5+ Contoh Teks Negosiasi Formal dan Non Formal Singkat beserta Strukturnya
Contoh teks negosiasi formal dan non formal bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya tawar-menawar di pasar dan bersama keluarga.
4. Negosiasi Tanpa Pihak Penengah
Negosiasi ini menjadi proses negosiasi yang dilakukan kedua pihak yang terlibat tanpa memerlukan kehadiran atau bantuan pihak ketiga.
Intinya, kesepakatan akan diperoleh berdasarkan negosiasi di antara pihak-pihak yang melakukan negosiasi itu sendiri.
Negosiasi seperti ini dapat dilihat melalui kegiatan di mana perwakilan perusahaan atau lembaga bernegosiasi dengan pihak sponsor.
5. Negosiasi Kolaborasi
Negosiasi ini bertujuan untuk memperoleh kesepakatan dari seluruh pihak yang berkolaborasi.
Maksudnya adalah, kolaborasi berupa aktivitas negosiasi yang melibatkan semua pihak.
Seluruh yang terlibat harus menyampaikan keinginan atau pendapat mereka.
Oleh sebab itu, negosiasi ini sering disebut sebagai win-win solution. Hal ini dikarenakan risiko akhir dari semua pihak yang memperoleh kesepakatan paling baik.
6. Negosiasi Dominasi
Negosiasi ini menghasilkan kesepakatan yang berpihak ke salah satu saja, atau bisa dibilang tidak seimbang. Dengan kata lain, pihak lain memperoleh kerugian.
Negosiasi dominasi pada intinya adalah kesepakatan yang menguntungkan satu pihak.
Karenanya, tidak semua kalangan mau melaksanakan negosiasi ini. Negosiasi dominasi juga disebut sebagai win-lose, sebab salah satu pihak harus merugi.
7. Negosiasi Akomodasi
Negosiasi akomodasi akan menghasilkan kesepakatan yang memberikan keuntungan lebih banyak kepada lawan daripada pihak yang menawarkan negosiasi. Karena itu, fenomena pada negosiasi ini disebut lose-win.
Saat melaksanakan negosiasi ini, pihak yang melakukan negosiasi seharusnya tetap mencoba untuk memperoleh keuntungan.
Ini disebabkan karena kerugian yang didapat bisa jadi sangat sulit untuk mencari penggantinya.
8. Negosiasi Menghindari Konflik
Persis seperti namanya, negosiasi ini memang dilakukan agar konflik lama tidak berlanjut, atau bahkan tidak menciptakan konflik lanjutan.
Oleh sebab itu, saat negosiasi berlangsung, semua pihak harus bertindak dengan kepala dingin atau tenang.
Negosiasi jenis ini juga dikenal dengan sebutan lose-lose. Dengan kata lain, kedua belah pihak sama-sama mengalah untuk mencapai kepentingan bersama.
Struktur Teks Negosiasi
Pada setiap contoh teks negosiasi formal dan non formal, tentu ada struktur penyusunnya.
Struktur ini diperlukan agar tidak kesulitan saat hendak memulai negosiasi. Begitu pula saat menyusun teksnya, struktur ini penting untuk dipelajari.
1. Orientasi
Orientasi adalah cara dalam memulai pembicaraan. Biasanya orientasi dilakukan dengan menyapa atau memberi salam.
Awalan percakapan yang baik menjadi kunci agar negosiasi berakhir dengan kesepakatan yang baik pula.
2. Pengajuan
Sesudah awal pembicaraan, tahap berikutnya adalah pengajuan. Pada tahap ini, tawaran untuk melakukan negosiasi diajukan.
Pengajuan dapat berupa menyampaikan keinginan untuk bisa disepakati oleh kedua belah pihak.
3. Penawaran
Penawaran juga merupakan tahap penting dalam bernegosiasi. Pasalnya, tawar-menawar dapat menjadi indikator apakah negosiasi berhasil dijalankan atau tidak.
Khususnya ketika melaksanakan penawaran, sudah pasti akan ada perbedaan pendapat, yaitu penawaran dari masing-masing pihak.
4. Persetujuan
Sesudah tahap tawar-menawar selesai dan berhasil, langkah selanjutnya adalah persetujuan.
Tahap ini diperoleh dari kesepakatan yang menjadi hasil tahap tawar-menawar di kedua belah pihak.
5. Penutup
Bagian ini adalah akhir dari tahap bernegosiasi. Penutup bisa berupa ucapan salam, diikuti dengan ucapan terima kasih.
Penutup
Beberapa contoh teks negosiasi formal dan non formal merupakan contoh sederhana yang sering dijumpai sehari-hari.
Berbagai kejadian dan perjanjian bisa jadi harus dinegosiasikan. Karena itu, penting untuk mempelajari keterampilan berkomunikasi satu ini.
Halaman:
