5 Contoh Teks Negosiasi Membawa Sepeda Motor dan HP ke Sekolah
Contoh teks negosiasi larangan yang sering terjadi belakangan ini adalah negosiasi tentang larangan membawa sepeda motor dan HP ke sekolah.
Contoh 4
Berikut ini adalah contoh teks negosiasi tentang larangan membawa HP ke sekolah, bernegosiasi menggunakan HP saat jam pulang sekolah saja.
Siswa: “Permisi, selamat pagi, Pak.”
Guru: “Iya, selamat pagi. Ada apa, Nak?”
Siswa: “Begini, Pak. Saya mewakili teman-teman ingin menyampaikan keberatan tentang aturan baru yang melarang membawa HP ke sekolah.”
Guru: “Baiklah, apa yang salah dari peraturan itu?”
Siswa: “Jadi, Pak, lokasi sekolah kita sangat susah dari jalur angkutan umum. Jadi, kami membutuhkan HP untuk memesan transportasi online agar bisa pulang ke rumah dengan cepat, Pak.”
Guru: “Tapi, kalau kalian diperbolehkan membawa HP, nanti akan banyak yang memakai ponselnya ketika jam pelajaran masih berlangsung. Atau bahkan menyontek saat ujian dari internet.
Siswa: “Bagaimana kalau HP kami tetap boleh dibawa, tapi kami nonaktifkan. Kami baru boleh menghidupkannya saat jam pulang sekolah saja, Pak?”
Guru: “Tetap akan banyak siswa yang melanggar. Aturan ini diterapkan karena kejadian itu, ‘kan?”
Siswa: “Bagaimana kalau nanti semua HP dikumpul dan dititipkan pada wali kelas, Pak? Saya mengusulkan agar Bapak bisa menginstruksikan ke setiap wali kelas agar HP dikembalikan lagi saat jam pulang sekolah.”
Guru: “Akan saya pertimbangkan. Terima kasih atas usulannya, Nak.”
Siswa: “Terima kasih atas waktunya untuk mendengarkan solusi saya sebagai perwakilan teman-teman, Pak.”
Contoh 5
Berikut ini adalah contoh teks negosiasi larangan membawa sepeda motor dan HP ke sekolah dengan solusi penitipan dan surat izin orang tua.
Perwakilan Siswa: “Permisi, selamat siang, Bu.”
Wakil Kepala Sekolah: “Selamat siang. Ada keperluan apa, Nak?”
Perwakilan Siswa: “Begini, Bu. Saya mewakili beberapa teman ingin menyampaikan pendapat terkait larangan membawa sepeda motor dan HP ke sekolah.”
Wakil Kepala Sekolah: “Silakan. Apa yang ingin kalian sampaikan?”
Perwakilan Siswa: “Kami memahami tujuan larangan tersebut demi keselamatan dan kedisiplinan. Namun, ada beberapa siswa yang rumahnya jauh dan orang tuanya bekerja hingga sore hari, Bu.”
Wakil Kepala Sekolah: “Lalu, apa solusi yang kalian usulkan?”
Perwakilan Siswa: “Bagaimana kalau siswa tetap tidak diperbolehkan menggunakan HP dan sepeda motor di lingkungan sekolah, tetapi diperbolehkan membawa dengan syarat dititipkan, Bu?”
Wakil Kepala Sekolah: “Dititipkan bagaimana maksudnya?”
Perwakilan Siswa: “Sepeda motor bisa diparkir di area khusus dengan pengawasan satpam dan HP dititipkan ke wali kelas sebelum jam pelajaran dimulai. HP baru boleh diambil saat jam pulang sekolah, Bu.”
Wakil Kepala Sekolah: “Apakah orang tua mengetahui usulan ini?”
Perwakilan Siswa: “Iya, Bu. Kami siap melampirkan surat izin dan pernyataan dari orang tua agar pihak sekolah tidak dirugikan.”
Wakil Kepala Sekolah: “Baik. Usulan ini cukup masuk akal. Ibu akan membahasnya terlebih dahulu dengan kepala sekolah dan guru-guru lainnya.”
Perwakilan Siswa: “Terima kasih banyak, Bu, sudah bersedia mendengarkan dan mempertimbangkan usulan kami.”
Wakil Kepala Sekolah: “Sama-sama. Semoga kita bisa menemukan keputusan terbaik untuk semua pihak.”
Menurut sejumlah contoh teks negosiasi larangan membawa sepeda motor dan HP di atas, murid pun masih bisa bernegosiasi karena urgensi tertentu.
Jadi, yang terpenting adalah bagaimana bernegosiasi dengan pihak yang lebih tua, dalam hal ini berbahasa sopan dengan para guru.
Definisi Negosiasi
Pada dasarnya, negosiasi ialah keterampilan dalam berkomunikasi, di mana tujuan akhirnya adalah kesepakatan bersama.
Kesepakatan ini semestinya adalah hasil yang memberi keuntungan bagi pihak yang melakukan negosiasi.
Pada prinsipnya, negosiasi juga bertujuan untuk mengatasi adanya perbedaan pendapat di antara pihak yang melakukan negosiasi. Karena itulah, kegiatan ini juga sering disebut dengan kompromi.
Lalu, kesepakatan nantinya harus bersifat adil, dan bisa menjaga hubungan baik kedua belah pihak.
Umumnya, negosiasi dilaksanakan oleh dua pihak. Namun, ada kalanya sejumlah kasus negosiasi ikut melibatkan pihak ketiga. Pihak ketiga yang dimaksud bisa merupakan seorang mediator atau penengah.
Teks negosiasi ialah bentuk dialog atau percakapan yang terdiri dari dua atau lebih pelaku. Isi teks dialog ini ialah bernegosiasi demi mendapatkan solusi dari masalah yang dialami.
Setelah perbedaan dapat diatasi, masalah pun selesai, dan kesepakatan tercapai.
Halaman:

