5+ Contoh Teks Negosiasi Formal dan Non Formal Singkat beserta Strukturnya
Contoh teks negosiasi formal dan non formal bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya tawar-menawar di pasar dan bersama keluarga.
Contoh Teks Negosiasi Non Formal 1
Berikut ini adalah contoh negosiasi dalam kehidupan sehari-hari dengan tema jual-beli di pasar.
Orientasi
Pembeli: “Harga mangga ini sekilo berapa, Bang?”
Penjual: “Murah, kok, Bu. Tiga puluh ribu aja.”
Pengajuan
Pembeli: “Boleh kurang, Bang?”
Penjual: “Belum boleh, Bu. Soalnya ini barang baru, bukan karbitan. Matang pohon, lho.”
Penawaran
Pembeli: “Benar, sih, Bang. Tapi boleh kurang, ‘kan? Ini, ‘kan, lagi musim. Dua puluh ribu, ya?”
Penjual: “Nggak bisa segitu, Bu. Rp28.000, deh, ya. Biar saya juga untung, Bu.”
Persetujuan
Pembeli: “Baiklah, tapi pilih sendiri boleh, ya, Bang?”
Penjual: “Tapi jangan yang besar-besar, ya, Bu. Saya takut rugi.”
Pembeli: “Iya, Bang. Saya cuma mau mangga yang bagus.”
Penjual: “Saya jamin, kok, Bu. Kalau ketemu yang busuk, Ibu boleh tukar nanti.”
Penutup
Pembeli: “Baiklah, Bang. Saya beli tiga kilo, ya.”
Penjual: “Baik, Bu.”
Contoh Teks Negosiasi Non Formal 2
Berikut ini adalah contoh kasus negosiasi yang berhasil dengan anggota keluarga.
Orientasi
Winda: “Winda sangat memerlukan HP, Yah. Belikan, ya?”
Ayah: “Uang Ayah belum cukup, Win. Kan kita sudah ada telepon rumah.”
Pengajuan
Winda: “Tapi semua teman Winda sudah punya HP. Mereka jadi bisa menelepon orang tua kalau harus pulang telat dari sekolah.”
Ayah: “Kalau seperti itu, kamu seharusnya tidak perlu pulang telat.”
Winda: “Bukan cuma itu, Yah. Winda juga iri dengan mereka, karena dengan HP mereka bisa mengunduh materi pelajaran, saling mengirim tugas, bahkan diskusi juga. Jadi tidak perlu repot-repot keluar rumah.”
Penawaran
Ayah: “HP itu penting sekali untukmu, ya?”
Winda: “Benar, Yah. Apalagi guru sering memberi tugas yang harus dikirim ke grup Facebook. Atau tugas yang diunggah ke blog. Kalau Winda punya HP jadi mudah. Bisa diskusi dengan teman-teman sekaligus melihat materi langsung dari internet di HP.”
Persetujuan
Ayah: “Ya, sudah. Nanti Ayah belikan. Tapi Winda harus janji, ya.”
Penutup
Winda: “Janji apa, Yah?”
Ayah: “Janji harus belajar dengan rajin. HP-nya juga harus digunakan untuk kegiatan yang positif-positif saja.”
Winda: “Janji! Terima kasih, Yah!”
Contoh Teks Negosiasi Non Formal 3
Berikut ini adalah contoh teks negosiasi nonformal dengan tema meminjam motor kepada teman.
Orientasi
Raka: “Bro, motor kamu lagi dipakai nggak?”
Fajar: “Nggak, kenapa emangnya?”
Pengajuan
Raka: “Aku mau pinjam motor kamu sebentar buat ke rumah nenek. Motorku lagi mogok.”
Fajar: “Ke rumah nenek kamu jauh, nggak?”
Penawaran
Raka: “Nggak jauh kok, cuma sekitar 15 menit dari sini.”
Fajar: “Kalau lama, aku butuh motor sore nanti.”
Raka: “Tenang aja, paling satu jam sudah balik. Bensinnya juga aku isi full.”
Fajar: “Satu jam, ya? Jangan lebih.”
Persetujuan
Raka: “Siap! Aku janji tepat waktu.”
Fajar: “Ya sudah, pakai saja. Helmnya sekalian.”
Penutup
Raka: “Makasih banyak ya, Bro!”
Fajar: “Iya, sama-sama. Hati-hati di jalan.”
Pengertian Negosiasi
Sebelum mulai berlatih, sebaiknya ketahui dulu apa yang dimaksud dengan negosiasi atau teks negosiasi. Setelah mempelajari teorinya, maka sudah saatnya untuk belajar mengaplikasikan.
Jadi, negosiasi adalah suatu aktivitas atau proses komunikasi yang terjadi dan melibatkan dua pihak.
Negosiasi juga bisa berupa proses tawar-menawar di kedua pihak tersebut agar kesepakatan tercapai. Kesepakatan bisa berupa harga kualitas, jumlah, dan persyaratan lain.
Namun, walaupun biasanya terjadi di antara dua pihak, ada juga negosiasi yang melibatkan pihak ketiga.
Pihak ketiga yang dimaksud dapat berupa pihak penengah, atau biasa disebut dengan mediator.
Hal menarik dari seorang mediator ialah keterampilannya dalam bernegosiasi. Di samping itu, mediator juga terpelajar perihal etika berbisnis.
Nah, berdasarkan pengertian tersebut, bisa disimpulkan bahwa negosiasi adalah komunikasi untuk mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
Karena itulah, negosiasi masih dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Silakan simak penjelasan berikut ini.
Jenis-jenis Negosiasi
Beberapa kalangan awam mungkin mengetahui bahwa negosiasi cuma terdiri dari satu jenis. Karena tujuannya sama, maka negosiasi hanya ada satu saja.
Namun, nyatanya, negosiasi terbagi lagi menjadi beberapa macam. Setiap negosiasi mempunyai ciri atau karakteristik tertentu.
1. Negosiasi Formal
Negosiasi ini merupakan negosiasi yang bisa diselesaikan dengan metode formal, atau mengharuskan kesepakatan di atas kertas perjanjian.
Dalam negosiasi ini, kesepakatan yang adil harus diperoleh dengan melewati jalur hukum yang sah.
Negosiasi formal umumnya dilaksanakan oleh pihak-pihak dari perusahaan besar. Metode ini ditempuh agar kedua belah pihak tidak mengalami kerugian.
2. Negosiasi Informal
Berbanding terbalik dengan sebelumnya, negosiasi informal dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, dan bersama siapa saja.
Jadi, negosiasi ini tidak mengenal waktu, tempat, dan pihak yang bernegosiasi, asal kesepakatan didapatkan.
3. Negosiasi dengan Pihak Penengah
Pihak penengah atau negosiator menyebabkan proses negosiasi melibatkan dua orang atau lebih.
Hal ini bertujuan agar kesepakatan diperoleh dengan adil sebab ada mediator atau pihak ketiga.
Sebagai mediator, ia mesti tidak memihak kepada salah satu pihak atau bersifat netral.
Mediator akan berwenang menentukan keputusan terakhir yang adil. Negosiasi dengan pihak mediator dapat diselesaikan juga dengan jalur hukum.
Halaman:

