah. Apakah di sini ada kamera yang bisa disewa harian?”
Petugas: “Ada. Kami memiliki beberapa tipe kamera DSLR. Untuk keperluan tugas sekolah, biasanya pelanggan memilih tipe Canon 700D atau Nikon D5300.”
Penyewa: “Kalau untuk Canon 700D, berapa biaya sewanya, ya?”
Petugas: “Biaya sewanya Rp150.000 per hari, sudah termasuk lensa standar.”
Penawaran
Penyewa: “Mohon maaf, Kak. Biayanya cukup mahal bagi saya. Apakah bisa diturunkan menjadi Rp120.000? Saya hanya memakainya sebentar untuk pengambilan foto.”
Petugas: “Kalau Rp120.000 terlalu rendah. Namun, karena ini untuk tugas sekolah, kami bisa memberikan harga Rp135.000.”
Penyewa: “Kalau Rp130.000 bagaimana, Kak? Saya juga akan mengembalikannya tepat waktu.”
Kesepakatan
Petugas: “Baiklah, kami setuju di harga Rp130.000 dengan syarat kamera dikembalikan sebelum pukul 18.00 besok.”
Penyewa: “Baik, saya setuju. Terima kasih atas keringanannya.”
Petugas: “Sama-sama. Silakan isi formulir penyewaan terlebih dahulu.”
Tanpa contoh teks negosiasi beserta struktur dan kaidah kebahasaan di atas, negosiasi bisa jadi berjalan tidak lancar.
Baik dalam menuliskan maupun mengaplikasikannya lewat obrolan, struktur dan kaidah tersebut seharusnya ada pada setiap tahap bernegosiasi.
Pengertian Teks Negosiasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), negosiasi adalah proses saling menawar dengan metode berunding, agar kedua belah pihak mendapatkan kesepakatan bersama.
Semua pihak yang melakukan negosiasi harus memberi dan menerima masukan masing-masing.
Dalam kehidupan sehari-hari, negosiasi bukan lagi hal asing. Negosiasi paling sering ditemui dalam kegiatan jual-beli di pasar tradisional.
Kedua pihak nantinya akan melakukan negosiasi, sampai kesepakatan akhir tercapai. Kesepakatan ini juga merupakan persetujuan dari kedua belah pihak.
Lanjut menuju teks negosiasi, pengertiannya adalah negosiasi yang berbentuk teks. Di dalamnya terdapat interaksi untuk mendapatkan kesepakatan atau perjanjian.
Kesepakatan ini juga harus memenuhi kepuasaan semua pihak yang terlibat dalam negosiasi.
Seperti teks-teks lain, teks negosiasi juga mengandung struktur dan tata bahasa tersendiri. Kedua poin ini juga menjadi ciri yang membedakannya dengan teks lain.
Seperti apa memangnya teks negosiasi ini apabila dibedah dari segi kebahasaan?
Tujuan dan Ciri-Ciri Teks Negosiasi
Baik dalam percakapan langsung atau contoh teks negosiasi dalam bentuk surat penawaran, ada tujuan yang ingin dicapai.
Selain itu, penulisan teks pun mengandung ciri-ciri tertentu yang menandai bahwa teks tersebut adalah teks negosiasi.
Berikut ini adalah tujuan dari teks negosiasi.
- Mendapatkan kesepakatan berdasarkan persepsi, persetujuan, dan pengertian yang sama.
- Menyelesaikan konflik atau masalah yang dihadapi bersama-sama.
- Mendapatkan kesepakatan dengan kondisi akhir yang saling menguntungkan (win-win solution).
Sementara itu, contoh teks negosiasi pendek juga terbentuk karena ciri-ciri tertentu. Ciri yang membedakannya dengan teks lain adalah sebagai berikut.
- Menjadi media untuk mendapatkan solusi dalam menyelesaikan masalah secara bersama-sama.
- Memperoleh kesepakatan dan persetujuan bersama.
- Mendapatkan penyelesaian dengan kondisi yang menguntungkan di kedua belah pihak.
- Memprioritaskan kepentingan bersama, baik dari pihak negosiator dan pihak lawan.
- Mengandung tujuan praktis, yaitu sebagai media untuk mendapatkan kesepakatan yang dapat diterima oleh seluruh pihak yang terlibat.
Halaman:

